Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Kisah di Balik Tabel Periodik

19 Juni 2021   22:03 Diperbarui: 19 Juni 2021   22:32 123 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah di Balik Tabel Periodik
Para alkimiawan Iran di ruang kerja mereka, diadaptasi dari: buku Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 9.

Kali ini saya mau mengajak para pembaca untuk bersama-sama mengembara ke masa lalu untuk mendalami sejarah dan kisah begitu banyak perintis ilmu kimia yang mewariskan kepada kita apa yang kita kenal dengan Tabel Periodik Unsur-unsur Kimia termutakhir yang bisa kita dapatkan dengan sangat mudah.

Saya sendiri seakan-akan kembali ke masa saya mulai belajar kimia, tentunya dengan perspektif yang berbeda. Saya mengingat segala keterbatasan yang ada beberapa puluh tahun yang lalu itu dan menyadari bahwa berabad-abad yang lalu pasti keadaannya jauh lebih terbatas lagi. Namun para perintis itu dengan gigih terus melakukan pembelajaran dari alam dan ketika mereka terbentur dengan, misalnya ketiadaan alat, mereka pun berpikir keras dan membuat sendiri alat itu.

Unsur ada di mana-mana: beberapa di antaranya bisa kita lihat, misalnya emas, yang lain hampir tak terlihat, misalnya gas Oksigen. Unsur adalah zat yang tidak bisa dipecah lagi menjadi lebih sederhana. Masing-masing unsur terdiri dari blok bangunan kecil yang disebut atom, yang unik bagi setiap unsur.

Sebagian besar unsur bergabung dengan unsur lain untuk membentuk senyawa, misalnya air, yang merupakan senyawa Hidrogen dan Oksigen.

Unsur di Dunia Kita
Sekarang ada 118 unsur dalam tabel periodik; 92 di antaranya ditemukan di alam, sedangkan 26 unsur lainnya dibuat oleh manusia. Setiap unsur itu unik. Pada temperatur kamar, sebagian besar unsur berbentuk padatan, misalnya logam-logam, 11 unsur berbentuk gas, dan hanya Brom dan Merkuri yang berbentuk cairan.

Unsur di dalam Tubuh dan di Sekitar Kita
Sekitar 99 persen tubuh manusia terbuat dari hanya 6 unsur yang membentuk ribuan senyawa yang berbeda. Di sisi lain, atmosfer bumi adalah campuran gas, yang sebagian besar merupakan unsur murni. Sekitar 99 persen udara terdiri dari Nitrogen dan Oksigen.

4 Unsur, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 9.
4 Unsur, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm. 9.
Gagasan Kuno
Gagasan tentang unsur sudah sangat tua, sekitar 2.600 tahun yang lalu di Yunani kuno. Namun, para pemikir Yunani percaya bahwa dunia hanya terdiri dari 4 unsur: tanah, air, api, dan udara.

Empedocles, seorang cendekiawan Yunani yang berpengaruh, adalah orang pertama yang mengusulkan bahwa 4 unsur ini membentuk semua struktur yang ada. Baru kemudian para ilmuwan mengetahui bahwa tidak satu pun dari unsur ini yang benar-benar unsur. Selama ribuan tahun, semua orang mulai dari pendeta Mesir kuno hingga alkimiawan Eropa abad pertengahan, berspekulasi tentang definisi dan klasifikasi sebuah unsur.

Alkimiawan dan Mistisisme
Ahli kimia adalah ilmuwan yang mempelajari unsur dan senyawa. Namun, sebelum mereka ada, para alkimiawan adalah peneliti pada abad pertengahan. Percaya pada sains sekaligus sihir, alkimiawan mencoba mengubah logam biasa (misalnya timah) menjadi emas. Mereka gagal karena unsur tidak bisa diubah dari satu jenis ke jenis lainnya. Tetapi, dalam prosesnya, mereka menemukan banyak unsur baru dan mengembangkan beberapa proses yang masih digunakan oleh kimiawan sampai sekarang.

Robert Boyle
Orang pertama yang menggunakan sains untuk memahami unsur-unsur adalah ilmuwan dan inventor dari Irlandia, Robert Boyle. Dia belajar sains melalui nalar, dan pada 1660-an dia melakukan eksperimen kimia pertama untuk menunjukkan bahwa banyak dari apa yang diyakini oleh para alkimiawan adalah salah.

Penemuan Kimia
Konsep kuno 4 unsur: tanah, air, api, dan udara, berkembang menjadi keyakinan bahwa setiap zat di bumi terbuat dari campuran unsur-unsur ini. Namun, banyak zat termasuk Merkuri, belerang, dan emas, tidak sesuai dengan gagasan ini. Selama 300 tahun terakhir, kimiawan telah mengikuti serangkaian panjang petunjuk untuk mengungkapkan sifat alamiah dari unsur, atom unsur, dan apa yang terjadi pada atom dan unsur selama reaksi kimia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x