Mohon tunggu...
Jihan Fauziah
Jihan Fauziah Mohon Tunggu... Lawyer / Blogger / Ibu satu anak

https://www.jihanfauziah.com IG : j.jihanfauziah

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

KKN di Desa Mandangin: Pengalaman Hidup Susah Tanpa Air Tawar hingga Manfaatkan Air Hujan

12 September 2019   17:42 Diperbarui: 14 September 2019   15:08 0 2 1 Mohon Tunggu...
KKN di Desa Mandangin: Pengalaman Hidup Susah Tanpa Air Tawar hingga Manfaatkan Air Hujan
dokpri

Belakangan warga net heboh dengan cerita KKN di Desa Penari. Kehebohan tersebut juga dimanfaatkan beberapa brand untuk mempromosikan produknya berkaitan dengan kebutuhan KKN seperti listrik, jasa pos, infrastruktur, dan lain sebagainya. Tidak hanya perusahaan swasta, beberapa BUMN juga turut membuat poster KKN ala brand mereka. 

Viralnya cerita KKN di Desa Penari, seolah menjadi momentum besar para social media marketing untuk turut serta mempromosikan produk mereka. Selain karena cerita mistisnya, lokasi KKN yang disamarkan mampu memancing warga net menjadi penasaran. 

Menyimak kehebohan warga net di berbagai linimasa sosial media, saya menjadi teringat cerita KKN saya di Pulau atau Desa Mandangin pada tahun 2014 silam. Saya jadi berpikir, kira-kira kalau saya tulis ceritanya, apakah bisa seheboh cerita KKN di Desa Penari juga ya? 

Sekilas Tentang Pulau Mandangin

dokpri
dokpri
Kalau teman-teman kompasiner mendapat kesempatan berkunjung ke Pulau Madura, sisihkan waktu luang satu malam untuk mengarungi Selat Madura dan temukan satu pulau nan indah disana. Saya sarankan untuk menginap agar bisa mendalami kehidupan penduduk sekitar dan menikmati panorama pantai pasir putih yang menawan. 

Jangan lewatkan pula berkeliling seluruh pesisir Pulau Mandangin cukup dengan berjalan kaki. Sambil menikmati pemandangan dan sesekali berdialog dengan penduduk sekitar. Saya jamin tidak akan terasa pegal di kaki. 

Petualangan dimulai dari Pelabuhan Tanglog, yang letaknya di pusat Kecamatan Sampang Pulau Madura. Ya, karena Desa Mandangin ini masuk dalam wilayah Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Pulau Madura. Nama Mandangin menjadi nama pulau sekaligus nama desa yang terdiri dari tiga dusun, Dusun Timur, Dusun Tengah, dan Dusun Barat. 

Dari Pelabuhan Tanglog kita mengarungi Selat Madura dengan perahu nelayan. Durasi waktu tempuh paling cepat sekitar setengah jam. Bisa lebih lama jika perahu karam. Jadi hati-hati, pertimbangkan untuk menambah waktu cadangan. Saya pribadi pernah terapung-apung di atas perahu, dengan posisi di tengah lautan nyaris sampai lima jam.

Kecilnya Pulau Mandangin, membuat kita sanggup berkeliling seluruh pesisir dengan jalan kaki. Sesuai data yang ada di Kantor Kecamatan Sampang, Pulau Mandangin memiliki luas 1.650 km2. Sedangkan jumlah penduduk sekitar mencapai 20.000 (duapuluhribu) jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa Pulau Mandangin tergolong pulau yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Terang saja, rumah-rumah disana berjajar begitu rapat. 

Oh ya, jangan berharap ada hotel disana. Karena memang jarang orang yang menjadikan Pulau Mandangin sebagai destinasi wisata. Sebagai pengunjung, kita bisa memilih menginap di rumah penduduk yang mana. Kalau waktu KKN saya dulu, bisa menginap di rumah Kepala Desa jika kita memilih tinggal di Pulau Mandangin bagian Timur. Atau di rumah salah satu kyai terkemuka disana, jika memilih tinggal di Pulau Mandangin bagian barat.

Cerita KKN, Hidup tanpa Sumur Air Tawar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3