Mohon tunggu...
Jauharhotin Munita
Jauharhotin Munita Mohon Tunggu... Dimana ada nama, disitu ada makna.

Apalah arti sebuah cangkir untuk menampung samudera

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Merenung Saat Sakit

17 November 2019   00:03 Diperbarui: 17 November 2019   00:07 68 1 0 Mohon Tunggu...

PRAK.!!

Sebuah handphone telah meluncur jatuh ke lantai dari genggaman tangan seorang gadis belia usia 20tahun. Perempuan ini tak kuasa menahan emosi memandang foto bergambar perahu berbaris apik dibibir pantai, diikuti foto berdua dia dengan kekasihnya telah berhasil menyibak kenangan 6 bulan lalu. .

Barangkali itu adalah kenangan manis terakhir yang diukirnya sebelum masuk rumah sakit. Ia menemukan cermin di samping tangan kanannya dan memandangi wajahnya sendiri. Dalam hati ia bergumam "Mengapa makin hari kedua mataku semakin menonjol seperti alien?"

Gejala penyakit ini memang membuatnya makin terasing dari keadaan manusia normal. Belum sempat ia menangis, dikejutkan oleh suara seorang suster yang masuk kedalam ruangan dengan mendorong kursi roda.

"Mbak, mari diantar keruangan untuk periksa detak jantung" katanya sambil senyum ramah..

Tidak menjawab perkataan suster , Ia langsung duduk dikursi roda, sambil mengusap2 kedua matanya yg sedang berkaca2.

Belum genap sehari Ia berada di Rumahsakit katolik yang beraksen bangunan belanda itu, Rasanya sudah menyiksa seluruh raga dan batin. Suster mengantarnya ke ruangan pemeriksa jantung, dimana membuat perempuan muda remaja akhir ini berdebar-debar tak karuan. Karena rasanya belum siap menghadapi minggu depan untuk menjalani operasi besar.

"Mbak, silahkan ganti sebelah sini ya" Kata suster dengan menunjuk ruangan dipojok depan

Perempuan itu tidak menunjukkan kata ataupun gerak tubuh yang menandakan setuju, dengan mengusap airmata langsung Ia duduk dikursi roda, Ia baru sampai ruang rawat inap dan baru pakai gelang pasien warna pink dengan bertulis nama lengkap Jhey Munita, resmi sudah Ia jadi pasien di Rumah Sakit Khatolik William Booth surabaya.

Sampai di ruang pemeriksa jantung,  Ia disuruh suster ganti baju seperti baju operasi namun ia sengaja berlama-lama diruang ganti karena Ia takut, mungkin jika tidak dikejutkan oleh ketukan oleh suster, untuk memintanya segera masuk dalam ruangan periksa jantung, Ia tidak akan keluar dari ruang ganti.

"Selamat siang Mbak, mohon maaf  bisa dibuka bajunya Mbak. anggap saja Saya bapak sendiri ya Mbak" Sapa Bapak petugas yang akan memeriksa detak jantung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x