Mohon tunggu...
JepretPotret
JepretPotret Mohon Tunggu... Menjepret Memotret

perfer et obdura dolor hic tibi proderit olim

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Tanggap Darurat Kecelakaan Transportasi Pembawa Limbah Radioaktif

31 Desember 2018   22:59 Diperbarui: 31 Desember 2018   22:59 0 0 0 Mohon Tunggu...
Tanggap Darurat Kecelakaan Transportasi Pembawa Limbah Radioaktif
Foto: JepretPotret

Pagi itu 6 Desember 2018 selewat pukul 07.00 WIB, tibalah diriku di gerbang utama Kawasan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (Puspiptek) Serpong Tangerang Selatan. Setelah laporan ke petugas keamanan mengenai destinasi yang dituju, kulanjutkan dengan berjalan kaki ke arah Gedung Puslitbang KLHK dan Dewan Riset Nasional (DRN).

Setelah melewati kawasan Gedung Puslitbang KLHK dan DRN, tibalah di pertigaan Jalan Teknologi II yang terhampar sebuah lapangan hijau dengan aneka tanamannya. Dalam kesejukan udara pagi itu, kulihat dari arah kawasan DRN dan Puslitbang KLHK melintas sebuah kendaraan pickup Toyota Hillux berwarna biru.

Seusai melintasi pertigaan jalan raya, entah mengapa tanpa terduga Toyota Hillux telah bertabrakan dengan sesamanya namun beda generasi, yakni Toyota Kijang era 90-an. Tak pakai lama telah ada petugas sekuriti Puspiptek yang sigap mendatangi tempat kejadian perkara.


Dari radio komunikasi petugas sekuriti, diketahui bahwa Toyota Hillux merupakan kendaraan pembawa limbah radioaktif yang sedang menuju Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di dalam kawasan Puspiptek. Petugas keamanan Puspiptek pun segera memasang garis pembatas keamanan.

Tak pakai lama terdengar mobil Ambulans milik BATAN, yang datang dengan tim evakuasi/penyelamat. Tim penyelamat dari BATAN ini berusaha mengevakuasi sopir dan penumpang dari kedua kendaraan nahas tersebut. Namun tiba-tiba terdengar suara ledakan keras, dimana api dan asap sempat membumbung tinggi. Petugas keamanan dan tim penyelamat sempat bertiarap sesaat.

Tim penyelamat BATAN pun rehat sejenak untuk menggunakan pakaian lengkap dengan masker khususnya. Tak lama kemudian Tim Pemadam Kebakaran Puspiptek dan Tim Petugas Proteksi Radiasi (PPR) BATAN telah tiba di lokasi kejadian. Lalu tim penyelamat berusaha kembali mengevakuasi sopir Toyota Hillux yang masih tergencet dan terkapar di dalam mobil. Akhirnya kedua sopir dan satu penumpang berhasil dievakuasi.

Sementara itu tim Pemadam Kebakaran mulai menyemprotkan air ke lokasi sumber ledakan dan sekitarnya. Tak pakai lama terdengar sirine dari iring-iringan kendaraan miliiter. Ada yang bertukiskan KiZiNubika, Unit Dekontaminasi Zeni TNI-AD,serta KBRN Direktorat Zeni TNI-AD. Para prajurit dari satuan militer penanggulangan bahaya nuklir, biologi, kimia (nubika) ini, segera menggelar terpal dan berbagai perlengkapan khasnya.


Sementara ketiga korban mendapatkan pemeriksaan intensif dari Tim PPR BATAN, untuk mendeteksi tingkat paparan radiasi dari zat limbah radioaktif yang sempat bocor tersebut. Seusai pemeriksaan dan perawatan intensif, korban segera dimasukan ke dalam mobil ambulans.

Namun ambulans milik BATAN harus berdiri di atas terpal, untuk terlebih dahulu mengalami pembersihan diri dari Tim Unit Dekontaminasi Zeni TNI-AD. Ambulans disemprotkan cairan pembersih oleh beberapa prajurit Kompi Zeni Nubika (Kizinubika) TNI-AD, untuk menghilangkan sisa paparan limbah radioaktif yang mungkin masih menempel.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x