Mohon tunggu...
Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto Mohon Tunggu... Ingin menjadi Pembelajaryang baik

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitkan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pak Jokowi, Hidup Manusia Indonesia Hanya Ranking 108!

10 Desember 2014   09:38 Diperbarui: 17 Juni 2015   15:38 235 4 5 Mohon Tunggu...

Karena kecintaan terhadap pemerintahan Jokowi dan JK, maka informasi penting ini disampaikan. Dengan segala kelebihan yang dimiliki negara kita, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menempatkan Indonesia yang kini dipimpin oleh Presiden Jokowi dalam ranking nomor 108 dari 187 negara yang diukur dan didasarkan pada Indeks Pembangunan Manusia.

Kita tidak tahu apakah harus peduli dengan urutan tersebut, tapi sebagai sekadar perbandingan, berarti Indonesia jauh di bawah Australia yang merupakan urutan ke-2, Singapura yang urutan ke-9, dan Malaysia urutan ke-62.

Laporan terakhir dikeluarkan tanggal 24 Juli 2014 (tahun ini) dan pengukuran dilakukan berdasarkan data tahun 2013, jadi sebelum Jokowi menjadi presiden. Perlukah pemerintah Jokowi memperbaiki urutan Indonesia dari nomor 108 tersebut menjadi dua dijit misalnya?

Disebutkan bahwa urutan atau pengukuran ini dilakukan berdasarkan ketidakadilan di berbagai bidang. Kalau makin adil, berarti keadaan negaranya makin baik. Walaupun Indonesia bukan negara yang terburuk, tapi ada baiknya agar Indonesia bisa berupaya seoptimal mungkin agar bisa sebaik Malaysia di urutan ke-62. Urutan yang paling tinggi yakni yang dimiliki Norwegia berarti di sana tidak ada lagi ketidakadilan (inequality).

Di bidang kesehatan misalnya usia rata-rata penduduk Indonesia hanya berusia  71 tahun sementara di negeri lain sudah 90 tahun. Di bidang pendidikan rata-rata orang Indonesia hanya bersekolah selama 8 tahun, sementara di negara lain sudah mencapai 16 tahun. Tingkat keadilan (kesamaan tanpa kesenjangan) Indonesia hanya mendapat nilai 0,5; sangat rendah karena kesenjangan sangat besar. Angka kemiskinan mencapai 5,9% dari seluruh penduduk atau sekitar 15 juta jiwa, artinya lebih banyak dari seluruh penduduk Jakarta.

Secara realistis Indonesia tidak mungkin menjadi urutan ke-9 seperti Singapura oleh pemerintahan Jokowi-JK walaupun sudah "jungkir balik" siang malam.

Walaupun sakit hati membacanya dan selalu di bawah Malaysia dan Singapura, namun urutan itu kelihatannya tidak jauh dari kenyataan. Yang kaya terlalu kaya di Indonesia, dan yang miskin terlalu miskin. Kesengajaan pemerintah Jokowi untuk hidup sederhana merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi ketidakadilan itu.

Sikap ibu negara Iriana yang tidak pakai Instagram (berbeda dengan sebelumnya) juga merupakan langkah penting untuk menurunkan perbedaan yang sangat tajam antara ibu pejabat di Jakarta dan ibu penjual ombus-ombus di Siborong-borong yang tidak memiliki komputer atau antara orang kaya dan miskin di Indonesia.

Pak Jokowi dan Pak JK, tolonglah agar indeks pembangunan manusia Indonesia bisa membaik dari urutan ke-108 di tahun 2013 menjadi di bawah 100 tahun depan!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x