Johanes Lim
Johanes Lim wiraswasta

Johanes Lim adalah Konsultan dan Pelatih Bisnis, Penulis buku Gramedia http://www.indonesia-inc.com WA: 085780173862

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Diadu Jangkrik, Agama vs Uang, Menang Siapa?

11 September 2018   21:18 Diperbarui: 11 September 2018   21:34 482 0 0
Diadu Jangkrik, Agama vs Uang, Menang Siapa?
johanes lim

Diadu Jangkrik: Agama vs Uang. Menang siapa?

DISCLAIMERS:

Demi mencegah misunderstanding dan atau misperception yang merugikan, maka dengan ini saya, Johanes Lim, menyatakan bahwa tulisan ini hanyalah pandangan saya pribadi yang non partisan; juga tidak saya maksudkan untuk negara tertentu dan atau event tertentu dan atau pemimpin tertentu; karena itu saya atur sebagai "analogi" tanpa menyebut nama tertentu; sehingga secara hukum dan moral, tidak bisa disalahgunakan oleh siapapun untuk memfitnah Johanes Lim

ANALOGI: DIADU JANGKRIK

Perhatikan bahwa saya menggunakan term "DIADU" dan bukan "MENGADU".

Hal ini untuk menyatakan bahwa orang secara tidak disadari "DI adu" oleh pihak lain untuk "BER ADU".

Kalau kata "MENG adu" artinya secara sadar dan aktif melakukan tindakan "ADU" tsb.

PADAHAL SESUNGGUHNYA BUKAN DEMIKIAN. Orang tsb hanyalah OBJECT dan bukan Subject. Orang tsb seperti PUPPET, dan bukan berkehendak bebas sendiri

johanes lim
johanes lim
Saya menggunakan binatang JANGKRIK, dan bukan ayam jago atau kambing dll, dengan alasan yang sederhana:

  1. Pertama, JANGKRIK adalah binatang kecil, serangga, yang banyak terdapat dimana mana; murah, bahkan dianggap tidak berharga; biasanya hanya untuk makanan burung atau ikan. Mendekati kecocokan dengan ANALOGI ORANG MISKIN DAN ATAU NEGARA MISKIN ATAU SEDANG BERKEMBANG
  2. Untuk diadu, maka perlu dipilih jangkrik yang cocok, kemudian "dikelola" dan sering dijantur, agar bisa dijadikan jangkrik aduan;  termasuk diberikan makanan bergizi dan ramuan penguat (umumnya nasi dicampur kacang hijau dan kalsium dan herbal). Analoginya adalah dengan "memelihara" orang maupun kelompok yang dipersiapkan untuk diadu. Karena "jangkrik", maka dengan gampang dan murah bisa diatur, hanya bermodalkan "nasi dan ramuan" saja sudah bisa mengelola jangkrik aduan.
  3. Supaya jangkrik merasa garang dan berperilaku garang, maka sebelum dan selama bertarung, harus sering di kilik (apabila jangkrik dikilik akan mengejar atau menggigit kearah kilikan). Analoginya adalah mengelola "jangkrik" memang gampang, hanya bermodalkan KILIKAN orang bisa mengatur agar jangkrik menggigit apa saja tanpa perlu alasan

Jadi maksud saya menggunakan istilah "DIADU JANGKRIK" adalah untuk mencerahkan terjadinya riuh rendah atau kegaduhan yang sering terjadi dikehidupan sosial bermasyarakat. Mereka meributkan hal hal yang bagi orang waras dianggap insane; namun bagi "jangkrik yang dikilik" adalah hal yang heroik.

Jangan salahkan "jangkrik", karena mereka hanya jangkrik, korban, object, dan bukan bergerak atas kesadaran sendiri, DIADU.

Kalau mau menghentikan gerecokan dan keributan jangkrik, maka harus diberangus SIAPA YANG MENGKILIK JANGKRIK?

johanes lim
johanes lim
ANALOGI: AGAMA vs UANG

Yang saya maksudkan dengan AGAMA adalah kepercayaan INDIVIDU dan bukan INSTITUSI atau ORGANISASI; juga tidak menunjuk ke agama tertentu.

Jadi analoginya: ORANG yang saya analogikan sebagai JANGKRIK sedang DIADU oleh kekuatan atau oknum tertentu, dalam dan luar negeri.

Target JANGKRIK DIADU, bukanlah untuk kepentingan atau kesenangan atau kebanggaan si JANGKRIK yang menang; melainkan untuk YANG MENGADU.

Nah, supaya jangkrik tsb mau diadu, maka tentunya perlu diiming imingi sesuatu; yang dalam hal ini saya extreme kan DITAWARI KONSEP AGAMA ATAU DITAWARI DUIT??

johanes lim
johanes lim
PERTANYAAN: MENANG SIAPA?

Ini adalah PERTANYAAN saya untuk dijawab oleh masing-masing orang secara merdeka, dan BUKAN PERNYATAAN saya

Jadi, sekalipun saya juga menyampaikan pemikiran saya, namun hal itu adalah pendapat saya pribadi, yang bisa salah dan boleh Anda percayai atau tolak; bebas  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5