Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi USU 1992, Apoteker USU 1993, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Joli-joli Kurban-Korban dan Tegur-tegor

11 April 2021   02:00 Diperbarui: 27 April 2021   05:44 89 3 3 Mohon Tunggu...

Dalam perjalanan penggunaannya, sebuah kata bisa melahirkan varian baru yang hanya berbeda 1 fonem vokal, namun maknanya tidak berubah.

Kata joli (pasangan, kopel, bahasa Inggris: couple) saya gunakan untuk menyebutkan kata-kata tersebut, dan sejauh ini ada dua joli yang sudah saya kumpulkan, yaitu kurban-korban dan tegur-tegor.

Seperti diuraikan di atas, karena kurban = korban, dan tegur = tegor, maka KBBI tidak membedakan makna kurban dengan korban maupun tegur dengan tegor.

Terjadinya pembedaan penggunaan joli-joli kata ini adalah karena kecermatan si pengguna. Jadi kata "kurban" digunakan secara spesifik untuk menyebutkan hewan yang dikorbankan pada hari raya Iduladha.

Kata "tegur" (KBBI) sendiri lebih cenderung digunakan dengan makna "ucapan untuk mengajak bercakap-cakap" atau "ucapan untuk menyapa," sedangkan tegor lebih cenderung ke makna "celaan, kritik, atau peringatan (sentilan, jeweran)." Turunan dari kata ini, yaitu "keteguran" bermakna "keadaan sakit karena diganggu hantu, atau kesambet."

Jonggol, 11 April 2021

Johan Japardi

VIDEO PILIHAN