Mohon tunggu...
Jati Kumoro
Jati Kumoro Mohon Tunggu... Penikmat Sejarah dan Budaya

Nulis di Podjok Pawon

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mataram Kuno, Imperium Pertama di Nusantara

2 Agustus 2020   14:07 Diperbarui: 2 Agustus 2020   14:00 667 22 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mataram Kuno, Imperium Pertama di Nusantara
sumber gambar diolah dari: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pada masa pemerintahan Ratu Sanjaya, Kerajaan Mdang (Mataram Kuno periode Jawa Tengah) sudah mulai melakukan ekspedisi militer untuk melebarkan wilayah kekuasaannya hingga ke luar pulau Jawa. Angkatan laut yang kuat mulai digerakkan untuk menguasai daerah-daerah yang dianggap sebagai zona kawasan komersil di jalur perdagangan Asia Tenggara.

Pada waktu itu hingga berabad-abad berikutnya, ada lima wilayah yang menjadi zona komersial di Asia Tenggara. Lima daerah yang menjadi zona komersial itu adalah, zona Teluk Benggala (India Selatan, Sri Lanka, Birma, dan pesisir utara pulau Sumatera), zona Selat Malaka, zona Laut Cina Selatan (kawasan pantai timur Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Vietnam Selatan), zona Sulu (meliputi pantai barat Luzon, Mindoro, Cebu, Mindanau, dan pantai utara pulau Kalimantan), dan zona Laut Jawa (Sumatera, Kalimantan Selatan, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara).

Usaha untuk menguasai salah satu atau beberapa zona wilayah komersial ini tak jarang harus ditempuh melalui jalan penaklukan (perang) oleh kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa, Sumatera, India, Asia Tenggara daratan dan Tiongkok. Jalan peperangan itulah yang rupanya dipilih oleh Sanjaya demi menguasai zona komersial di Selat Malaka.

Sriwijaya yang saat itu menjadi penguasa di zona komersial Selat Malaka diserang dan berhasil ditaklukan. Menurut  kronik Tiongkok jaman Dinasti Tang disebutkan bahwa antara tahun 670-673 M dan tahun 713-741 M, Shih-li-foshih (Sriwijaya) terus mengirimkan utusannya, namun sejak tahun 742 M, Shih-li-foshih (Sriwijaya) sudah tak lagi mengirimkan utusannya ke Tiongkok. 

Hal ini menunjukkan bahwa Sriwijaya sudah bukan lagi sebagai kerajaan yang berdaulat penuh sudah tetapi sudah berada dibawah kekuasaan kerajaan lain, yang dalam hal ini adalah Kerajaan Mataram Kuno (Medang).

Pada masa Rakai Panangkaran (746-784 M) yang kemudian dilanjutkan dengan Dharanindra atau  Rakai Panunggalan (784-803 M), ekspedisi militer Mataram Kuno sudah sampai menjangkau kerajaan Khmer (Kamboja) dan kerajaan Campa (Vietnam).

www.belajarsosial.com
www.belajarsosial.com
Berdasarkan pada prasasti Yang Tikuh (799 M) yang dikeluarkan Inderawarman, raja dari kerajaan Campa (Vietnam), disebutkan  bahwa Jawa (Mataram Kuno) telah menyerang dan membakar kuil Bhadradhipatiswara pada tahun 787 M.  Sebelumnya, berdasarkan catatan sejarah Vietnam disebutkan bahwa pada  tahun 767 dan tahun 774 M, Campa juga pernah diserang oleh satu pasukan dari Jawa (Mataram Kuno) yang datang dengan menggunakan kapal.

Pada masa itu  kerajaan Khmer (Kamboja) telah berhasil dikuasai oleh Mataram Kuno, sebelum akhirnya melepaskan diri pada tahun 802 M. Tulisan yang terdapat dalam prasasti Sdok Kak Thom (1052 M) yang ditemukan di Phnom Sandak Kamboja, menyebutkan bahwa Raja Jayawarman II yang memerintah di kota Indrapura, pada tahun 802 M telah melaksanakan upacara keagamaan "devaraja" sebagai  upaya agar negeri Kamboja (Kambuja) tidak lagi berada dalam kekuasaan Jawa (Mataram Kuno).

www.belajarsosial.com
www.belajarsosial.com
Jatuhnya kerajaan Khmer di Kamboja kedalam cengkeraman kekuasaan Mataram Kuno juga diceritakan dalam catatan seorang saudagar Arab yang bernama Sulayman (Suleman) yang berkunjung ke Kamboja pada 851 M. Dikatakan bahwa kekalahan Raja Khmer atas serangan yang dilakukan oleh pasukan Sri Maharaja dar Zabag (Jawa) begitu membekas di hati orang-orang Khmer.

Tidak hanya di zona komersial Selat Malaka dan bagian selatan Laut Cina Selatan saja kerajaan Mataram Kuno ini menancapkan pengaruhnya. Zona komersial di wilayah Sulu pun berada dalam wilayah pengaruh kekuasaannya. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya prasasti Keping (Lempeng) Tembaga Laguna (900 M) di Laguna Phillipina.

Foto: Kguirnela
Foto: Kguirnela
Dari semua bukti-bukti sejarah yang telah ditemukan dan disebutkan tersebut, kiranya tak berlebihan jika Kerajaan Medang  (Mataram Kuno) bisa dikatakan sebagai negara yang pernah menjadi imperium di Nusantara dan di Asia Tenggara pada masa keemasannya. Dengan wilayah kekuasaannya yang membentang dari Jawa, Sumatera, Indocina bagian Selatan hingga Phillipina tentunya hal ini sudah menjadi bukti yang menunjukkan bahwa Medang (Mataram Kuno) adalah sebuah kerajaan yang besar yang pertama di Nusantara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN