Mohon tunggu...
Jansen Thionardo
Jansen Thionardo Mohon Tunggu... How You Like That

Masih belajar dan coba buat blog mengenai pengetahuan dan pendidikan, maaf jika ada kesalahan.......

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sejarah Kontemporer: Jejak Runtuh Vietnam Selatan

7 Mei 2020   12:11 Diperbarui: 7 Mei 2020   12:15 587 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sejarah Kontemporer: Jejak Runtuh Vietnam Selatan
Dok. pribadi

RUNTUHNYA VIETNAM SELATAN

Perpecahan Vietnam berawal dari politik Perancis yang ingin mendirikan negara -- negara boneka di Indocina. Salah satu negara boneka itu adalah Vietnam Bao Dai. Bao Dai adalah Raja Annam dari dinasti yang sejak lama memerintah Annam. Sebagian besar rakyat enggan mengakui Bao Dai sebagai raja, tetapi pemerintah Bao Dai diakui dan didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris. Sementara itu, pihak Rusia dan Republik Rakyat Cina mengakui Republik Demokrasi Vietnam yang dipimpin Ho Chi Minh

Perjanjian di Genewa pada 20 Juli 1954 menghasilkan keputusan pembagian wilayah Vietnam atas Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Namun, Ho Chi Minh tidak mau menerima hasil Perjanjian Genewa. Menurutnya pembentukan Vietnam Selatan sebagai penghalang tercapainya persatuan seluruh Vietnam. Akibatnya, terjadilah perang saudara di Vietnam. Perang terjadi antara Vietnam Utara yang didukung Republik Rakyat Cina dan Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat, perang itu dikenal sebagai Perang Vietnam yang berlangsung dari 1957 hingga 1975.

Perang Vietnam berakhir setelah jatuhnya ibu kota Vietnam Selatan, Saigon, ke tangan Tentara Rakyat Vietnam atau Vietcong. Pada 29 April 1975, pasukan Vietnam Utara yang dipimpin Jenderal Van Dien Dung melancarkan serangan ke kota Saigon. Sedangkan pasukan Vietnam Selatan dipimpin oleh Jenderal Nguyen Van Toan tidak mampu menghadapi serangan yang diarahkan ke objek -- objek vital di Saigon.

Pasukan Vietnam Utara bahkan dapat mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan. Pada tanggal 30 April 1975, Presiden baru Vietnam Selatan, Duong Van Minh menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Vietkong. Dan nama Saigon diubah menjadi Ho Chi Minh City, sesuai dengan nama Presiden Vietnam Utara.

Menjelang jatuhnya kota Saigon, Amerika Serikat melakukan evakuasi besar-besaran bagi warga negara dan penduduk Vietnam Selatan, evakuasi tersebut bernama operasi Frequent Wind. Setelah jatuhnya pemerintah Vietnam Selatan, kedua negara ini secara resmi bersatu pada tanggal 2 Juli 1976 menjadi sebuah negara bernama Republik Sosialis Vietnam atau dikenal Vietnam.

SUMBER:

Hermawan, dkk.2018.Sejarah 3 Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial.Jakarta: Yudhistira.

VIDEO PILIHAN