Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah - Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Fisika untuk Hiburan 3 (Mekanika Dasar): Mengapa Roket Naik ke Atas?

25 Juli 2021   15:14 Diperbarui: 25 Juli 2021   15:24 424
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Roda Catherine (kembang api). Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Catherine_wheel_(firework)

Dalam artikel ini kita kembali mengupas tentang topik mekanika dasar dengan pertanyaan mengapa roket naik ke atas? yang merupakan sebuah lagi contoh yang menarik yang bisa dijelaskan dengan fisika untuk hiburan, yang semakin dibaca semakin menghibur.

Atas pertanyaan mengapa roket naik ke atas? (tentang penerbangan roket), bahkan dari para mahasiswa fisika mungkin sering terdengar penjelasan yang sama sekali salah. Mereka mengklaim bahwa roket naik dengan mendorong dirinya menjauh dari udara dengan bantuan gas yang terbentuk dari pembakaran bubuk mesiu.

Kebetulan itulah yang dipikirkan orang zaman dahulu, roket telah ditemukan sejak lama, dan banyak orang masih berpegang pada pandangan itu. Tetapi jika kita menembakkan roket di ruang hampa udara, roket itu akan terbang, dan bahkan lebih cepat daripada di udara. Penyebab sebenarnya dari penerbangan roket benar-benar berbeda.

Nikolai Ivanovich Kibalchich (19 Oktober 1853-3 April 1881), ahli bahan peledak utama Rusia keturunan Serbia-Ukraina yang juga pelopor roket, memberikan paparan yang sangat jelas dan sederhana tentang gerakan roket dalam catatan yang dia tulis, yang menggambarkan kendaraan terbang yang dia temukan.

Dalam penjelasan tentang desain roket yang akan digunakan sebagai senjata militer itu,  Kibalchich menulis: "Ke dalam sebuah silinder timah yang tertutup pada satu ujung dan terbuka pada ujung lainnya, dimasukkan sebuah silinder berukuran sama yang terdiri dari bubuk mesiu yang dikemas rapat dengan sebuah saluran di tengahnya.

Pembakaran dimulai pada permukaan saluran ini dan menyebar dalam jangka waktu tertentu ke permukaan luar bubuk mesiu yang dikemas. Gas pembakaran menekan ke setiap sisi, tetapi walaupun tekanan yang diberikan gas ke samping diimbangi, tekanan yang diberikan ke bagian bawah silinder timah tidak diimbangi oleh tekanan yang berlawanan, karena di sini gas memiliki outlet bebas. Dengan demikian tekanan ini mampu mendorong roket ke depan, ke arah di mana roket itu dipasang sebelum dinyalakan."

Hal yang sama terjadi ketika sebuah peluru ditembakkan dari pistol, peluru terbang ke depan, sedangkan pistol terdorong ke belakang. Jika pistol tertangguhkan di tengah udara dan tidak ada tempat untuk bersandar, setelah peluru ditembakkan, pistol itu akan bergerak mundur dengan kecepatan yang berkali-kali lebih kecil dari kecepatan peluru karena peluru lebih ringan daripada pistol itu sendiri.

Dalam novel fiksi ilmiah Jules Verne Upside Down (Terbalik), para pahlawannya bahkan berpikir untuk menggunakan mundurnya sebuah meriam yang sangat besar untuk melaksanakan proyek luar biasa "meluruskan poros bumi."

Roket juga merupakan sebuah pistol, tetapi alih-alih menembakkan peluru, roket  menghasilkan ledakan gas pembakaran.

Inilah yang menjelaskan tentang putaran yang disebut roda Catherine yang mungkin Anda lihat selama pertunjukan kembang api.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun