Mohon tunggu...
Jansen Thionardo
Jansen Thionardo Mohon Tunggu... How You Like That

Masih belajar dan coba buat blog mengenai pengetahuan dan pendidikan, maaf jika ada kesalahan.......

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pengakuan Kemerdekaan Indonesia dari Australia

29 Juli 2020   11:30 Diperbarui: 29 Juli 2020   11:29 2791 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengakuan Kemerdekaan Indonesia dari Australia
Pemberitaan Sydney Morning Herald tanggal 25 September 1945 (Foto: National Library of Australia)

Dalam Konvensi Montevidio Tahun 1933 tertuang persyaratan konstitutif berdirinya sebuah negara. Syarat yang harus dipenuhi adalah adanya penduduk tetap, wilayah tertentu, pemerintah (penguasa yang berdaulat). 

Namun, untuk menjadi suatu bangsa yang berdaulat dalam praktiknya memerlukan pengakuan negara lain. Jika 3 (tiga) unsur di atas merupakan persyaratan secara hukum internasional terbentuknya suatu negara, maka pengakuan negara lain untuk berdirinya suatu negara hal ini merupakan unsur politik (unsur deklaratif).

Dalam kenyataannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat respons dari berbagai negara seperti Mesir, India, dan Australia. Fakta ini membuktikan bahwa berdirinya negara Indonesia telah memenuhi unsur deklaratif.

PENGAKUAN KEMERDEKAAN INDONESIA DARI AUSTRALIA

Usaha Indonesia untuk mendapatkan pengakuan di dunia internasional juga dilakukan terhadap tetangga dekatnya, yaitu Australia. 

Usaha-usaha Pemerintah Belanda untuk meneguhkan kembali kendali kolonialnya di Indonesia di antara tahun 1945 hingga tahun 1949 benar-benar dihalangi oleh Serikat Buruh dan Pemerintah Australia yang saat itu dikuasai Partai Buruh. 

Setidaknya, terdapat dua peristiwa penting yang menunjukkan dukungan pemerintah untuk pemerintah Indonesia dalam mencegah kembalinya penjajahan Belanda, yaitu sebagai berikut.

  • Adanya pemboikotan terhadap kapal-kapal Belanda yang memuat senjata untuk dibawa ke Indonesia. Pemboikotan ini diprakarsai oleh cabang Brisbane dari Waterside Workers Federation (WWF) / Federasi Pekerja Pesisir Australia.
  • Partisipasi aktif Australia untuk menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda dan bersungguh-sungguh mendukung Indonesia menentang Belanda. Hal ini dapat dilihat dari sikap anggota Australia dalam Komisi Jasa-Jasa Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia.

Dukungan Australia untuk pemerintah Indonesia dalam menentang Belanda yang pertama, yaitu dengan pemboikotan kapal-kapal Belanda. Dengan inisiatif Partai Komunis Australia (ACP) dan pimpinan Komunis dari Serikat Buruh Perairan Australia, para buruh pelabuhan Australia pada 20 September 1945 di seluruh pelabuhan Australia melarang pemuatan ke atas kapal Belanda yang berlayar ke Hindia Belanda. 

Pemboikotan diprakarsai oleh pelaut-pelaut Indonesia yang meninggalkan enam kapal Belanda di pelabuhan Brisbane pada 24 September 29145. Aksi ini segera diikuti dengan sebuah keputusan WWF cabang Brisbane untuk memboikot keenam kapal tersebut.

Federasi Pekerja Pesisir Australia (WWF) mencegah keberangkatan kapal Belanda yang penuh dengan pasukan, persenjataan, dan perlengkapan lainnya dari pelabuhan Australia. 

Dimulai di Brisbane, embargo tersebut mendapatkan banyak dukungan dari seluruh pekerja di pelabuhan utama lainnya di Australia, termasuk Sydney, Melbourne, dan Adelaide. WWF menolak memuat barang-barang Belanda dan memperbaiki kapal Belanda dan kemudian memboikot semua transportasi, toko, dan pengisian darat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN