Politik

Gatot Pensiun Parpol Mulai Pasang Aksi

7 Desember 2017   09:52 Diperbarui: 7 Desember 2017   10:11 510 0 0
Gatot Pensiun Parpol Mulai Pasang Aksi
www.viva.co.id

pagi ini saya dikejutkan dengan sebuah berita di telivisi yang tidak saya duga sebelumnya yaitu mengenai pensiunnya panglima TNI jend. gatot nurmantyo yang akan pensiun pada maret 2018 mendatang. untuk menggantikan posisi panglima TNI sudah ada calon tunggal yang bernama Hadi Tjahjanto dan beliau sudah menjalani tahapan-tahapan tes propertes.

nama gatot nurmantyo mulai tenar menghiasi berita-berita tanah air sejak mencuatnya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan gubernur DKI, statement-statement yang secara pribadi saya anggap berbau politik turut mewarnai kiprahnya di media telivisi. setelah selesai kasus ahoh sang gatot tampil lagi di layar media dengan komentar-komentar mengenai kriminalisasi ulama yang marak, walaupun setiap orang bebas berpendapat tetapi memandang kapasitasnya sebagai panglima TNI atau pelindung NKRI, dengan mengeluarkan pendapat yang menurut saya menyindir dan menjatuhkan citra pemerintah membuat kondisi Indonesia terutama lembaga TNI dan POLRI terlihat rentan.

seperti kita tahu sebagian besar parpol terutama oposisi pemerintah sangat menyukai gatot karena pendapat-pendapatnya di media selalu berpihak pada mereka atas aksi-aksi yang terjadi belakangan ini. gatot akan pensiun maret 2018, artinya per april 2018 gatot akan menjadi sipil dan orang sipil boleh bergabung dengan partai politik atau mendirikan partai politik. saya menduga kalau pensiunnya sang jendral ini sangat dinantikan oleh parpol-parpol oposisi sehingga mereka bisa merekrut gatot masuk ke dalam partainya dengan iming-iming calon wakil presiden pada pemilu 2019.

meski masih 2 tahun lagi, masuknya gatot dalam sebuah parpol akan mendongkrak popularitas parpol dan tingkat elektabilitasnya apalagi kalau selama 2 tahun itu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk membangun citra positif gatot di masyarakat sehingga menjadi modal kuat memenangkan pemilu 2019.

indonesia adalah negara demokrasi jadi yang akan menang adalah yang bisa mengambil hati rakyat, mungkin sekarang ini jokowi masih menjadi calon kuat 2019 sebagai petahana, tetapi karena politik itu bersifat dinamis maka tidak bisa menebak elektabilitas seseorang di masa yang akan datang, yang sekarang tinggi bisa saja jatuh, atau sebaliknya. contoh nyatanya adalah pemilu DKI dimana saat sebelum terjadinya kasus penistaan agama ahok memiliki tingkat elektabilitas lebih dari 60%, tetapi ketika ahok terjerat kasus penistaan agama yang menyakiti umat islam mayoritas ditambah dengan kampanye anti ahok maka elektabilitas ahok yang semula 60% turun drastis menjadi 48% saja.

jadi siapa yang berhasil merekrut gatot dalam partainya maka akan memiliki modal kuat untuk memenangkan pemilu 2019, apakah gerindra, demokrat, PKS, PAN, Golkar, dll.