Muda

Yang Muda yang Mampu Melihat Peluang

19 Mei 2017   14:14 Diperbarui: 19 Mei 2017   16:21 50 0 0

Di Antara Kerja Keras dan Keberuntungan Melawan Kemampuan Melihat Peluang

Saya baru saja membaca dengan “merandom” halaman buku Ken, salah seorang pendiri Kaskus. Dalam halaman itu terdapat kisah yang cukup menarik antara Andres Darwis dan Alex.

Hubungan Andrew Darwis dan Alex menyadarkan saya bahwa kerja keras dan keberuntungan saja tidaklah cukup. Padahal Andrew Darwis memiliki keduanya !

Kerja Keras
 Andrew Darwis datang ke Amerika dengan dukungan finansial keluarga. Namun dengan tekat tidak lagi mau memberikan beban pada orang-tua, Darwis memutuskan mencari kerja dengan menjadi pemotong tomat di sebuah rumah makan. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan akhirnya diangkat menjadi seorang kasir.

Gaji Andrew yang sebelumnya 8 dollar per jam akhirnya naik menjadi 11 dollar per jam setelah bekerja pada sebuah agent properti. Ukuran gaji yang besar untuk orang Indonesia, namun sangat kecil untuk biaya hidup di Amerika.

Apalagi Darwis bercita-cita memiliki server sendiri untuk forum yang sedang dia bangun. Dana yang dibutuhkan adalah 30.000 dollar.

Keberuntungan
 Andrew Darwis yang sedang melihat-lihat lowongan kerja, melihat sebuah lowongan kerja untuk mengembangkan sebuah website bernama lyric.com (saya kurang ingat bagaimana penulisan nama webnya). Dalam wawancara tersebut, Darwis mendapat pertanyaan “Berapa besar gaji yang dia inginkan ?”. Dengan asal menjawab, dia menyebut angka 30.000 dollar per bulan.

Sebenarnya angka 30.000 dollar adalah angka yang terlalu besar, namun tidak disangka, Alex sang pemilik usaha menyetujui besaran angka itu. Darwis benar-benar kaget.

Tugas Andrew tidaklah berbeda dengan seorang data entry pada zaman sekarang. Andrew hanya diminta menyalin lirik lagu dari berbagai sumber dan dimasukkan pada web milik Alex.

Betapa beruntungnya Andrew Darwis !!!

Kemampuan Melihat Peluang
 Tentulah kita berpikir, siapakah sebenarnya Alex ini ? Mengapa dia mau membayar gaji sebegitu besarnya ?

Cerita bermula dari seorang pegawai biasa bernama Alex yang sedang mendengarkan radio dan mendengar sebuah iklan radio mengenai penjualan website kosong alias tidak ada isinya. Sebuah website bernama lyric.com (sekali lagi, saya lupa penulisan nama webnya).

Tanpa menunggu lama, Alex melihat ini sebagai sebuah kesempatan dan investasi. Dan langsung membelinya dengan harga yang cukup mahal.

Alex tidak tahu harus diapakan dan harus diisi apa web tersebut. Namun dia melihat begitu besarnya trafik pengunjung yang “nyasar” ke web tersebut ketika mencari lirik lagu. Tanpa menunggu lama, Alex mengisi webnya dengan lirik-lirik lagu.

Berapa pendapatan Alex dari webnya ? Andrew Darwis yang sedang diminta membereskan beberapa surat-surat menemukan bill berisi pendapatan Alex dari webnya. Ada 200.000 dollar per bulan didapatkan Alex dari webnya perbulan. Sementara Andrew hanya mendapatkan 30.000 dollar.

Kerja Keras + Keberuntungan + Kemampuan Melihat Peluang
Melihat semua pendapatan Alex, Darwis tentu saja karena dia hanya dibayar 30 ribu per bulan. Dengan niat kuat, Andrew akhirnya fokus kembali mengurus forum kaskusnya. Kerja kerasnya, ditambah keberuntungan seperti :

  • Mendapat pekerjaan bergaji sangat besar yang membantunya membeli server sendiri
  • Bertemu partner-partner yang handal dalam membangun website
  • Member-member awal di forum nya yang ternyata sangat aktif

Menjadikan Andrew membulatkan tekad untuk turut melihat peluang. Apalagi pangsa perforuman di Indonesia belumlah berkembang.

Dan voila, hasil gabungan semua itu menjadikan kaskus sebagai forum terbesar di Indonesia.

Berdasarkan kisah tersebut, cukup menarik untuk disimak bahwasanya, banyak orang yang sudah bekerja keras namun belum juga mendapatkan hasil terbaik. Banyak juga orang yang memiliki keberuntungan yang sangat besar belum juga mendapatkan hasil terbaik. Mengapa ?

Kalau boleh menjawab, menurut saya itu karena keberuntungan dan kerja keras masih merupakan batu mentah yang harus diolah dan diberdayagunakan dalam sebuah peluang.

Seperti halnya keberuntungan Indonesia yang memiliki lautan yang sangat luas dan kekayaan alam melimpah, ditambah pekerja yang jumlahnya besar dan banyak, serta etos kerja yang sebenarnya sangat tinggi. Namun mengapa masih tertinggal dari bangsa lain ?

Jawabannya adalah karena kita belum bisa melihat peluang dari nikmat-nikmat di atas. Banyak sekali hal-hal yang membutakan kita dari peluang seperti :

  • Keragu-raguan
  • Perselisihan atau pergolakan
  • Tidak berani “berjudi dengan nasib”

Ya, seperti Alex yang mau berjudi dengan membeli sebuah website, apakah kita juga mau berjudi saat sesuatu terlihat sebagai peluang ?