Mohon tunggu...
Jeremia Kevin Setiawan
Jeremia Kevin Setiawan Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Opini

Jeremia Kevin Setiawan (Simanjuntak) adalah seorang Indonesia berdarah Batak Toba yang memiliki hobi menulis pendapat maupun pemikirannya mengenai banyak hal.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

2020, Sebuah Panggilan untuk Menjaga Hidup

5 Mei 2020   20:15 Diperbarui: 5 Mei 2020   20:30 235
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ashraf Sinclair, Didi Kempot, Glenn Fredly dan Kobe Bryant: mereka yang secara mengejutkan wafat di tahun 2020.

Satu Benang Merah yang Sama

Banyak orang akhirnya berpikir bahwa tahun 2020 adalah tahun terkutuk. Banyak juga orang berpikir bahwa tahun 2020 adalah "annus horribilis" alias tahun yang buruk. Bahkan pemusik Fiersa Besari dalam sebuah twitnya menyebut secara vulgar bahwa 2020 adalah "tahun paling anjing" meskipun ia juga mengajak para pengikutnya di Twitter untuk tetap menyikapi tahun 2020 dengan baik karena masih terlalu dini untuk menilai buruk tahun 2020 yang baru menginjak bulan kelimanya.

Meskipun demikian, saya menangkap satu benang merah dibalik seluruh kejutan menyedihkan yang terjadi hingga pada saat saya menulis tulisan ini yang saya sebutkan sebelumnya. Seluruh kejadian tersebut melibatkan wafatnya banyak manusia. Mereka yang meninggal akibat banjir di Jakarta, kebakaran lahan di Australia maupun karena pandemi covid-19 merupakan orang-orang yang dikasihi oleh keluarga, baik itu suami, istri, orang tua, anak-anak maupun cucu mereka. Kobe Bryant, Gianna Bryant, Ashraf Sinclair, Glenn Fredly dan Didi Kempot tidak hanya dicintai oleh keluarga dan sahabat mereka tetapi juga dikagumi oleh banyak penggemarnya di manapun mereka berada atas karya mereka selama mereka hidup.

Tidak hanya sampai di situ. Wafatnya orang-orang dalam sejumlah peristiwa tersebut juga mengingatkan kita bahwa hidup manusia hanya sementara. Kematian manusia masih merupakan sebuah misteri yang sampai sekarang masih belum diketahui kapan dan bagaimana itu akan terjadi di setiap manusia. 

Kobe Bryant dan Gianna Bryant meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter. Glenn Fredly meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit Meningitis yang dideritanya. Ashraf Sinclair dan Didi Kempot secara tiba-tiba karena penyakit yang berkaitan dengan jantung yang secara tiba-tiba menyerang mereka. Mereka yang saya sebutkan tadi juga memiliki satu kesamaan, yakni tidak memiliki kesempatan untuk hidup sampai umur lanjut.

Menjaga Hidup

Serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan membuat saya teringat dengan monolog seorang komedian dan pembawa acara kondang Amerika Serikat Ellen DeGeneres dalam program gelar wicaranya "The Ellen DeGeneres Show" yang direkam pada tanggal 27 Januari 2020, sehari usai peristiwa tewasnya Kobe Bryant dan Gianna Bryant, dan ditayangkan di layar kaca Amerika pada tanggal 28 Januari 2020, dua hari setelah peristiwa tersebut.

Dalam monolognya, sambal menangis DeGeneres menyatakan kepada penontonnya bahwa "Hidup ini singkat dan rapuh, dan kita tidak tahu berapa banyak ulang tahun yang kita miliki. Jadi kita tidak perlu memiliki ulang tahun untuk dirayakan. Cukup rayakan hidup." DeGeneres juga menambahkan bahwa "Jika anda belum menyatakan kepada seseorang bahwa anda mencintai mereka, lakukan sekarang. Ceritakan kepada orang-orang anda mencintai mereka. Hubungi teman anda. Kirim pesan kepada teman anda. Peluk mereka. Cium mereka."

Apa yang disampaiakan Ellen DeGeneres membuat saya ikut merenung. Saya berpikir bahwa memang merayakan hidup adalah hal yang wajib kita lakukan di saat kita tidak tahu kapan dan bagaimana hidup kita akan berakhir. Tetapi berkaca dari wafatnya Ashraf Sinclair, Didi Kempot dan Glenn Fredly, saya berpikir ada hal yang juga perlu dilakukan selain merayakan hidup, yakni menjaga hidup. Jika saya tidak bisa mengatakan bahwa menjaga hidup lebih penting dari merayakan hidup, saya akan mengatakan bahwa menjaga hidup adalah hal yang sama pentingnya dengan merayakan hidup.

Saya berpikir bahwa merayakan hidup seperti yang disampaikan oleh Ellen DeGeneres, baik secara fisik maupun secara virtual, juga membutuhkan tubuh dan pikiran yang baik. Mungkin kita terkadang lupa menjaga tubuh dan pikiran kita sebaik-baiknya. Mungkin karena merayakan hidup bersama orang lain kita lupa menjaga tubuh dan pikiran kita sendiri. Tidak menutup kemungkinan juga kita lupa menjaga tubuh dan pikiran kita sendiri ketika kita terus berusaha untuk menyenangkan diri kita.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun