Mohon tunggu...
Jannuary Biru
Jannuary Biru Mohon Tunggu...

Penulis novel Wayang Saga

Selanjutnya

Tutup

Novel

Wayang Saga Series Episode 26

10 Februari 2018   16:22 Diperbarui: 10 Februari 2018   17:42 0 2 0 Mohon Tunggu...
Wayang Saga Series Episode 26
Gambar wayang Batara Antaboga alias Nagasesa

Baca Kisah Sebelumnya

Cupu Linggamanik hilang! Lewat Aji Pangabaran, Batara Guru menerawang Cupu Linggamanik melayang masuk ke Gua Ringrong. Lalu Batara Guru menugaskan kelima putranya untuk mencarinya. Nah apa yang akan mereka temui dalam Gua Ringrong. Simak kisahnya yang seru selamt menikmati... 

Kemunculan Hyang Nagasesa

Kelima putra Batara Guru melesat menuju Goa Ringrong. Mencari Cupu Linggamanik, yang berisi Tirta Mahayadi yang memberi ketenangan dan ketentraman para penghuni Kayangan.

 "Kakang Sambu, konon katanya. Goa Ringrong ini, tempat bertapanya para naga." ujar Batara Bayu.

"Emang kenapa, kalau tempat ini tempat para naga? Kamu takut ya, Bayu?" sindir Batara Indra.

"Nggak kok, aku 'kan kuat. Hm, kata itu nggak ada kamusku." sahut Bayu.

"Konon ada seekor naga raksasa yang bertapa di goa ini selama ribuan tahun. Mungkin, ia masih hidup sampai sekarang." terang Brahma, lidah api keluar dari tangannya. Laksana obor yang menerangi goa nan pekat gulita.

"Bagus 'kan kalau dia masih hidup. Sekalian, kita bisa menguji ilmu kesaktian kita." ujar Batara Indra. Batara Sambu dan Wisnu hanya diam, Sembari sesekali tersenyum-senyum mendengar candaan saudara-saudara mereka. Tak terasa mereka berlima melangkah jauh lebih dalam ke dalam Goa Ringrong yang semakin pekat dan gelap.

"Dimana sih, benda pusaka itu? Sampai pusing aku mencarinya. Apa penglihatan Ayahanda Prabu Batara salah?" ujar Batara Bayu melihat-lihat sekeliling.

"Penglihatan Ayahanda Prabu Batara tak pernah salah. Jangan kau ragukan itu Ra..." Belum selesai kalimat Batara Sambu. Mereka terkejut dengan gema suara berat yang memantul dari kedalaman goa. Diiringi tekanan aura datang dari belakang Batara Sambu yang tengah berbalik menghadap saudara-saudaranya. Dan bau busuk menyeruak.

"Siapa yang berani mengganggu Tapabrataku?" suara berat nan misterius datang dari dalam kepekatan gua.

"Suara apa itu?!" Batara Brahma maju dengan lidah api di tangannya, menerangi gelapnya jalan. Mencari-cari asal suara mengerikan itu. Dan sampailah mereka belima di jalan buntu.

"Jalannya berakhir disini!" batu yang menutupi jalan itu perlahan bergerak mengejutkan para Batara.

"Hei batunya bergerak!" setelah Batara Brahma mengamati lebih jauh. Ternyata yang menghalangi jalan mereka bukanlah sebuah batu, melainkan gigi-gigi besar yang meruncing dari mulut seekor Naga Raksasa dengan sepasang hijau yang menyala-nyala.

"Siapa kalian? Berani-beraninya kalian mengganggu Tapabrataku."

"Hm, bau sekali nafasnya." ujar Batara Indra. Ternyata bau yang tadi menyeruak berasal dari nafasnya.

"Maafkan Kami, Tuan. Aku Batara Sambu, mewakili saudara-saudaraku ini meminta maaf telah mengganggu pertapaan Anda."

"Oh, Batara ya. Kalian dari Kayangan? Kau cukup sopan Anak Muda. Ada gerangan apa Kalian datang kemari?"

"Ya, kami putra-putra Batara Guru. Kami datang kemari mencari sebuah pusaka Kayangan yang hilang. Sebuah cupu, bernama Cupu Linggamanik yang melayang masuk ke goa ini. Apakah tuan melihat benda yang kami maksud?"

"Ahh, mungkin benda kecil itu ya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3