Politik Pilihan

Revolusi Shale Membuat Donald Trump Berani Menantang Amerika

14 Januari 2018   11:40 Diperbarui: 14 Januari 2018   11:47 466 1 1
Revolusi Shale Membuat Donald Trump Berani Menantang Amerika
axios.com

Baru-baru ini semua kalangan dikejutkan dengan pernyataan sepihak pemerintah Amerika Serikat atas klaim Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Seluruh negara di dunia hampir semua setuju untuk mengecam dan mengutuk tindakan tersebut karena dianggap menganggu kestabilan keamanan dan perdamaian di dunia. 

Tapi, kelihatannya Amerika tetap berani untuk menantang dunia dan malah balik mengancam negara-negara yang dianggap menkhianatinya setelah banyaknya bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah Amerika terhadap mereka. 

Donald Trump dan pemerintah Amerika tentu sudah memikirkan kebijakan ini secara matang dan mendalam, tentu hal ini bukan semata-mata karena ke-egoisan Donald Trump atas janji kampanyenya tapi ada faktor yang kuat yang mendorong Donald Trump dan kroni-kroninya berani melakukan hal ini salah satu faktor yang mungkin adalah revolusi shale di Amerika Utara yang mampu membanjiri dunia dengan minyak sehingga cadangan minyak di dunia menumpuk dan membuat harga minyak dunia jatuh. 

Akibatnya negara-negara OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak) seperti Arab Saudi, Qatar, Iraq, Iran, Kuwait dan negara-negara timur tengah lain ekonominya sekarang tertekan dan tak berdaya untuk menjegal Amerika Serikat. 

Seperti dulu, dimana negara-negara timur tengah melakukan embargo minyak pada tahun 1973 kepada amerika serikat dan negara-negara lain yang membantu Israel yang membuat pemerintah Amerika kelabakan dan tunduk terhadap timur tengah, sekarang posisinya berbeda Amerika Serikat berperan bukan lagi sebagai importir yang sangat butuh energi untuk memperkuat ekonominya tapi termasuk eksportir minyak dan gas bumi terbesar di dunia lantas siapakah yang mampu menjegal Amerika serikat sekarang ?

Referensi pihak ketiga

Dilansir dari Daily Signal, untuk mengatasi revolusi shale yang membuat Donald Trump mampu membanjiri dunia dengan minyak. Negara-negara OPEC diketahui melakukan pertemuan pada 30 November yang lalu, yang menghasilkan persetujuan negara-negara peserta untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barrel/hari dengan tujuan untuk menurunkan cadangan global dan mendongkrak harga minyak di pasar.

Akan tetapi, hal ini malah dimanfaatkan produsen minyak Amerika untuk memperbesar produksinya dan mengambil keuntungan dari naiknya harga minyak di dunia dengan membuat lebih banyak sumur beroperasi. 

Hasilnya, cadangan minyak Amerika telah meningkat lebih dari 41 milyar barrel sejak pengumuman OPEC tersebut dan memecahkan rekor untuk penjualan shale oil di Amerika. Hal ini tentu kembali menekan harga minyak dunia untuk turun sekaligus mimpi buruk terbesar bagi negara-negara OPEC .

Faktanya, revolusi shale oil di Amerika tidak hanya menurunkan harga minyak dunia tetapi juga telah mampu memperbaiki ekonomi Amerika secara menyeluruh. Karena hal tersebut menciptakan lapangan pekerjaan baru, bukan hanya untuk orang-orang yang berhubungan langsung dengan eksplotasi dan ekstrasi- juga engineer lainnya. 

Tetapi juga untuk orang-orang yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan tersebut seperti industri manufaktur, travel, restoran dsb. Keuntungan terbesar lainnya adalah hal tersebut telah memberikan stimulus positif terhadap konsumsi energi Amerika.

Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa Amerika Serikat berhasil membangun kemandirian energi yang merupakan fondasi suatu peradaban, dan telah memperbaiki ekonomi mereka secara menyeluruh apalagi sekarang Amerika juga keluar dari Piagam Paris yang membuat mereka berani untuk memperbesar produksi batubara tanpa memperdulikan lingkungan. 

Pantaslah Amerika Serikat sekarang berkacak pinggang dan memimpin percaturan dunia saat ini karena memang mereka bangsa yang besar karena mampu mengatasi masalah dengan inovasi-inovasi besar yang memuculkan revolusi shale di Amerika Utara dan inovasi-inovasi lainnya. Posisi tawar Amerika sudah tidak seperti dulu lagi mereka sekarang lebih baik di segala sektornya.

Referensi pihak ketiga

trump
trump
Sehingga dari analisa diatas pantaslah jika sekarang Amerika berani mendukung Israel sekutu dekatnya untuk mencaplok Yerussalem tanpa meperdulikan Timur Tengah yang sebelumnya memasok energi untuk Amerika Serikat. 

Tentu dari sini dapat diambil pelajaran bahwa Bangsa Indonesia yang masih muda ini harus banyak belajar dar Amerika bukan sisi negatifnya tapi sisi positif Amerika dalam membangun perdaban yang besar. Agar Indonesia suatu saat mampu memimpin percaturan dunia.

Sumber : CNN, Forbes, Reuters, daily signal