Mohon tunggu...
Edukasi

Apa Itu Filsafat? Pengertian dan Kegunaan Filsafat!

21 April 2019   22:18 Diperbarui: 21 April 2019   22:20 88501 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Itu Filsafat? Pengertian dan Kegunaan Filsafat!
backgroundcheckall.com

pengertian filsafat

Pengertian FilsafatFilsafat merupakan sebuah studi yang membahas segala fenomena yang ada dalam kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan skeptis dengan mendalami sebab-sebab terdala, lalu dijabarkan secara teoritis dan mendasar. Selain pengertian di atas dalam pengertiannya filsafat dibagi menjadi dua yaitu secara etimologis dan terminologis. Secara etimologis, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia yang terdiri dari kata philien yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Jadi bisa kita artikan bahwa filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan atau love of wisdom dalam arti yang sedalam-dalamnya. Adapun secara terminologis terdapat beberapa pengertian dari filsafat itu sendiri yang akan dijabarkan sebagai berikut:

1.Upaya spekulatif (rasional) untuk menyajikan suatu pandangan sistematik dan lengkap tentang realitas secara keseluruhan

2.Upaya untuk melukiskan realitas akhir      dan dasar secara nyata

3.Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuannya seperti sumbernya, hakikatnya, keabsahannya serta nilainya.

4.Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan

5.Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu kita melihat apa yang kita katakan dan untuk mengatakan apa yang kita lihat.

Selain itu definisi dari filsafat banyak dicetuskan oleh para ahli filsafat atau filsuf seperti Cicero yang berpendapat bahwa filsafat adalah sebagai "ibu dari semua seni" atau "the mother of all the art" ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae yang berarti seni kehidupan. Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Menurut Plato, filsafat merupakan pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli. Menurut Descrates, filsafat merupakan semua pengetahuan di mana Tuhan, alam, manusia menjadi pokok penyelid

ikan.Ibnu Sina yang merupakan filsuf islam mengemukakan bahwa filsafat adalah pengetahuan otonom yang perlu ditimba oleh manusia, sebab manusia telah di karuniai akal oleh Allah.
Oleh karena itu, banyak dari penulis cenderung mendefinisikan filsafat adalah merupakan ilmu pengetahuan yang menyangkut atau mengenai segala sesuatu dengan cara memandang sebab-sebab atau asal-usul terdalam.

Kegunaan Filsafat

Pemanfaatan filsafat dalam kehidupan dapat dibagi menjadi dua macam yaitu kegunaan secara umum dan kegunaan secara khusus. Kegunaan secara umum yaitu manfaat yang dapat diambil oleh orang yang mempelajari ilmu filsafat ini secara mendalam , manfaat tersebut dapat berupa memudahkan dalam penyelesaian masalah-masalah secara kritis. Ciri dari pemanfaatan filsafat secara umum ini yaitu ketidakterikatan oleh ruang dan waktu. Kegunaan secara khusus yaitu dapat berupa pemecahan masalah secara tertentu atau spesifik dalam dimensi ruang dan waktu yang terbatas.

Cabang-Cabang Filsafat

Cabang-cabang dari filsafat untuk memperjelas penjelasan dari filsafat itu sendiri dibagi menjadi lima cabang yaitu etika, estetika, metafisika, epistemology dan logika.

1. Etika

Istilah etika berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani 'etos' dan 'etikos'. Etos berarti sifat, watak, kebiasaan, tempat biasa. Etikos berarti susila, keadaban, atau kelakuan dan perbuatan yang baik.Etika sering kali dinamakan filsafat moral karena cabang filsafat ini membahas baik dan buruknya tingkah laku manusia. Jadi menurut cabang filsafat ini manusia dipandang dari segi perilakunya. Dapat kita katakan juga bahwa etika merupakan ilmu yang membahas tentang kesusilaan, yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Pada hakikatnya, nilai tindakan manusia terikat pada tempat dan waktu, selain itu dapat kita ketahui juga bahwa bakik dan buruknya manusia ditentukan oleh sudut pandang masyarakat. Dapat kita ambil contoh dimana perilaku yang dianggap wajar atau biasa-biasa saja diwilayahnya belum tentu dianggap biasa saja diwilayah lain,bahkan bisa saja dianggap kurang asusila diwilayah tertentu. 

