Mohon tunggu...
Jhon Hendri
Jhon Hendri Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Jh21

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Batik Kuantan Singingi

17 Oktober 2021   23:11 Diperbarui: 17 Oktober 2021   23:21 184 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Batik Kuansing Menuju Puncak Kejayaan, di Masa Bupati Andi Putra

Kuansing. Senyum Sumringah para ibu -ibu 45 tahun yang sudah mempersiapkan diri dari pagi -- pagi tepatnya tanggal 12 Oktober 2021 di Lapangan Limuno Kota Teluk Kuantan, sudah terbayar sebab 12 Oktober akan menjadi hari bersejarah bagi para ibu -ibu paro bayah tersebut, selain itu tanggal 12 Oktober merupakan lahirnya Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing ), Riau setelah usai melepaskan diri dari Kabupaten Induk Indragiri Hulu.

Kegembiraan para wajah -wajah Wanita yang merindukan kesuksesan itu disebabkan datangnya Pemimpin tertinggi di negeri Jalur Pemilik moto Basatu Nagori Maju yakni Andi Putra Bupati Kuantan Singingi dan Suhardiman Amby Wakil Bupati Kuantan Singingi beserta pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Andi putra langsung menyapa dengan wajah tersenyum penuh keramahan, "apa kabar pengusaha Batik Kuansing "? tanya orang nomor satu di Kuansing itu.

Dengan semangat serta tersirat sebuah keoptimisan di wajah mereka, kenapa tidak Andi Putra menyebut mereka dengan kosa kata Pengusaha. " Alhamdulillah Baik Bapak bupati sahut mereka.

Bagaimana orderan Batik Kuansing saat ini..? tanya Andi Putra

Hampir serentak Perempuan -perempuan yang mengenakan pakaian bercorak dengan ragam dan motif yang berpariasi yang menambah kemolekan dan wibawahnya sebagai seorang perempuan dewasa tersebut menjawab, "Alhamdulilah bapak bupati, sejak adanya intruksi bapak ( Bupati Kuansing ) terkait setiap ASN ( Pegawai Negeri Sipil ) dan Honorer di Lingkungan Pemda Kuansing di wajib kan setiap hari kamis memakai pakaian batik Kuansing, maka orderan atau Pesanan pembelian bahan baju batik sangat meningkat drastis", sebut meraka.

Rupanya para ibu -ibu yang kelihatan masih anggun dan cantik dengan stail batiknya, meski sudah berkepala empat tersebut adalah pengusaha - pengusaha rumah batik di Kuantan Singingi yang sedari pagi mendirikan tenda atau stand Pameran Batik Kuantan Singingi di Hari Ulang Tahun Kabupaten Kuantan Singingi ke 22.

Penasaran dengan sumringah para penunggu stand, penulis memberanikan diri dengan memberikan pertanyaan kepada salah seorang Penunggu Stand yang bernama Neni Triani, di perkirakan usianya tidak akan lebih dari 40 tahun, memiliki perawakan tubuh gempal tinggi lebih kurang 160 cm kulit tidak hitam -- hitam amat.

Dikerumanan para pejabat dalam stand pajangan kain -kain baju batik dengan beragam warna, serta corak, motif batik Kuansing yang terpajang. Kesibukan terlihat saat para ibu -ibu penjaga stand menjawab dan memberikan pelayanan kepada para pejabat yang mengiri bupati Kuansing tersebut

Ada yang sibuk melihat, memilih, dan bercengkrama mempertanyakan motif serta ada juga yang kedengaran mengorder kain baju batik untuk kantor, komunitas dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan