Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tips Pengembangan Pribadi dari Ivan Burnell: 10 Butir Pertama dari 20 Butir

7 Juni 2021   05:06 Diperbarui: 7 Juni 2021   07:36 74 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tips Pengembangan Pribadi dari Ivan Burnell: 10 Butir Pertama dari 20 Butir
Sumber: alessandradecristofaro.com/NYTimes-Parenting-4

Sukacita Menjadi Orangtua (lihat Butir #5).

Tips pengembangan pribadi ini saya sari dari Kursus YA (the YES Course) yang diselenggarakan oleh Ivan Burnell, yang saya ikuti dari September s/d November 2001.

Ivan, guru dan sahabat saya itu, meninggal dunia pada 13 Januari 2013 dan saya pikir ketimbang saya menyimpan bahan kursus itu untuk diri saya sendiri, jauh lebih baik lagi jika saya bagikan kepada para pembaca, dan dengan demikian secara tak langsung Anda juga mengikuti kursus tersebut dalam versi yang sangat singkat. Mudah-mudahan Anda bisa mengembangkan lebih lanjut esensi Kekuatan Berbuat Positif ini, yang saya tuliskan dalam bentuk artikel untuk mengkomemorasi Ivan Burnell.

Selanjutnya, kata ganti orang pertama tunggal dalam kalimat-kalimat bermakna Ivan Burnell sendiri yang berkata.

1. Membangun Hubungan Menang-menang (Win-Win Relationships)
Rahasia membangun hubungan menang-menang adalah kejujuran. Anda harus terlebih dahulu jujur kepada diri Anda sendiri tentang siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan, kemudian bertindak berdasarkan hal itu. Anda juga harus jujur dengan orang lain yang berhubungan dengan Anda tentang siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan dari hubungan tersebut. Kejutan! Kejutan! ternyata hubungan yang tidak memberikan apa yang Anda inginkan akan putus, dan akan terbentuk hubungan baru yang akan memberikan apa yang sedang Anda cari.
 
Contoh:
Jika Anda ingin berhubungan dengan orang yang bukan peminum, jangan pergi ke bar untuk menjumpai orang-orang. Jika Anda melakukan hal ini berarti Anda tidak jujur dengan diri Anda maupun orang-orang yang Anda jumpai.

2. Mengurangi Stres Negatif
Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa stres adalah stres. Satu-satunya cara untuk tidak stres adalah mati, dan kita tidak mau pilihan itu. Oleh karena itu, penandaan "positif" atau "negatif" harus berasal dari interpretasi kita sendiri terhadap peristiwa yang menyebabkan stres. Jika terjadi peristiwa yang menyebabkan Anda stres, tanyakan diri Anda, "Mengapa hal ini mengganggu saya?", kemudian ambil keputusan untuk bertindak dengan cara yang berbeda sehingga hal tersebut tidak mengganggu Anda lagi di lain waktu. Gunakan peristiwa itu seakan-akan ia adalah sesuatu yang Anda perlukan dalam hidup sehingga Anda bisa bertumbuh untuk mengatasi tantangan yang akan Anda hadapi di masa mendatang.
 
Contoh:
Ayah Stan, salah seorang murid saya, meninggal ketika Stan masih sangat kecil. Melalui tugas yang kami lakukan bersama, Stan mampu melepaskan kemarahan yang diperolehnya dari peristiwa tersebut dan bertumbuh darinya. Belakangan ini ketika Stan menjadi orangtua asuh, dia mampu menggunakan perasaan tentang kematian ayahnya ini untuk berempati dengan anak-anak asuhnya untuk membantu mereka mengatasi keresahan perpisahan (dengan orangtua kandung) yang sedang mereka alami.
 
3. Memanfaatkan Emosiku
Emosi bersifat alamiah dan memainkan peranan penting dalam hidup Anda. Emosi memberitahu Anda ketika ada sesuatu hal yang tidak beres dan langsung memberikan Anda kekuatan bagi Anda untuk melakukan perubahan-perubahan yang perlu. Kemarahan dan sebagainya selalu tertuju kepada orang lain terlebih dahulu. Namun, benih dari perasaan ini berada dalam diri Anda. Temukan benih ini, cari tahu mengapa ia mengganggu Anda, kemudian lakukan perubahan-perubahan yang diperlukan.
 
Contoh:
Saya yakin Anda tahu orang-orang yang "membenci" pekerjaan mereka, tetapi tidak mengetahuinya. Orang-orang ini mengalami tukak lambung, serangan jantung, sering sakit, dan sering hidup berlibur. Orang-orang ini tidak mendengarkan pesan yang disampaikan oleh emosi mereka.
 
4. Lebih Percaya Diri
Hanya ada satu cara untuk membangun rasa percaya diri, yaitu satu keberhasilan kecil setiap kalinya. Masalah timbul dari kenyataan bahwa sejak lahir kita dilatih untuk melihat kepada kegagalan kita, bukan kesuksesan kita. Mulailah membuat catatan yang mendaftarkan semua keberhasilan Anda dan semua pujian yang Anda terima. Anda bisa mulai dengan hal kecil seperti, "Aha, Aku berhasil membuat kopi tanpa terkena tumpahan air panas", tetapi setelah Anda meneruskannya, Anda akan menemukan bahwa ada banyak hal yang berhasil Anda lakukan dan rasa percaya diri Anda akan tumbuh.
 
