Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi Pilihan

Seaborgium Unsur ke-106

20 Juni 2021   23:58 Diperbarui: 21 Juni 2021   00:41 124 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seaborgium Unsur ke-106
Sebuah wadah lilin bertuliskan Seaborgium, sumber: https://thecopperculdesac.com/products/seaborgium

Saya tertarik untuk menulis artikel tentang Seaborgium karena sebagaimana diuraikan dalam artikel saya: Oganesson, Unsur Ke-118 yang Sangat Unik, hanya 2 unsur yang diberi nama menurut nama seseorang yang masih hidup pada saat penamaannya, yaitu Seaborgium atau Sg, unsur ke-106 yang diberi nama menurut nama kimiawan nuklir Amerika, Glenn T. Seaborg, dan Oganesson, unsur ke-118 yang diberi nama menurut nama fisikawan nuklir Russia-Armenia, Yuri Oganessian.

Glenn Theodore Seaborg (19 April 1912 - 25 Februari 1999) adalah seorang kimiawan nuklir Amerika yang keterlibatannya dalam sintesis, penemuan, dan penyelidikan 10 unsur transuranium membuatnya berbagi Hadiah Nobel untuk Kimia pada 1951. Karya Seaborg dalam bidang ini juga mengarah pada pengembangan konsep Aktinida dan pengaturan deret Aktinida dalam tabel periodik unsur-unsur kimia.

Tabel periodik unsur-unsur kimia, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia.
Tabel periodik unsur-unsur kimia, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia.
Glenn T. Seaborg dan rekan penelitinya dari AS, Edwin McMillan, dianugerahi Hadiah Nobel untuk Kimia pada 1951 untuk karya mereka dalam menciptakan Neptunium (Np), nomor atom 93. Neptunium yang berhasil mereka isolasi itu adalah unsur pertama yang lebih berat dari Uranium, unsur alam  terberat.
Glenn T. Seaborg menunjukkan posisi unsur penemuannya, Seaborgium, pada tabel periodik, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 103.
Glenn T. Seaborg menunjukkan posisi unsur penemuannya, Seaborgium, pada tabel periodik, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 103.
Atom Seaborgium pecah dalam waktu sekitar 3 menit, sehingga sedikit yang diketahui tentang unsur ini. Para ilmuwan menduga bahwa Seaborgium kemungkinan adalah sebuah logam. Seaborgium diisolasi pada 1974 dalam sebuah mesin yang disebut Akselerator Linear Ion Super Berat di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley. Mesin yang sangat besar ini telah digunakan untuk menemukan 5 unsur baru.

Sifat Kimia Seaborgium
Melalui reaksi fusi nuklir, sintesis unsur-unsur yang lebih berat daripada Aktinida  memungkinkan seorang ilmuwan untuk menyelidiki batas-batas tabel periodik sebagai sarana untuk mengklasifikasikan unsur-unsur.

Secara khusus, penyimpangan dalam periodisitas sifat kimia untuk unsur terberat diprediksi sebagai konsekuensi dari efek relativistik yang semakin kuat pada struktur kulit elektron. Unsur-unsur Transaktinida sekarang telah diperluas hingga unsur ke-112, tetapi sifat-sifat kimianya telah diselidiki hanya untuk dua unsur Transaktinida yang pertama, 104 dan 105.

Kajian-kajian tersebut menunjukkan bahwa efek relativistik membuat kedua unsur ini berbeda secara kimiawi dari homolognya yang lebih ringan dalam kolom tabel periodik yang sama.

Di sini bisa dilakukan pemisahan kimia unsur ke-106, Seaborgium (Sg) dan penyelidikan perilaku kimianya dalam fase gas dan dalam larutan berair. Metode digunakan bisa  menyelidiki reaktivitas atom individual, dan berdasarkan pendeteksian hanya 7 atom Seaborgium, ditemukan bahwa ia menunjukkan sifat karakteristik dari kelompok 6 homolog Molibdenum dan Tungsten. Dengan demikian Seaborgium muncul untuk mengembalikan tren tabel periodik yang terganggu oleh efek relativistik pada elemen 104 dan 105.

Kalkulasi konfigurasi elektron atom berat telah meramalkan bahwa perubahan mendadak dalam struktur kulit elektron mungkin muncul karena efek relativistik yang sangat meningkat. Efek relativistik ini sebanding dengan kuadrat dari muatan nuklir, yang menarik elektron dalam orbital yang simetris secara sferis (s dan p1/2) paling kuat ke nukleus.

Hal ini, pada gilirannya, berarti bahwa muatan inti diskrining secara lebih efisien, sehingga memungkinkan perluasan orbital d dan f yang tidak berbentuk sferis. Karena perilaku kimia suatu unsur sangat bergantung pada konfigurasi elektron, maka efek relativistik semacam itu bisa menyebabkan sifat kimia yang tidak terduga.

Catatan:
1. Akronim unsur Seaborgium, Sg, jangan dirancukan dengan akronim negara Singapura.
2. Glenn Theodore Seaborg, ko-penemu Neptunium yang berbagi hadiah Nobel dengan Edwin McMillan pada, namun unsur penemuan mereka tidak dinamakan menurut nama orang. Seaborg harus menunggu selama 23 tahun, yaitu pada 1974, pada usia 62 tahun untuk menyaksikan sebuah unsur baru dinamai menurut namanya, Seaborgium. Seaborg hidup lebih lanjut selama 25 tahun berikutnya, dan meninggal pada 1999, cukup lama menyandang kebesaran namanya.

Kepustakaan:
1. How It Works - Book of the Elements, ed. 5, Imagine Publishing Ltd., United Kingdom, 2016.
2. Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, Dorling Kindersley Limited (Penguin Random House), Great Britain, 2017.
3. Chemical properties of element 106 (Seaborgium), M. Schadel dkk, Nature, Vol. 388, 3 Juli 1997, hlm. 55-57.
4. Diary Johan Japardi.
5. Berbagai sumber daring.

Jonggol, 20 Juni 2021

Johan Japardi

VIDEO PILIHAN