Johanes Lim
Johanes Lim wiraswasta

Johanes Lim adalah Konsultan dan Pelatih Bisnis, Penulis buku Gramedia http://www.indonesiaministry.com WA: 085780173862

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

JLim Irreplaceable Success Law 7: Continuously Improve Competence

12 April 2018   20:10 Diperbarui: 20 Juli 2018   22:18 453 0 0
JLim Irreplaceable Success Law 7: Continuously Improve Competence
pakar-penjualan-pakar-manajemen-dr-johanes-lim-irreplaceable-succes-law-no-7-5acf5a1cab12ae38bf288a52.jpg

JLim Irreplaceable Success Law #7:

Make yourself Irreplaceable by continuously improve your competences to challenge the highest standard, and brave it out

IRREPLACEABLE artinya TIDAK TERGANTIKAN.

Alasan saya mengungkapkan hal ini adalah karena DIGANTIKAN adalah peristiwa yang tidak menyenangkan. Kalau dalam dunia karier dan bisnis, kata DIGANTIKAN artinya sama saja dengan DIGUSUR atau yang lebih lunak TERGUSUR, oleh orang lain atau pihak lain.

KARYAWAN yang DIGANTIKAN --jika diperusahaan yang sungkanan, atau BUMN, atau PNS, atau yang mempunyai riwayat hubungan khusus- bisa berarti di "litbang" kan (litbang = sulit berkembang) keposisi atau bagian yang tidak berguna, menunggu pensiun, atau mengundurkan diri.  

Sedangkan untuk perusahaan umumnya --apalagi yang Meritokratis- istilah DIGANTIKAN sama artinya dengan DIRUMAHKAN atau DIPECAT!

BAGI PERUSAHAAN YANG DIGANTIKAN, artinya produk/jasanya tidak lagi dibeli atau dipergunakan oleh Konsumen atau Pelanggan; beralih ke produk/jasa Kompetitor.

JADI, REPLACEABLE atau DIGANTIKAN bermakna dan berdampak BURUK MERUGIKAN, baik bagi perseorangan maupun perusahaan.

MAKNA YANG LEBIH MENYAKITKAN HATI DAN MENGHINA adalah, bahwa ORANG YANG DIGANTIKAN itu artinya TIDAK BERGUNA. Maaf, analoginya: bahkan sampah saja masih lebih berguna, karena bisa dijadikan kompos :(

KARENANYA, MENJADI IRREPLACEABLE, TIDAK TERGANTIKAN adalah PENTING dan MENGUNTUNGKAN; sehingga layak untuk diperjuangkan, bukan?

Semakin hari, kehidupan sosial dan apalagi dunia usaha, akan semakin kompetitif dan demanding. Jaman mengandalkan "KKN" biar bodoh asal ada koneksi akan terus selamat, sudah semakin sulit dipertahankan; karena Koneksi orang itupun belum tentu aman posisinya.

Karena itu, paling aman nyaman adalah melakukan STRATEGI ORGANIK UNTUK MENJADI TAK TERGANTIKAN, yaitu dengan cara TERUS MENERUS MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KEBERGUNAAN DIRI, sehingga nilai jual terus tinggi.

Bahkan saran saya: JANGAN BERSAING DENGAN ORANG LAIN! Melainkan BERSAINGLAH DENGAN DIRI ANDA SENDIRI!

Orang lain itu umumnya MARGINAL, biasa biasa saja kemampuan dan prestasinya; sehingga jika Anda berkompetisi dengan mereka, hanya dengan SEDIKIT UPAYA saja akan menjadi LEBIH BAIK. Anda bisa menang dengan mudah dan cepat. DAN ITU BERBAHAYA BAGI ANDA, karena Anda merasa superior, merasa hebat, karena menganggap telah menjadi LEBIH BAIK dari mayoritas disekitar Anda. PADAHAL, bisa saja apa yang telah Anda kuasai atau miliki, hanya "seujung kuku" saja dari apa yang telah dikuasai oleh orang lain diluar radar Anda.

Karena itu, dibuku kesembilan saya SANG MOTIVATOR PEMBEBAS, saya katakan bahwa, "BETTER IS NOT ENOUGH, WHEN GETTING THE BEST IS POSSIBLE!"

buku-johanes-lim-motivator-bisnis-pakar-penjualan-terbaik-sang-motivator-pembebas-5acf5cc25e13735ae540b3d3.jpg
buku-johanes-lim-motivator-bisnis-pakar-penjualan-terbaik-sang-motivator-pembebas-5acf5cc25e13735ae540b3d3.jpg
Saran saya:

  • Tetapkan The Highest Standard Achievement sebagai target hidup Anda; baik dalam berprestasi karier; maupun ketika menciptakan manfaat produk/jasa; kemudian berjuanglah sekeras kerasnya secerdas cerdasnya dan secara terus menerus untuk mewujudkannya, secara gembira dan entusias.
  • Setelah target ambisius itu tercapai, lanjutkan dengan menetapkan target yang lebih tinggi lagi; jauh lebih tinggi dari target siapapun yang bisa Anda bayangkan atau Bencmark; dan berjuanglah.
  • Ini harus kita lakukan sebagai HABIT, sebagai CHARACTER, sebagai AMUSEMENT, sampai menutup mata.
  • Inilah PRECIOUS LIFE JOURNEY agar hidup dan mati kita berguna, bermartabat, bersejarah  

Salam persaudaraan,

Johanes Lim

https://www.indonesia-inc.com