Mohon tunggu...
Jefry Albari Tribowo
Jefry Albari Tribowo Mohon Tunggu... Doctor and Music Producer

Seorang dokter yang yang tengah melalui pendidikan profesi spesialis Andrologi. Selain aktif menjadi seorang dokter, ia juga mendalami dunia produksi musik. IG: @jefryat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pertanyaan dan Mitos Seputar Virus Corona

2 April 2020   20:06 Diperbarui: 2 April 2020   20:04 96 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pertanyaan dan Mitos Seputar Virus Corona
Ilustrasi Corona | sumber: pixabay.com

Belakangan ini ada banyak sekali informasi yang keliru seputar Covid-19. Padahal di saat-saat seperti ini kita perlu mengetahui segala sesuatu mengenai virus corona secara valid. Berikut ini adalah rangkuman dari beberapa pertanyaan dan mitos seputar virus corona yang sering ditanyakan.

Apakah merokok ada hubungan dengan penyakit Covid-19?

Merokok meingkatkan risiko untuk terkena Covid-19, karena saat merokok jari kita memegang batang rokok yang kemudian akan berkontak dengan bibir. 

Hal ini akan meningkatkan kemungkinan transmisi virus dari tangan ke mulut perokok. Selain itu perokok biasanya memilki penurunan fungsi paru-paru, sehingga meningkatkan risiko komplikasi ketika terinfeksi virus corona.

Apakah mengonsumsi obat-obatan tertentu (seperti avigan dan chloroquine) dapat mencegah infeksi virus corona?

Sampai sekarang belum ada rekomendasi obat apapun untuk mencegah terkena infeksi virus corona. Jangan pernah mengkonsumsi obat-obat sembarangan seperti avigan dan chloroquine, karena efek samping yang ditimbulkan juga berbahaya.

Bisakah sinar matahari membunuh virus corona?

Sampai sekarang tidak ditemukan bukti bahwa sinar matahari bisa membunuh virus corona. Akan tetapi tidak ada salahnya jika kita ingin berjemur di pagi hari pada pukul 10.00-11.00 selama 15 hingga 30 menit untuk meningkatkan kadar Vitamin D di tubuh. Karena dengan Vitamin D yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Apakah suhu panas atau dingin dapat membunuh kuman di tubuh?

Tubuh manusia dalam keadaan normal akan selalu mengompensasi agar berada dalam suhu stabil antara 36.5-37 C. Sehingga jika kita berada di suatu tempat yang dingin atau panas, suhu dalam tubuh kita tidak berubah secara drastis. Oleh karena itu perubahan suhu tidak bisa membunuh virus corona di tubuh.

Apakah ada faktor cuaca tertentu yang menyebabkan angka infeksi covid tinggi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x