Contoh:
Ketika sedang melakukan konsultansi dengan suatu perusahaan Real Estat, saya menemui dan bekerja dengan seorang wanita bernama Sally. Dia menyatakan bahwa dia tidak pernah mendapatkan pujian dan dia hanya sukses secara marjinal dalam bidang real estat. Setelah membuat catatan "Sukses & Pujian", Sally menyadari bahwa dia sebenarnya menerima banyak pujian dan penjualannya pun meningkat dengan tajam. Melalui latihan ini dia mengembangkan keyakinan untuk akhirnya meninggalkan bidang real estat dan memulai bisnisnya sendiri. Bisnis ini yang mengajari orang-orang cara berpakaian untuk memberikan dampak maksimum ini telah menjadi sangat berhasil dan menguntungkan.
 
5. Berkomunikasi secara Efektif
Kunci untuk berkomunikasi secara efektif adalah kejujuran dan mengetahui apa yang Anda inginkan. Jika Anda tidak jelas tentang apa yang Anda inginkan, bagaimana Anda bisa mengkomunikasikan keinginan ini secara terbuka dan jujur kepada orang lain. Jika Anda mulai berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan orang lain, Anda menghilangkan ketidakjelasan dalam persepsi mereka, sehingga komunikasi menjadi lebih mudah dan lebih jelas.

Contoh:
Seorang murid dalam kursus saya, "Sukacita Menjadi Orangtua" ("The Joy of Parenting") yang bernama Marcy, mengeluhkan bahwa dia tidak berhasil menyuruh anaknya tidur pada waktunya. Ketika mengunjungi dia pada suatu malam, saya mengamati bahwa dia mengatakan kepada anaknya, "Bukankah sekarang waktunya kamu tidur?" Anak mana yang kamu tahu akan menjawab "ya" pada pertanyaan seperti itu. Saya menyuruhnya mengatakan dengan singkat, "Sekarang waktunya kamu tidur." Setelah mendengarkan beberapa kali, anaknya langsung pergi tidur ketika dia mengatakan hal ini.
 
6. Menyelesaikan Masalah secara Konstruktif
Cara menyelesaikan masalah secara konstruktif adalah dengan menghilangkan rasa takut gagal. Hanya melalui kegagalan, yakni pengalaman, kita bisa memeroleh bahan baku yang diperlukan untuk pertumbuhan. Sekali Anda memahami prinsip ini, maka Anda akan mampu berpikir lebih jernih mengenai masalah, dan membuat keputusan yang lebih mungkin berhasil.
 
Contoh:
Beberapa klien saya melaporkan kepada saya bahwa kemampuan pengambilan keputusan mereka meningkat setelah mereka melakukan skydiving. Ketika saya mendesak mereka untuk memberitahukan mengapa mereka pikir ini benar, mereka rata-rata memberi tanggapan bahwa mereka menjadi lebih mudah mengambil risiko. Mereka mengklaim bahwa meloncat dari pesawat terbang hanya dengan sebuah parasut membuat semua masalah lain yang mereka abaikan berubah menjadi perspektif, dan bahwa mereka bisa mengatasi masalah dengan lebih mudah.
 
7. Keluar dari Tekanan Pekerjaan dan Bermainlah
Ini mudah, lakukanlah sesuatu yang berbeda atau lakukan apa yang Anda lakukan, tetapi dengan cara yang berbeda. Bahas suatu isu atau jadilah seorang "pakar" dalam sesuatu hal. Dalam masing-masing dari kita terdapat keinginan untuk berhasil, bertumbuh dan menjadi makmur. Akan tetapi, karena latihan dan pengalaman masa lalu, kita menjadi bimbang untuk melakukan sesuatu yang berbeda atau mencoba sebush metode baru untuk mencapai apa yang perlu kita lakukan. "Melakukan" sesuatulah yang mengeluarkan Anda dari tekanan-tekanan yang Anda rasakan.
 
Contoh:
Salah seorang putera saya, Willy, ingin menjadi seorang penapis sutera pada suatu fasilitas produksi T-shirt. Karena dia tidak memiliki pengalaman sebagai seorang penapis sutera, pekerjaan terbaik yang bisa dia peroleh dalam bidang tersebut adalah sebagai seorang pekerja perawatan di pabrik tersebut. Dia datang bekerja lebih awal dan kemudian menghabiskan sisa waktunya di sore hari untuk membantu pemimpin penapis untuk bersih-bersih atau memproses pesanan. Melalui proses ini dia menjadi "pakar" penapisan sutera dan dipromosikan menjadi seoarang penapis dalam waktu satu bulan, selanjutnya masuk ke dalam jajaran manajemen.
 
