Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto pegawai negeri

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengapa Presiden Donald Trump Menyatakan Yerusalem Ibu Kota Israel?

7 Desember 2017   19:27 Diperbarui: 10 Desember 2017   06:36 4421 1 1

Tanggal 6 Desember 2017 Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa AS mengakui kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebelumnya Donald Trump telah menyebutkan hal itu.

Negara-negara Arab langsung menyatakan keberatan dengan sikap AS tersebut. Presiden Turki Tayyip Erdogan juga menyatakan sangat berbahaya jika itu dilakukan AS. Menlu RI Retno Marsudi juga menyatakan bahaya jika AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Untuk mengetahui sejarah kota Yerusalem dan mengapa Presiden AS Donald Trump membuat kebijakan baru itu, mari kita lihat secara singkat sejarah dan latar belakang kota Yerusalem tersebut.

Banyak yang mengatakan bahwa tidak ada kota sekontroversial kota Yerusalem. Yerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali.

Kota Yerusalem didirikan tahun 4500--3500 sebelum Masehi. Arti kata Yerusalem sendiri terkait dengan damai atau salam atau shalom. Di abad ke 12 sebelum Masehi, Yerusalem telah menjadi kota yang sangat penting terutama dalam hubungannya dengan Mesir.

Tahun 925 Sebelum Masehi  Raja Firaun Sheshonk I disebutkan menginvasi kota Yerusalem. Kemudian Yerusalem menjadi ibu kota Yehuda (Juda) selama 400 tahun. Bagi orang Israel kota Yersualem itu menjadi kota suci karena memiliki Kubah Suci untuk memuji Tuhan. Kemudian Yerusalem pernah dikuasai kerajaan Babilonia dan Persia (sekarang Irak atau  Iran) sekitar tahun 597 Sebelum Masehi.

Saat Alexander Agung menundukkan Kerajaan Persia, maka kota Yerusalem juga berada dibawah kekuasaan Yunani.

Tahun 37 Sebelum Masehi raja Herodes Agung dari Israel menguasai Yerusalem. Tahun 6 Setelah Masehi, kota Yerusalem diikuasai oleh kerajaan Romawi dengan mempertahankan raja Israel sebagai wakil kerajaan Romawi. Tahun 66 M rakyat Yahudi melakukan pemberontakan melawan kekuasaan Romawi, namun berhasil ditumpas tentara Romawi.  

Di awal abad pertama, kota Yerusalem menjadi penting bagi orang Kristen karena disebutkan bahwa Yesus lahir, hidup dan mati di sekitar kota Yerusalem.

Konon kota tua Yerusalem saat ini dibangun oleh Kaisar Romawi Hadrian pada abad ke 2 Masehi, yang dimaksudkan sebagai kota biasa/sekuler yang tidak ada kaitan dengan agama.

Tanggal 9 Desember 1917 Kekaisaran Ottoman dari Turki menyerahkan kota Yerusalem kepada Inggris.

Bagi umat Islam kota Yerusalem juga dianggap penting karena Nabi Muhammad naik ke sorga dari kota Yersualem Isra Misraj. Tahun 638 M kota Yerusalem menjadi kalifah Arab. Hingga tahun 1099 kota itu masih dikuasai Islam. Bahkan mesjid Al-Aqsa dibangun di zaman itu. Tahun 1033, gempa bumi terjadi yang merusak mesjid Al-Aqsa.

Tahun 1517 kota Yerusalem diambilalih oleh Kekaisaran Ottoman dari Turki.

Tahun 1700 kelompok Yahudi kembali membangun sinagog (tempat ibadah agama Yahudi) di kota Yerusalem, namun kemudian hingga tahun 1948 katanya dirusak oleh kelompok Arab. Tahun 2010 kemudian sinagog itu dibangun kembali.

Tanggal 29 November 1947, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) menyetujui agar kota Yerusalem dibagi untuk dua negara: satu untuk Yahudi dan satu lagi untuk Arab. Sayangnya hingga hari ini proses pembentukan dua negara damai yang hidup berdampingan itu belum terwujud.

Setelah perang Arab Israel 1948, Yerusalem dibagi menjadi dua bagian. Bagian Barat dikuasai oleh Israel, sedangkan bagian Timur hingga kota tua dikuasai oleh Yordania.

Tanggal 23 Januari 1950, DPR Israel (the Knesset) mengeluarkan resolusi yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Saat Perang Enam Hari tahun 1967, tentara Israel menguasai kota Yerusalem Timur.

Jadi pernyataan Presiden Donald Trump bulan Desember 2017 merujuk pada keputusan Parlemen Israel tahun 1950 yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun setelah pernyataan kontroversial Trump itu muncul berbagai komentar.

Sebelumnya tidak ada yang membicarakan tentang kota Yerusalem yang merupakan kota penting dan suci bagi agama Islam, Yahudi, dan Kristen itu. Mengapa pula isu ini tiba-tiba muncul? Patutkah kita merenungkannya lebih dalam lagi?