Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto penulis bebas

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitikan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Karir

Wanita Indonesia Memperoleh Penghargaan dari Ratu Inggris

12 Juni 2018   06:39 Diperbarui: 12 Juni 2018   09:18 353 1 0
Wanita Indonesia Memperoleh Penghargaan dari Ratu Inggris
54ad1283-2448-4247-8935-b2721f290510-5b1f0a885e13734f7a0a8713.jpeg

Wanita asal Indonesia Mendapatkan Penghargaan dari Ratu Inggris di Australia 

Di tengah kehidupan masyarakat kita yang nampaknya sulit menghargai prestasi orang lain, muncul berita yang menggembirakan dari negeri tetangga, ya tidak jauh-jauh, dari negeri Kanguru, Australia.

Mengapa kita harus peduli? Seorang wanita asal Indonesia, kelahiran Medan, yakni Profesor Rose Amal, baru saja mendapatkan penghargaan dari Ratu Inggris di hari ulang tahun Ratu itu.

Penghargaan tertinggi dari Ratu Inggris bagi warga Australia ini disebut the Companion of the Order of Australia (AC). Dengan gelar ini Rose Amal berhak menggunakan gelar AC di belakang namanya menjadi Rose Amal (AC).

Prof. Rose Amal (AC) asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari Ratu Elisabeth II (ABC News: Philippa McDonald)

Profesor Rose Amal mendapatkan penghargaan penting itu karena jasanya di bidang ilmu pengetahuan yakni dalam teknologi kimia, khususnya teknologi partikel.

Wanita berusia 52 tahun itu menyatakan saat dia datang 35 tahun lalu ketika masih berusia 17 tahun waktu kuliah di University of New South Wales, dia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghargaan tertinggi Australia ini.

Prof. Amal juga sudah sering memperoleh penghargaan dengan prestasinya itu. Dia mengatakan bahwa ini merupakan penghargaan bagi seluruh insinyur kimia dan berharap akan muncul temuan-temuan baru yang berguna bagi manusia dengan hasil penelitiannya.

Professor Amal saat ini sedang melakukan penelitian di bidang energi terbarukan yakni menggunakan sinar matahari memisahkan air untuk menghasilkan hidrogen guna menciptakan energi.

Prof. Amal juga menjadi wanita pertama yang menjadi anggota perhimpunan insinyur berprestasi Australia (Engineers Australia's list of Australia's Top 100 Most Influential Engineers).

Kiranya ini dapat memotivasi kita semua, terutama wanita Indonesia, ternyata terbuka peluang untuk menjadi orang berprestasi di dunia ini.