8. Jujur dan Menyukai Kejujuran
Sadarilah bahwa Anda berharga! Setiap kali Anda berbohong kepada diri sendiri maupun orang lain, Anda merendahkan harga diri Anda. Harga diri yang rusaklah yang menghambat orang-orang untuk mencapai keberhasilan yang layak mereka dapatkan. Anda berharga dan layak mendapatkan imbalan yang berkaitan dengan pencapaian hal-hal yang luar biasa.
 
Contoh:
Ketika saya menjadi seorang salesman asuransi, saya melakukan apa yang diajarkan kepada saya. Pada waktu itu saya diberitahu untuk tidak membeberkan "hal-hal kecil" dari presentasi penjualan. Saya hanya mencapai angka penjualan 20% dan angka pengulangan penjualan 65%. Setelah saya memutuskan untuk "jujur," dan mulai menyertakan "hal-hal kecil" dalam presentasi saya, angka penjualan saya meningkat menjadi 70% dan angka pengulangan penjualan menjadi 98%. Itulah yang saya capai dengan kejujuran!
 
9. Menyalurkan Kreativitasku
Untuk menyalurkan kreativitas Anda, Anda harus terlebih dahulu mematahkan "penghambat orang dewasa" Anda. Yang Anda perlukan untuk melakukan hal ini adalah dengan memulai melakukan hal-hal yang membuat Anda, sebagai orang yang dewasa, merasa malu. Lakukanlah hal-hal yang bodoh, misalnya berguling-guling di atas tumpukan daun, memanjat pohon, berbicara seperti anak-anak, main balon dengan teman-teman Anda dsb..... Jika Anda tidak punya ide mengenai apa yang bisa Anda lakukan, perhatikan dan tirulah anak kecil selama satu hari. Ketika Anda melakukan hal ini, Anda akan menemukan bahwa kreativitas Anda semakin kuat dan segala kemungkinan akan terbuka.
 
Contoh:
Dave, seorang murid saya, diberi tugas menangani proyek penjualan pada suatu dealer mobil yang besar. Dia menggunakan semua metode yang sudah teruji yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun dalam industri tersebut untuk meningkatkan penjualan. Setelah hanya mendapat keberhasilan yang kecil, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah terdengar dalam industri permobilan. Selama satu bulan, ketimbang mengirimkan brosur, Dave bepergian dan mendatangi setiap pelanggannya, dan membawa selusin donat. Penjualan bulan itu meningkat lebih dari 100% dan terus meningkat setiap bulan setelah itu, dan berita tentang "perjalanan donat" itu pun tersebar ke seluruh negeri.
 
10. Mengontrol Waktu dan Uang
Ada aturan umum yang menyatakan bahwa, "Ke mana Anda menyalurkan energi Anda, dari situlah Anda akan mendapatkan segala sesuatu." Apakah Anda menyalurkan energi Anda untuk memercayai bahwa Anda tidak memiliki cukup uang dan waktu untuk melakukan apa yang Anda inginkan? Jika demikian, Anda tidak akan pernah memiliki cukup uang dan waktu. Tentu saja, untuk bisa memiliki cukup uang Anda jangan "Besar Pasak dari Tiang" dan belanjakanlah hanya sebagian pendapatan Anda dan menginvestasikan sisanya.

Saya memberitahu murid-murid saya agar memberikan 10% uang dan waktu mereka untuk diri mereka dan 10% untuk orang lain. Itu berarti membayar diri Anda terlebih dahulu dari berapa pun penghasilan Anda. Taruhlah 10% penghasilan ke dalam rekening tabungan yang tidak diganggu-gugat. Jika Anda melakukan hal ini, Anda tidak kehilangan uang itu dan masih bisa hidup dengan baik. Kemudian berikanlah 10% penghasilan Anda kepada orang lain, siapa pun itu....  badan amal, rumah sakit, sekolah, dsb.

Lakukan hal yang sama dengan waktu Anda. Berikanlah 10% dari waktu luang Anda untuk memperbaharui energi Anda setiap hari, dan 10% waktu luang yang Anda berikan untuk orang lain akan membuat Anda menjadi orang berempati yang lebih mengasihi.

Contoh:
Salah seorang murid saya tidak mempercayai manfaat memberi 10% itu sehingga dia ingin membuktikan bahwa itu tidak bermanfaat, jadi dia mencoba mengikuti aturan itu selama 1 tahun. Pada waktu itu dia sedang terlibat hutang yang banyak, tetapi setelah beberapa bulan, dia mulai memperhatikan bahwa bisnisnya meningkat dan tampaknya dia memiliki sedikit uang tambahan setiap bulannya. Dalam waktu yang relatif singkat uang yang diinvestasikannya mulai bertambah. Pendek kata, tak berapa lama kemudian, dia menjadi seorang jutawan. Dia tidak pernah berpikir untuk menghentikan memberi 10% itu. Semua orang yang telah mengikuti aturan ini memberitahu saya  bahwa imbalan yang didapatkan dengan memberi jauh melebihi kesulitan dalam melakukannya.

Demikianlah 10 butir pertama dari 20 butir Tips Pengembangan Pribadi dari Ivan Burnell, saya akan lanjutkan dengan 10 butir terakhir tips pengembangan pribadi ini dalam artikel lain.

Jonggol, 7 Juni 2021

Johan Japardi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x