Humaniora

Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja Merusak Moral Bangsa

7 Desember 2015   16:44 Diperbarui: 7 Desember 2015   17:34 1579 0 0

Narkoba merupakan suatu jenis psikotropika yang biasa digunakan untuk membius pasien disaat ingin menjalani sebuah operasi atau bisa juga digunakan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit tertentu.1 Terdapat 4 jenis narkoba, yaitu halusinogen, stimultan, depresan, dan adiktif. Narkoba golongan halusinogen adalah narkoba yang dapat menimbulkan halusinasi yang kuat pada penggunanya. Contoh narkoba yang berada pada golongan ini adalah kokain dan LSD.

Lalu, narkoba golongan stimultan adalah narkoba yang dapat membuat penggunanya mempunyai tenaga lebih dan dapat mempercepat kerja otak dan jantung. Narkoba jenis ini juga dapat menimbulkan efek bahagia sementara pada penggunanya. Selanjutnya, narkoba jenis depresan seperti putau merupakan narkoba yang dapat mengurangi aktifitas fungsional tubuh dengan cara menekan sistem saraf pusat sang pengguna.

Terakhir, narkoba golongan adiktif adalah narkoba yang dapat membuat penggunanya memiliki sifat pasif karena narkoba jenis ini dapat memutus sistem saraf penggunanya, tetapi menyebabkan candu bagi pengguna. Contoh narkoba golongan ini adalah ganja, heroin, dan putau.2

Jika narkoba disalahgunakan dalam artian digunakan melebihi dosis maupun diluar fungsinya sebagai obat bius, tentu saja narkoba dapat membawa pengaruh buruk. Pertama, narkoba dapat mengganggu sistem neurotransmitter sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif, afektif, psikomotor, dan aspek sosial. Kedua, narkoba juga mempunyai efek candu bagi penggunanya. Jika sudah menjadi candu, cara apa pun menjadi mungkin dilakukan oleh pecandu untuk mendapatkan hal yang menyebabkan kecanduan tersebut.

Bukan hal yang tidak mungkin jika pecandu yang sudah tidak mampu membeli narkoba untuk memuaskan dirinya melakukan segala cara seperti mencuri, menjadi kurir narkoba, melakukan korupsi, maupun berbagai macam hal lainnya demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba. Jadi selain merusak diri sendiri, penyalahgunaan narkoba pun dapat merugikan orang lain.

Dewasa ini, kasus penyalahgunaan narkoba semakin mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Parahnya, penyalahgunaan tersebut tidak sedikit dilakukan oleh kalangan remaja. Menurut data yang didapat dari BNN (Badan Narkotika Nasional), pada tahun 2010 terdapat 531 pengguna di kalangan remaja.

Lalu, pada tahun 2011 jumlah ini meningkat menjadi 605 pengguna dan di tahun 2012 menjadi 695 pengguna. Di tahun 2013, jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja bahkan mencapai 1.121 pengguna sehingga dapat kita simpulkan bahwa remaja yang menyalahgunakan narkoba terus meningkat di setiap tahunnya.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tentu saja dapat merusak moral bangsa. Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengerti pengertian moral itu sendiri. Menurut KBBI, moral berarti (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya.3

Maka dari itu, moral bangsa dapat diartikan sebagai nilai-nilai tentang baik dan buruk yang diterima dan dimiliki oleh bangsa tertentu. Nilai-nilai yang ada di dalam suatu bangsa tentu saja tidak dapat lepas dari kebudayaan yang bangsa itu miliki karena nantinya nilai yang ada dibentuk dari kebudayaan yang dipegang oleh bangsa itu. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan kebudayaan yang sangat-sangat beragam,

Jika kita berbicara tentang kebudayaan, tentu saja kebudayaan tidak hanya sebatas hasil kerajinan tangan, tarian daerah, maupun makanan daerah. Kebudayaan juga berbicara mengenai nilai maupun norma yang dianut oleh masyarakat. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa moral bangsa merupakan bagian dari kebudayaan.

