Johanes Lim
Johanes Lim wiraswasta

Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt adalah Konsultan dan Pelatih Bisnis, Penulis buku Gramedia http://www.pakarpropertiindonesia.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Pemiskinan Nasional

10 Desember 2017   12:12 Diperbarui: 10 Desember 2017   13:00 374 1 0
Pemiskinan Nasional
lapublishing.com

Kita sudah sering mendengar pembahasan maupun komentar dari para Pengamat tentang situasi kondisi negara kita, khususnya dalam hal ekonomi

Hampir semua Pengamat yang netral dan obyektif, menyatakan hal yang sama, bahwa EKONOMI PARAH!

Daya beli masyarakat merosot terus kelevel yang membahayakan: TIDAK MAMPU LAGI MEMBELI!

Padahal, disisi lain, biaya hidup terus meroket; baik karena kebijakan Pemerintah, maupun karena keterpaksaan yang dilakukan Pengusaha dengan menaikkan harga jual produk/jasa nya, untuk survive

Jadi, seperti shockbreaker, sebagian Masyarakat tertekan dari atas maupun bawah


Dengan sikon seperti itu, Pemerintah kita masih saja mendapat pujian dari dunia internasional, yang mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil mengelola pertumbuhan ekonominya

Makanya ada beberapa Pejabat Pemerintah yang mengatakan bahwa "DAYA BELI MASYARAKAT BUKAN MENURUN, MELAINKAN BERALIH, dari belanja konvensional, ke belanja online"

Tak pelak,  pernyataan "asbun" itu disanggah dan diprotes oleh banyak Pihak: Kalau benar konsumen beralih belanja online, tentunya bisa dibuktikan dengan meroketnya transaksi elektronik perbankan; karena bukankah online shopping memerlukan pembayaran dengan kartu kredit atau transfer?!

Faktanya, industri perbankan juga menderita kesulitan; bukan hanya sulit menyalurkan kreditnya; juga sulit menagih piutangnya!


Minggu lalu dilansir pernyataan banyak Pengusaha, yang mencoba curhat kepada Presiden Jokowi, memberitahukan realitas yang memilukan hati ini, yang intinya: SUDAH SEDANG AKAN TERJADI PEMISKINAN NASIONAL!!

Banyak sekali orang dari kalangan KELAS MENENGAH yang telah menjadi MISKIN, dan TURUN STRATA menjadi KELAS BAWAH!

Tidak perlu ditanya orang yang memang sejak semula berada dikelas bawah

Sekarang ini, mayoritas masyarakat BUKAN kekurangan daya beli, melainkan telah KEHILANGAN KEMAMPUAN BELANJA!!

Mencari Duit susahnya minta ampun!

Dagang apapun, mulai dari pedagang bakso keliling sampai mall based retail, sengsara!

Imbasnya, tentu saja kepada Distributor dan Manufacturer: sulit menjual produknya; dan sulit menagih piutangnya!


Tentu saja, kesusahan dan penderitaan dan PEMISKINAN NASIONAL ini, tidak terasa bagi 3 golongan orang:

1.Orang yang sudah terlanjur SANGAT KAYA RAYA

2.Orang yang bekerja dikorporasi (swasta maupun BUMN) yang terlanjur mapan

3.Orang yang hidupnya dibiayai Negara


Orang Pemerintahan bisa santai saja. Jika kurang dana, tinggal mengejar pemasukan. Jika tidak bisa dari perdagangan luar negeri dan dana investasi asing, ya tinggal menaikkan harga harga; dan sekaligus MENGEJAR PEMASUKAN DARI OBYEK PAJAK!

Tidak ada yang merasa susah

Makanya mereka adem ayem tenterem saja

YANG MISKIN TOH RAKYAT!! Bukan mereka!!


SOLUSI GAWAT DARURAT yang harus diambil oleh Pemerintah adalah:

GELONTORKAN UANG untuk menggerakkan roda perekonomian riil; agar UANG BEREDAR dipasar; agar uang masuk kedompet dan kerekening banyak orang; agar orang mampu belanja

JANGAN HANYA DIHEMAT HEMAT atau DITUNDA TUNDA: "Hemat bukan pangkal kaya. HEMAT PANGKAL MELARAT!!" 

Mau menunggu sampai kapan?

Sampai MASYARAKAT MENENGAH BAWAH MISKIN SEMUA DAN MATI KELAPARAN SEMUA??!


Satu lagi:

JANGAN MENYEPELEKAN PENDERITAAN RAKYAT!!

JANGAN HANYA BERWACANA DAN BERUTOPIA!

Rakyat yang lapar tidak memperdulikan kebaikan dan kepopuleran Anda; juga tidak memperdulikan kerja keras Anda; YANG DIBUTUHKAN ORANG LAPAR ADALAH BISA MAKAN! Tidak ada gunanya Anda bilang kerja keras pontang panting JIKA TIDAK BISA MEMBUAT RAKYAT KENYANG!!  Tidak ada gunanya segala macam kebaikan program Anda, JIKA TIDAK BISA MEMBUAT RAKYAT MAMPU HIDUP!

BERTINDAKLAH MENYELAMATKAN RAKYAT DARI BENCANA PEMISKINAN NASIONAL

SEKARANG!! 

Sekarang!  Esok mungkin terlambat!



Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

https://www.indonesia-inc.com