2. Estetika

Adalah cabang filsafat yang membahas tentang seni nilai dan keindahan. Istilah estetika berasal dari bahasa Yunani aisthesis yang berarti pencerapan indrawi, pemahaman intelektual atau pengamatan spiritual. Adapun istilah art (seni) berasal dari bahasa latin ars yang berarti seni, keterampilan, ilmu dan kecakapan. Etika dan estetika termasuk dalam cabang filsafat aksiologi yang membahas tentang hakikat nilai.

3. Metafisika

Salah satu cabang filsafat yang lain adalah metafisika yang berasal dari bahasa Yunani meta phisyka (sesudah fisika).  Kata metafisika ini juga memiliki berbagai arti, diantaranya dapat berarti upaya untuk mengkarakteristikkan eksistensi atau realitas sebagai suatu keseluruhan. Namun dapat juga kita lihat secara umum bahwa didalam metafisika terdapat  suatu pembahasan filsafat yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau tentang segala sesuatu yang ada. Metafisika dipilahkan dalam kosmologi yang membahas tentang kosmos (alam) dan ontologi yang membahas tentang the being (yang ada) tentang objek. Tentu masih kita ingat terhadap pendapat plato mengenai ide atau idea yang sempat kita pelajari, dimana pada pandangannya plato mengatakan bahwa realitas sesungguhnya bukanlah yang tampak oleh kita dalam dunia kenyataan.

4. Epistimologi

Istilah epistemologi berasal dari bahasa yunani, yakni epitesme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti kata, pikiran, dan ilmu. Jadinya dapat kita artikan bahwa epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan. Contohnya dalam filsafat ilmu yaitu mempelajari tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan bagaimana cara mendapatkannya. Dengan mempelajari epistemologi diharap kita dapat membedakan antara pengetahuan dan ilmu, serta mengetahui kebenaran tentang suatu ilmu tersebut. Persoalan dalam epistemologi diantaranya adalah bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu?, dari mana pengetahuan itu diperoleh?. Manusia tidak dapat mengetahui semua aspek dan objek karena keterbatasan kemampuan manusia, socretes pernah berkata bahwa apa yang saya ketahui adalah bahwa saya tidak menegtahui apa-apa. Proses metode keilmuan pada akhirnya berhenti sejenak ketika sampai pada titik"pengujian kebenaran" untuk mendiskusikan benar atau tidaknya suatu ilmu. Ada tiga ukuran kebenaran yang tampil yaitu gelanggang yang dimana dalam gelanggang diskusi mengenai teori kebenanran, yaitu teori korespodensi, koherensi dan pragmatis. Penilaian ini sangat menentukan untuk meenerima, menolak, menambah, atau merubah hepotesa, selanjutnya diadakanlah teori ilmu pengetahuan.

5. Logika

Logika adalah suatu jenis pengetahuan rasional atau ilmu pengetahuan yang mempelajari kecakapan atau berpikir lurus, tepat dan teratur. Logika sebagai ilmu pengetahuan dimana objek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran atau proses penalaran) dan objek formal logika adalah berpikir atau penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Penalaran adalah proses pemikiran manusia yang berusaha tiba pada pernyataan baru yang merupakan kelanjutan runtut dari pernyataan lain yang telah di ketahui yang nanti akan diturunkan kesimpulan. Penyelidikan logika tidak dilakukan dengan sembarang berpikir. Logika berpikir dipandang dari sudut ketepatannya. Suatu pemikiran logika akan disebut tepat jika pemikiran sesuai dengan hukum-hukum serta aturan yang sudah ditetapkan dalam logika.

Ruang Lingkup Filsafat

Seperti halnya pengetahuan, maka filsafat pun dapat ditentukan ruang lingkupnya yang dipilahkan dalam dua objek yaitu, objek material (lapangan) dan objek forrnalnva (sudut pandangnya). Objek material filsafat ialah segala sesuatu yang diperrnasalaltkan oleh filsafat.[1]Isi filsafat ditentukan oleh objek yang dipikirkan. Objek adalah sesuatu yang menjadi bahan dari kajian dari suatu penalaahan atau penelitian tentang pengetahuan. Dan setiap ilmu pengetahuan pasti mempunyai objek, baik objek yang bersifat materiil maupun objek formal.

