Mohon tunggu...
jefry Daik
jefry Daik Mohon Tunggu... Guru - seorang laki - laki kelahiran tahun 1987

pernah menjadi guru pernah menjadi penjual kue pernah menjadi penjual tahu pernah menjadi penjual Nasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rumit Menyita Malam

6 Oktober 2020   13:31 Diperbarui: 6 Oktober 2020   13:42 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : Taylor Young (unsplas.com)

Bayangan itu muncul lalu lenyap, Mengikuti setiap kali lelap

Mencoba mengatakan kuatnya gelap

Seolah terus membalap, Mengubah arah menjalin asap

Terang sirna, kelabu menyerbu, kucoba menutup kulambu

Tapi hanyalah desiran daun bambu Terdengar disela -- sela insan bercumbu

Apakah ini suram? Apakah ini tabu?

Mengingat kepahitan yang memberkas ibarat abu

Biar rusuh para penyerbu di hari rabu, dibenak pemuda dengan segenggam sabu

Dirimu...bayanganku..dan lampu suram di sudut benakku dalam pusaran alis

Ah... sulit ku tepis, namun tak mampu ku lapis

Selimut terbang seolah balon mengempis

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun