JepretPotret
JepretPotret Menjepret Memotret

IF..Then...Else....END IF

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Ketika Sang Raksasa Malu Besar

15 Mei 2018   11:20 Diperbarui: 15 Mei 2018   11:49 700 0 0
Ketika Sang Raksasa Malu Besar
Gambar:Twitter @Bundesliga_EN

Joshua Kimmich mengejutkan publik Santiago Bernabeu, dengan gol cepatnya di menit ke-3 dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munich pada 1 Mei 2018 lalu. Kemudian terjadi dua gol balasan dari Karim Benzema (11', 46'), yang lalu dapat disamakan kembali oleh James Rodriguez (63'). 

Skor yang berakhir 2-2, akhirnya menggagalkan upaya Bayern Munich menuju Kyiv. Kalah agregat gol 3-4, setelah takluk 1-2 dalam leg pertama di Allianz Arena. Benar-benar tidak untuk saat ini, untuk dapat meraih gelar Treble seperti di tahun 2012.

Namun Die Rotten tetap perkasa dalam lanjutan kompetisi Bundesliga. Empat hari kemudian, tuan rumah FC Koln berhasil ditekuk 1-3. Setelah dikejutkan gol bunuh diri Niklas Sule (30'), tiga gol berhasil dilesakkan oleh James Rodriguez (59'), Robert Lewandowski (61'), Corentin Tolisso (78'). 

Akhirnya laga pamungkas Bundesliga bagi Bayern Munich pada 12 Mei 2018, ditantang oleh VfB Stuttgart di Allianz Arena. FC Hollywood menggunakan kostum (jersey) anyarnya, dimana seusai pertandingan akan dilakukan selebrasi akbar kampiun Bundesliga yang telah tersegel.

Namun di tribun penonton, ada spanduk yang bernada protes terhadap jersey utama yang berwarna merah dengan celana berwarna biru navy. Pertanda apakah ini?

Sempat dikejutkan gol cepat Daniel Ginczek (5'), lalu berhasil dibalas oleh Corentin Tolisso (21'). Namun kemudian Sven Ulreich harus kembali memungut bola sebanyak tiga kali di jalanya. Anastasios Donis (42'), Daniel Ginczek (55'), Chadrac Akolo (52'), melengkapi kemenangan 1-4 Stuttgart atas tuan rumah Bayern. 

Foto:Twitter @FCBayernEn
Foto:Twitter @FCBayernEn
Foto:Twitter @FCBayernEn
Foto:Twitter @FCBayernEn
Kekalahan besar yang mengejutkan, yang mana biasanya justru sang raksasa-lah dapat membantai lawan-lawannya dengan skor besar baik di kandang sendiri maupun kandang lawan. Dapat malu besar di kandang sendiri dan selebrasi kampiun Bundesliga menjadi ternoda.  

Namun Jupp Heynckes menjanjikan permainan yang berbeda saat menghadapi Eintracht Frankfurt, dalam Final DFB Pokal pada 20 Mei 2018 mendatang di Stadion Olimpiade Berlin. 

Sepertinya Heynckes harus berupaya menemukan formasi pertahanan yang tepat, menyusul terancam absennya bek tengah Mats Hummels pada partai final tersebut. Hummels boleh dibilang sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah mendapat kartu kuning dengan melakukan pelanggaran terhadap Donis, justru Hummels merasakan sakit pada kakinya. 

Sementara bek tengah Jerome Boateng sudah divonis absen hingga akhir musim. Bek tengah Niklas Sule yang terbilang sangat bugar, namun sering melakukan blunder gol bunuh diri.

Mudah-mudahan setelah mempersembahkan Trofi Kampiun Bundesliga, Jupp Heynckes dapat menutup kiprahnya dengan Trofi Kampiun DFB Pokal. 

#DankeJupp

Jupp Heynckes (Foto: Twitter@FCBayernEn)
Jupp Heynckes (Foto: Twitter@FCBayernEn)
Oh ya, ternyata penglihatanku dan perasaan hatiku tak jauh berbeda dengan kegundahan beberapa fans garis keras (ultras) Bayern Munich atas rilis jersey baru musim depan. Mereka membentangkan banner yang dapat dibaca:

"our club colors are red and white / what's up with this blue kit shite?"

Foto:Twitter@LovellLowDown
Foto:Twitter@LovellLowDown
Jersey baru musim 2018-2019 yang digunakan pertama kali dalam laga pamungkas musim 2017-2018 ini, justru memberikan kekalahan besar yang membuat malu besar. Inikah pertanda buruk musim baru yang akan segera disongsong?

Foto:Bongarts/GettyImages
Foto:Bongarts/GettyImages
Jadi teringat dengan jersey Bayern, dimana harus kalah menyesakkan dari FC Porto dalam Final Piala Champions 1987. Saat itu jersey berwarna merah dengan celana warna biru langit. Mungkinkah sejarah akan terulang kembali?