  • Objek Materil

Adapun mengenai objek formal filsafat, adalah bersifat non-fragmentaris, karena filsafat mencari pengertian realita secara luas dan mendalam. Sebagai konsekuensi pemikiran ini, maka okjek formal filsafat adalah seluruh pengalaman manusia antara lain: etika, estetika, teknik, ekonorni, sosial, budava, religius dan lain-lain. Dalam hal ini pemikiran filsafat menuntut bahwa seorang ahli filsafat adalah seorang pribadi yang berkembang secara harmonis dan memiliki pengalaman secara authentik yang diperoleh dari dunia realita. Objek materiil ini adalah suatu penyelidikan, pemikiran atau penelitian keilmuan. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.  Menurut Poedjawijatna, objek materiil filsafat meliputi segala sesuatu dari keseluruhan ilmu yang menyelidiki sesuatu. Objek materiil mencakup segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik materiil konkret, fisik. Sedangkan objek nonmateriil meliputi hal-hal yang abstrak, dan psikis, termasuk juga abstrak logis, konsepsional, spiritual, nilai-nilai dan lain-lain. Jadi, dengan melihat dari beberapa pendapat mengenai objek filsafat ini dapat dipahami bahwa objek filsafat meliputi berbagai hal, dengan kata lain, objek filsafat materiil ini tak terbatas, Objek filsafat ini tak terbatas, Burhanudin Salam, bahwa lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu apa saja yang ingin diketahui manusia. [2]Baik hal-hal yang fisik atau tampak maupun yang psikis atau yang tidak tampak. Hal-hal yang fisik adalah segala sesuatu yang ada baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Sedangkan hal-hal yang psikis atau nonfisik adalah masalah Tuhan, kepercayaan, norma-norma, nilai, keyakinan,dan lainnya. Suatu objek materiil, baik yang materiil dan lebih-lebih yang nonmateriil sebenarnya merupakan suatu substansi yang tidak begitu mudah untuk diketahui. Karena didalamnya terkandung segi-segi kuantitatif berganda, berjenis-jenis dan kualitatif bertingkat-tingkat dari yang konkret ke tingkat abstrak. Sebagai contoh objek materiilnya adalah 'manusia', dari segi kuantitatif meliputi banyak jenis menurut ras, suku, ciri khas, dan individualitasnya yang selanjutnya menjadi kompleks dalam setiap perilaku hidupnya. Contoh tersebut menunjukkan bahwa objek materiil memiliki segi yang jumlahnya tak terhitung. Sedangkan kemampuan akal fikir manusia bersifat terbatas. Oleh karena itu, dalam rangka memperoleh pengetahuan yang benar, dan pasti mengenai suatu objek maka perlu dilakukan pembatasan-pembatasan jenis objek, dan selanjutnya titik pandang artinya dari segi mana objek materiil itu diselidiki.

  • Objek Formal

Objek yang satu ini (objek formal) lebih kepada sifat penelitian yaitu penyelidikan yang mendalam. Mendalam dalam hal ini berarti ingin mengetahui mengenai objek yang tak empiris. Menurut Lasiyo dan Yuwono, objek formal adalah sudut pandang yang menyeluruh, umum, sehingga dapat mencapai hakikat dari objek materiilnya[1]. Objek fromal ini ingin membahas tentang objek materiil dari suatu objek sampai ke hakikatnya atau keindahan (esensi) yang dibahas. Objek formal merupakan sudut pandang atau cara memandang terhadap objek materiil, termasuk prinsip-prinsip yang digunakan, dalam artian objek formal filsafat bersifat mengasaskan atau berprinsip maka filsafat itu mengonstatir prinsip-prinsip kebenaran dan ketidak-benaran. Jadi objek formal filsafat itu bersifat mengasaskan atau berprinsip dan oleh karena mengasas, maka filsatat itu mengongstruksi serta menemukan prinsip-prinsip kebenaran.

 

 

   

 

 

   

 

 

   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x