Perlu diingat, kebudayaan memiliki sifat diteruskan/diturunkan oleh pemegang kebudayaan tersebut kepada generasi-generasi sesudahnya melalui proses enkulturasi atau penerusan budaya. Dari itu semua, kita sangat terintegrasi dengan kelompok masyarakat dimana kita tinggal dan kebudayaan yang berlaku di dalamnya. Sebagian besar perilaku kita akan sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang kita pelajari ini.4

Hal berikutnya yang perlu kita pahami terlebih dahulu tentu saja adalah moral/nilai-nilai yang bangsa Indonesia sudah miliki. Indonesia memiliki nilai-nilai yang sakral yang sudah masuk ke dalam pedoman seluruh masyarakat Indonesia, yaitu nilai-nilai moral dalam Pancasila. Dapat dikatakan, Pancasila merupakan sebuah pondasi diri kita atau sebagai perisai masyarakat Indonesia untuk berbagai rintangan dan perkembangan zaman yang akan dihadapi.

Bila perisai atau fondasi kita tidak kuat, bagaimana kita bisa bertahan? Sama halnya dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba ini. Remaja kita kurang begitu memahami nilai-nilai moral yang menjadi identitas bangsa Indonesia, sehingga mereka dapat terbawa arus ke hal-hal negatif, dalam hal ini penggunaan narkoba yang merusak diri sendiri.

Jika kita melihat tentang moral dan kebudayaan ini, apa pengaruh yang bisa ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba yang bisa memberi dampak kepada moral bangsa? Sekarang coba kita bayangkan jika pengguna narkoba semakin banyak ditemukan di Indonesia. Terlebih lagi sebagian besar penggunanya adalah kalangan remaja.

Mereka tidak akan berakal sehat lagi, melakukan segala aktivitas di bawah alam sadar, bahkan dapat meningkatkan kriminalitas di Indonesia karena mereka sudah mengalami candu dan akan melakukan segala cara untuk memuaskan diri mereka. Mereka tidak lagi kenal yang namanya belajar, mereka tidak lagi tahu nilai-nilai kemanusiaan dan yang terutama mereka menyampingkan  nilai-nilai ketuhanan. Apa yang akan terjadi di masa depan? Apa yang akan terjadi pada diri remaja itu sendiri? Apa yang akan terjadi pada Indonesia?

Mungkin ketika kita pertama kali mendengar penyalahgunaan narkoba yang terjadi di kalangan remaja, kita akan bereaksi keras dengan mengatakan “seharusnya remaja tidak melakukan hal itu” atau “mereka sudah merusak masa depan mereka. Seharusnya, mereka tidak seperti itu” maupun reaksi-reaksi prihatin lainnya, tetapi seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya kasus penyalahgunaan ini, mungkin adanya kita akan menganggap hal ini sudah menjadi hal yang biasa.

Kembali lagi ke pengertian moral bangsa dan tentu terkait juga dengan kebudayaan, penyalahgunaan narkoba lambat laun tidak lagi masuk ke dalam kategori “nilai yang salah yang seharusnya tidak dilakukan” dan bukan tidak mungkin menjadi suatu perilaku yang dapat diterima di dalam masyarakat.

Ditambah lagi, yang perlu kita ingat adalah penyalahgunaan ini dilakukan oleh remaja yang menjadi masa depan bangsa ini. Para remaja ini lah yang nantinya juga akan mengambil peran dalam penerusan budaya. Para remaja ini lah yang nantinya juga akan membentuk moral bangsa sesuai dengan kebudayaan yang mereka punya.

Remaja inilah yang akan beranjak dewasa, membina rumah tangga, memiliki anak. Apa yang akan mereka ajarkan kepada anak mereka, bila masa muda mereka sudah hancur? Jika kita membiarkan hal ini terjadi, sangat mungkin bangsa Indonesia nantinya akan identik dengan penyalahgunaan narkoba. Sangat mungkin penyalahgunaan narkoba menjadi hal yang biasa di Indonesia dan itulah hal yang berbahaya.

Tentu saja hal ini harus segera kita hentikan, atau paling tidak kita minimalisir. Jangan sampai kita melihat Indonesia penuh dengan orang yang kecanduan narkoba dimana-mana. Jangan sampai kita melihat orang yang sedang mengonsumsi narkoba di setiap pojok jalan yang ada di Indonesia. Pemerintah tentunya memiliki andil yang besar dalam hal ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2