Mohon tunggu...
Jeffry Kurniawan
Jeffry Kurniawan Mohon Tunggu... Pecandu Ilmu

Learn history, use history, make history.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Alasan Mengambil Pendidikan Sejarah

29 Juli 2020   02:57 Diperbarui: 29 Juli 2020   02:53 24 3 0 Mohon Tunggu...

Perkenalkan nama saya Jeffry Dwi Kurniawan yang biasa dipanggil Jeffry. Saya lahir di Blitar pada 23 April 1992 sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Alamat rumah saya di Jalan Makmur, nomor 15, RT 001 dan RW 003 Desa Nglegok, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ayah saya bernama Eko Sugeng Riadi yang bekerja sebagai Guru Agama Kristen di SDN Nglegok 1 Blitar, Ibu saya bernama Sulami yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan kakak saya bernama Eunike Eko Kurniawati yang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Citra Berkat Surabaya.

Lahir dari keluarga guru, membuat saya menjadi tertarik terhadap dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan semasa SD, SMP, dan SMA saya selalu membantu ayah untuk mengoreksi jawaban pilihan ganda murid-muridnya. Di tengah-tengah mengoreksi jawaban pilihan ganda tersebut, ayah selalu mengajak diskusi terkait dunia pendidikan di Indonesia sehingga secara tidak langsung dari kecil hingga remaja, Ayah mengenalkan dan menanamkan seluk beluk dunia pendidikan kepada saya.

Lahir di Blitar, membuat saya tertarik kepada dunia sejarah Indonesia karena jarak rumah saya ke Candi Penataran hanya 5 menit dari rumah sedangkan ke Makam Bung Karno hanya membutuhkan waktu 10 menit. Jarak yang dekat rumah, membuat orang tua sering mengajak jalan-jalan baik ke Candi Penataran, ke Makam Bung Karno atau ke candi-candi yang ada di Blitar. Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil tentang pendidikan dan berkunjung ke tempat-tempat cagar budaya, membuat saya memutuskan mengambil jurusan Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Malang

Pada masa mengambil sarjana Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Malang, saya berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Namun setelah menjadi guru IPS dan Bahasa Jawa di SMP Katolik Mardi Wiyata Malang selama 2 tahun dan melanjutkan pendidikan S2 di Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta, saya berkeyakinan bahwa pendidikan merupakan proses pemberdayaan manusia. 

Pemberdayaan manusia berarti bahwa mendidik manusia untuk berfikir dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada di sekitar berbasiskan pengalaman di masa lalu dan social budaya masyarakat setempat serta dapat memperkecil angka kemiskinan dengan cara meningkatkan potensi dalam dirinya. Dari titik inilah manusia tersebut dengan sendirinya menjadi manusia yang humanis, unggul dan bermartabat.

VIDEO PILIHAN