Mohon tunggu...
Jannuary Biru
Jannuary Biru Mohon Tunggu...

Penulis novel Wayang Saga

Selanjutnya

Tutup

Novel

(Cerita Wayang Series) Wayang Saga Series Episode 9

11 November 2017   19:08 Diperbarui: 11 November 2017   19:10 0 1 0 Mohon Tunggu...
(Cerita Wayang Series) Wayang Saga Series Episode 9
Ilustrasi Sanghyang Wenang dan Ananta Wisesa yang menyaksikan leburnya Kayangan Malwadewa

Baca Kisah Sebelumnya

Jin Sakar yang berhasil mencuri  Cincin Maklukat Ghaib memakainya sendiri dan menyamar sebagai Nabi Sulaeman, yang dibuangnya ke laut. Penyamaran Jin Sakar Terbongkar dan kabur, seraya bertarung di atas samudra. Cincin pusaka milik Nabi Sulaeman jatuh ke samudra dan menemukan jalan untuk kembali ke pemiliknya. Bagaimanakah kelanjutannya terus simak kisahnya yang seru

Episode 9: LEBURNYA KAYANGAN MALWADEWA

Sementara itu, Sanghyang Tunggal putra sulung Sanghyang Wenang yang menjadi raja di Kayangan Keling, Negri Selong. Tengah gelisah memikirkan mimpi-mimpi buruknya belakangan ini. Mimpi buruk yang sama. Mimpi buruk tentang bencana besar yang akan meleburkan Kayangan Malwadewa, tempat persemayaman Sanghyang Wenang ayahnya.


Sanghyang Tunggal pun pergi menuju Kayangan Malwadewa untuk menceritakan perihal mimpi buruknya itu. Sementara Nabi Sulaeman, dengan penerawangan batinnya. Mengetahui tempat bermukimnya Jin Sakar dan para pengikutnya, yakni Kayangan Malwadewa. Dan pergi menuju ke sana.


"Ayahanda Prabu! Ayahanda Prabu Sanghyang Wenang!" Sanghyang Tunggal berlari tergopoh-gopoh menghadap sang ayah, di Kayangan Malwadewa. 

"Gawat! Gawat! Ayahanda Prabu putramu ini bermimpi buruk te..." Belum sempat Sanghyang Tunggal menyelesaikan kalimatnya, mendadak gempa bumi menggetarkan tanah tempatnya berpijak. 

"Bermimpi buruk tentang bencana ini..." Gumam Sanghyang Tunggal yang menyadari bahwa mimpi buruknya sebentar lagi akan menjadi kenyataan.


"Ayahanda Prabu! Bencana ini akan menghancurleburkan Kayangan Malwadewa! Oh tidak... Bahkan seluruh pulau ini akan... Hancur! Kalian harus mengungsi dari sini! Cepat tinggalkan pulau ini." Seru Sanghyang Tunggal, memperingatkan sang ayah dan penghuni Kayangan, yang mendadak panik. Gempar berhamburan. Para dayang, bidadari, bangsa jin, dan siluman, ribuan pasukan penghuni Kayangan ribut. Riuh beterbangan. Berlarian kocar-kacir mengungsi, menjauh dari Pulau Malwadewa. Seperti ribuan kunang-kunang.


"Yang Mulya Prabu Sanghyang Wenang! Sepertinya ini bukan bencana biasa. Sepertinya ini ulah Nabi Sulaeman, yang menanamkan Pusaka Kasang Tumbal. Konon dikatakan, sebuah peradaban akan musnah bila ditanami pusaka ini. Pusaka yang konon sebagai penghukum atas bangsa-bangsa yang mengingkari perintah Agama." jelas Jin Sakar yang menyesal telah mengkhianati Nabi Sulaeman. 

"Kurasa pusaka itu ditujukan untuk menghukum saya dan pengi..." Tiba-tiba Gunung Tunggal meletus dahyat, memotong perkataan Jin Sakar.


Letusan yang menghamburkan seluruh isi perut Gunung Tunggal. Lava pijar menyembur memanaskan batu-batu sebesar rumah, beterbangan menembus. Mengubrak-abrik dinding-dinding, merobohkan pilar-pilar Istana Kayangan yang megah. Hingga merontokkan Singgasana dan menghancurkan Aula Kedaton menjadi puing-puing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
11 November 2017