Mohon tunggu...
Jo Amatir. Greenwood
Jo Amatir. Greenwood Mohon Tunggu...

cuap cuap

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Hening dalam Kejujuran Cinta

25 Agustus 2011   18:04 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:28 0 0 2 Mohon Tunggu...

Dino berlari mengejar desy, nafas tersengal sudah tak dia pedulikan, dengan kecepatan seperti bemo mengejar setoran Dino berusaha mengejarnya, namun sekuat tenaga dino berlari tetap tak akan mampu mengejar taksi yang membawa desy. Hanya puing penyesalan yang dia rasakan kini. Kini hanya penyesalan dan rasa puas yang terasa. Sudah lama Dino menyimpan hatinya, perasaan yang dia pendam lama akhirnya terungkap di malam itu. sebelumnya dino hanya mencintai desy secara sembunyi sembunyi. ada ketakutan yang sangat besar bila ia mengungkapkan perasaan itu. Kepercayaan dirinya hilang di jiwa laki laki pemimpi itu. Rasa takut kehilangan seorang sahabat sejati telah membuatnya meringkuk di alam sunyi. Seperti alam mimpi yang di bangun pikiran terdalam, dino tak pernah membuka aquarium hatinya. Sore itu desy menelpon, mengharapkan dino menemaninya ke mall untuk keperluan malam perpisahan sekolahan. setelah belanja keperluan itu mereka berdua mampir di kedai makanan, mengobati rasa capek dengan obrolan ringan di temani kopi memang sungguh menyenangkan. Obrolan ringan di selingi canda membuat dua sahabat ini bagai pasangan kekasih. dan di situ kepercayaan diri di bangun dengan sendirinya. Dan malam itu dino tiba tiba mempunyai keberanian tuk jujur dengan perasaanya. ''Des sudah lama aku mengenalmu, hari hariku begitu menyenangkan bila kau di sisiku, ada perasaan yang meluap luap dan aku selalu bergairah hidup bila berdekatan denganmu, rasa yang tak pernah kutemukan pada wanita lain selain kamu, aku mencintaimu '' Deasy masih diam membisu, hanya mulutnya deasy yang menganga sebuah reaksi kimia seseorang bila merasa terkejut. '' Dino kau ini sahabatku, tak mungkin aku bisa mencintai kamu, kau ini temanku yang paling sempurna diantara yang lainya, tak mungkin, itu tak mungkin!'' Jawaban deasy di tanggapi dengan mimik serius oleh dino, sepertinya dia sudah tahu jawaban desy. masih dalam ketenanganya dino membalas. '' maafkan aku des, maafkan aku, sudah lama aku menyimpan ini, dan aku tak tahu lagi menyimpan ini dalam peti hatiku atau mengungkapkanya, tapi sekarang aku merasa lega, apa pun jawabanmu, paling tidak aku sudah jujur pada diriku sendiri, dan jujur itu sudah membuatku lega, paling tidak aku bisa mengerti arti mencintai seseorang, mencintai secara sejujur - jujurnya, bukan mencintai karna hasrat ingin memiliki, aku lega des! aku lega! dan kuharap jawabanmu juga jujur. dan kamu tak membenciku setelah ini, kita tetap seorang sahabatan sepanjang masa.'' Deasy semakin terpaku dengan jawaban itu, matanya menjadi redup, bagai anak panah yang melayang tanpa tujuan pasti deasy mati dalam rasanya, kedewasaan dino membuatnya bimbang dan ragu, ada debu mengganggu di lubuk hatinya. Tanpa sepatah kata deasy berdiri, berlari ke jalan, naik dalam taksi, dino spontan mengejarnya, namun hanya nafas tersengal yang kini menghantuinya. ada kekuatiran melanda dino, takut desy sahabatnya hilang dan tak mau ketemu denganya lagi. Sekarang tak ada pencapaian yang di raih dino, kejujuran yang membuatnya menjadi berani kini mendustainya, sementara kebohongan yang selama ini selalu menghantui dan juga menyakitikan tetap masih sama, lega hanya sebatas rasa. Dalam pikiran dino bertanya apa hati wanita apa begitu rapuhnya, kejujuran bersanding dengan rasa iba, apa itu yang membuat wanita tampak kuat di luarnya namun rapuh dan bimbang di dalamnya. Berulang ulang kali dino telepon dan sms desy, namun tak ada balasan, hp desy pun sudah tak aktif lagi. Kalau memperlihatkan Cinta adalah sebuah kepicikan di banding sesuatu yang agung apa, arti cinta itu sesungguhnya?  Apa memang Cinta yang tak mudah di mengerti, Perasaan kasih yang memberikan nafas kehidupan berubah menjadi racun yang paling mematikan, kedewasaan terasa dangkal. atau cinta yang sebenarnya hanya ukiran para dewa dewa asmara. kini hanya puisi yang menemani dino.

Hening begitu terasa

lukaku mengalun di irama puncak kejujuran

Kehilangan sahabat bagai luka bernanah di siram air lautan

Hampa dan hampa bersanding perih

Harum melati kini menjadi bau bangkai

menusuk hingga paru paru tubuhku

Aku kini bersemedi dalam pasir besi

Hanya medan magnet pelipurku

dan juga musuhku.

aku bahagia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x