Mohon tunggu...
Jessyka Malau
Jessyka Malau Mohon Tunggu... Psikolog Klinis

Penikmat musik dan kopi hitam

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Belajar dari Seleksi CPNS 2018, Jangan Sepelekan Hal Kecil

17 Oktober 2018   19:56 Diperbarui: 21 Oktober 2018   15:26 0 7 0 Mohon Tunggu...
Belajar dari Seleksi CPNS 2018, Jangan Sepelekan Hal Kecil
Ilustrasi: kaltim.tribunnews.com

"Orang bisa jatuh bukan karena batu besar, tetapi karena kerikil kecil" . Demikian salah satu kalimat bijak yang sering didengung-dengungkan. Bahkan, saya kerap kali mendengarnya dari orangtua maupun guru sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Belakangan ini, saya menjadi semakin mengamininya.

Selama satu minggu terakhir, saya diberikan tugas tambahan menjadi tim verifikator di instansi pemerintahan tempat saya bekerja. Saya bertugas untuk melakukan verifikasi berkas atau dokumen yang diunggah para pelamar CPNS berdasarkan syarat pendaftaran di laman SSCN. Suasana ini mengingatkan saya kembali pada pengalaman saat mengikuti seleksi CPNS 2017. Sungguh, tak terasa waktu begitu cepat berlalu!

Proses verifikasi berlangsung dengan gejolak. Saya menemukan beberapa pelamar yang mengunggah berkas tidak sesuai dengan persyaratan di pengumuman. Bukan hanya satu atau dua orang pelamar saja, melainkan hampir 20% dari jumlah total pelamar. 

Misalnya saja, bila ada 20.000 orang pelamar di satu Kementerian/Lembaga, maka sekitar 4.000 orang (20%) tidak lulus hanya karena administrasi yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Padahal, seleksi ini adalah pintu pertama untuk dapat lanjut ke tahap berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Maka bisakah Anda bayangkan, betapa pentingnya seleksi administrasi ini untuk kelulusan seorang pelamar CPNS!

Meskipun demikian, proses penting ini tampak diabaikan. Beberapa contoh perilaku para pelamar CPNS yang salah dalam mengunggah berkas justru membuat saya sebagai verifikator merasa gemas. Spontan muncul pertanyaan dalam hati, "Duh, sayang sekali. Kok bisa ya, begini? Padahal pelamar lainnya bisa sesuai syarat."

Saya pun menerka-nerka, mungkin para pelamar CPNS  terdesak dan terburu-buru saat mengunggah berkas sehingga mereka menjadi bingung, kurang fokus dan kurang teliti. Mungkin juga, koneksi internet yang tidak stabil juga semakin menambah kegelisahan dan kekuatiran mereka.

Demi mengulik teka-teki ini, saya pun mengajak beberapa rekan verifikator lainnya untuk berdiskusi. Alhasil, kami merumuskan ada tiga penyebab kecil dan sederhana sekali yang membuat pelamar tidak memenuhi syarat seleksi administrasi, antara lain:

1. Kurang teliti membaca pengumuman

Di dalam pengumuman, jelas tertulis bahwa pelamar harus mengunggah "Asli Surat Keterangan Sehat dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas". Faktanya, saya menemukan beberapa pelamar yang mengunggah berkas Surat Keterangan Sehat dari Dokter dari Rumah Sakit/Klinik Swasta dan laboratorium. Berkas tersebut secara otomatis membuat pelamar Tidak Memenuhi Syarat (TMS)

Selain itu, syarat penting lainnya adalah pelamar mencantumkan "Fotokopi Surat Keterangan Akreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi saat kelulusan" (Bagi yang tidak tercantum di ijazah atau transkrip nilai)". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x