Mohon tunggu...
Jannuary Biru
Jannuary Biru Mohon Tunggu...

Penulis novel Wayang Saga

Selanjutnya

Tutup

Novel

Wayang Saga Series Episode 25

27 Januari 2018   15:57 Diperbarui: 27 Januari 2018   16:32 0 0 1 Mohon Tunggu...
Wayang Saga Series Episode 25
Ilustrasi Cupu Linggamanik

Baca Kisah Sebelumnya

Setelah pernikahan Hyang Ismaya, Batara-batara yang lainpun ikut berkembang, beranak-pinak mewarnai jagat Tribuana. Diantaranya : Narada yang menikahi Dewi Wiyodi, Batara Sambu dengan Dewi Hastuti, Batata Brahma dengan ketiga istrinya, Indra dengan Dewi Wiyati, dan Bayu dengan Dewi Sumi. Adapun Hyang Antaga tidak menikah dan tidak berketurunan. Nah para pembaca apa yang akan terjadi pada kisah selanjutnya? Simak terus kisahnya yang mulai seru, selamat menikmati...

Hilangnya Cupu Linggamanik

Malam yang tenang di Kayangan, ketika dua raksasa kembar penjaga gerbang gaib Selamattangkep, Cingkara Bala dan Bala Upata tengah asyik bercanda. Dari dalam ruang pusaka, Cupu Linggamanik pusaka yang membawa ketentraman penghuni Kayangan mendadak bergoncang hebat. Benda itu seperti menampakkan kegelisahan. Berputar-putar. Melayang-layang tak tentu arah di langit-langit ruang pusaka.


Aura Cupu Linggamanik mendobrak, memaksa pintu besi ruang pusaka ternganga, terbuka lebar. Dan melayang menuju keluar istana Jonggring Salaka. Melewati taman-taman istana, melesat melintasi gerbang terluar Kayangan Suralaya. Membubung menjauh menjadi kelebat cahaya yang hilang ditelan kegelapan.


Keesokan harinya, para penghuni Kayangan gempar. Gelisah akibat hawa panas menggelora di setiap sudut Kayangan. "Kakang Narada, apa yang terjadi sebenarnya? Gerah banget nih." ujar Batara Guru kesal.


"Jangan-jangan Cupu Linggamanik telah..." Batara Narada buru-buru melesat menuju ruang pusaka. Diikuti Batara Guru dan permaisurinya. "Ternyata benar! Cupu Linggamanik telah hilang! Atau telah... Dicuri?" gumam Narada bertanya-tanya.


"Apa hubungannya dengan Cupu Linggamanik, Kakang?"


"Begini, Rayi Prabu, sekali aura panas keluar dari Cupu Linggamanik ke suatu tempat, aura tersebut takkan bisa dinetralkan. Kecuali dengan percikan Tirta Mahayadi itu sendiri yang terdapat di dalam cupu tersebut. Atau, Cupu Linggamanik ditempatkan di tempat yang terpapar aura panas tersebut untuk menetralisirnya." terang Narada.


"Lho, lho.. Kenapa Kakang Narada nggak menetralisirnya dari dulu?"


"Aku... Aku.. Hng... Ampun Rayi Prabu Batara. Aku.. Aku lupa hehehe..." Narada senyam-senyum tersipu malu.


"Ahh.. Gimana kamu bisa melupakan hal sepenting itu, Kakang??"


"Ampun Rayi Prabu Batara, maafkan atas kekhilafan bawahanmu ini. Habisnya, bertahun-tahun baru kali ini cupu itu menghilang."


"Yah, itulah akibatnya. Kalau kita terlalu nyaman dengan kenyamanan." Dengan Aji Pangabarannya Batara Guru, mencari dan mengikuti kemana benda pusaka itu melayang pergi. Dalam penglihatannya, Batara Guru melihat Cupu Linggamanik melesat masuk menuju sebuah goa karang di tepi samudra,  yang disebut Goa Ringrong.

"Panggil putra-putraku menghadap. Kita akan mencari benda itu di Goa Ringrong...."

Bersambung...

Baca Kisah 1 Wayang Purwa

Baca Kisah 2 Jonggring Salaka

Beri komen kritik dan saran, pendapatmu mengenai Wayang Saga, agar saya dapat berintrospeksi dan memperbaiki kualitas tulisan saya di kemudian hari, dengan tags #wayangsagaseries

Ini bukan  kisah mitologi Hindu. Tapi ini merupakan kisah pewayangan yang jelas sangat berbeda dengan kisah mitologi Agama Hindu.

Wayang Saga Series akan hadir seminggu sekali pada hari sabtu atau minggu antara pukul 16:00-19:00 Don't miss it. Terima kasih atas perhatiannya Wassalam...