Mohon tunggu...
Jemie Simatupang
Jemie Simatupang Mohon Tunggu... Administrasi - Tuhan Bersama Orang-orang Yang Membaca

Pedagang Buku Bekas dari Medan

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

Ada Bento di Medan, Tanpa MSG, Tanpa Plastik

31 Januari 2020   15:20 Diperbarui: 31 Januari 2020   15:20 446 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
HokBen di Medan (Sumber Foto: medanreview.com)

BENTO ADALAH bontot. Jadi ini tak ada hubungannya sama sekali dengan lagu kritik sosial Iwan Fals, ya! Entah sebab apa, bahasa Jepang dan bahasa Medan untuk menyebut makanan bekal berupa nasi dan lauk pauk yang dibawa berpergian ini hampir sama. Mirip. Setidaknya ada ada tiga huruf yang sama: B, T, dan O, dengan pelafalan yang kedengaran tak jauh beda: bento, bontot!

Ahli linguistik mungkin punya dalil untuk menjelaskannya, tapi sembari dengan itu tampaknya sedap kalau sambil menyantap bontot kita, eh bento kita. Bagi yang tak sempat menyiapkan atau lupa membawa, bolehlah singgah ke HokBen, yang kini telah resmi buka di Medan, per Selasa, 28 Januari 2020 di Lantai 4, Sun Plaza.

HokBen atau dulunya bernama Hoka-Hoka Bento adalah restoran ala Jepang yang menyediakan bento. Walau bernama Jepang, HokBen adalah rumah makan asli Indonesia. Jadi, sajian yang disediakan sudah disesuaikan 100 prosen dengan selera Nusantara. Yang suka dengan Sushi dan Shabu-shabu, dua olahan makanan populer Jepang, boleh kecewa, karena memang tidak ada di restoran yang berlogo anak laki dan perempuan bernama Taro dan Hanako ini.

Pertama di Medan

WALAU baru kali pertama membuka cabang di kota bertajuk Paris van Soematra ini, tapi tampaknya orang Medan sudah akrab dengan HokBen. Misalnya saja, ketika para Blogger Medan diundang dalam acara lauching HokBen Senin (27/1) yang lalu, ada yang bertanya: "Jadi ini cabang HokBen yang keberapa di Medan, Kak?"

"Ini store yang ke 168, tapi untuk Medan baru ini yang pertama!" jawab Irma Wulansari, Divisi Komunikasi HokBen.

"Tapi nampaknya udah ada lah di Medan, yang di Lapangan Merdeka, bukan?" timpal yang lain yakin tak yakin, macam coba mengingat sesuatu.

"Bukan. Yang asli HokBen, baru yang ini saja. Yang mirip-mirip mungkin ada. Mungkin mengambil keuntungan dari kepopuleran nama HokBen. Tapi untuk merek dagang bento, cuma kami yang pegang," jelas Irma.

Keakraban orang Medan dengan HokBen itu mungkin karena branding kuat yang telah dibangun restoran ini. Tambah lagi misalnya tingginya tingkat berpergian atau jalan-jalan orang Medan, apa yang di lihat di Jakarta, mungkin di pikirnya itu di Medan. Irma juga menjelaskan banyak juga orang-orang dimana HokBen tidak ada di kotanya, ketika berada di Jakarta, menyempatkan diri singgah ke HokBen Gambir sekedar untuk menikmati bento yang menjadi kesukaannya.

Tanpa MSG, Tanpa Plastik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kuliner Selengkapnya
Lihat Kuliner Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan