Mohon tunggu...
Jannuary Biru
Jannuary Biru Mohon Tunggu...

Penulis novel Wayang Saga

Selanjutnya

Tutup

Novel

(cerita wayang series) Wayang Saga Series Episode 8

10 November 2017   18:35 Diperbarui: 10 November 2017   18:42 0 0 0 Mohon Tunggu...
(cerita wayang series) Wayang Saga Series Episode 8
Gambar wayang Jin Sakar

Baca Kisah Sebelumnya

Kayangan Malwadewa kedatangan bala tentara Jin Sakar dari Kerajaan Bani Isroil. Ia mencari Ananta Wisesa yang memohon perlindungan kepada Sanghyang Wenang. Dan pertempuran pun terjadi, akhirnya Jin Sakar mengakui kekalahannya. Kemudian ia diutus untuk mencuri Cincin Maklukat Ghaib milik Nabi Sulaeman. Berhasilkah ia? Nah simak kisah lengkapnya...

Episode 8: PENCURIAN CINCIN PUSAKA MALKUKAT GHAIB

Singkat cerita, Jin Sakar yang telah menjadi kepercayaan Nabi Sulaeman. Menyelinap masuk ke kamar pribadi Nabi Sulaeman yang saat itu tengah mandi dan melepas cincin pusakanya. Dengan leluasa, Jin Sakar mengambil dan memakai cincin itu. Terdorong rasa keserakahan yang menyelimuti hati, Jin Sakar bergumam "kenapa aku tidak memakainya sendiri saja?" Begitu pikirnya.

Begitu Nabi Sulaeman keluar dari pemandiannya. Betapa terkejutnya ia melihat dirinya sendiri terduduk menyeringai di atas pembaringannya, memegang-megang cincin pusaka yang tersemat di jari manisnya. Belum sempat Nabi Sulaeman berteriak. Secepat kilat, sosok yang mirip dirinya itu memukul keras perut Nabi Sulaeman hingga pingsan.


"Maafkan aku Baginda Nabi, kuambil alih posisimu sekarang." Bisik sosok itu menyeringai di telinga Nabi Sulaeman. Dan dibuangnya mayat Sang Nabi ke samudra yang bergolak. Begitulah Jin Sakar kemudian menyamar menjadi Nabi Sulaeman selama 40 hari.


Karena sikapnya yang berbeda, tidak mencerminkan sikap Sang Nabi. Para Petinggi Kerajaan yang mencurigai sikap Sang Nabi, membongkar penyamaran Jin Sakar perang tanding pun tak terelakkan. Karena kesaktian Jin Sakar tidak memadai, ia terdesak sampai ke laut. Dan Cincin Pusaka Maklukat Ghaib pun jatuh ke lautan luas. Jin Sakar tidak sempat mengejar dan mencari cincin itu, lantaran terus meladeni serangan gencar para Petinggi Kerajaan.


Jin Sakar kabur melesat  bersembunyi di balik awan. Setelah dirasa cukup aman, Jin Sakar mencari-cari cincin pusaka itu di dalam samudra nan luas. Betapa kerasnya pun mencari, Jin Sakar tetap tak mampu menemukan cincin pusaka itu. Dengan putus asa, ia pun kembali menuju Kayangan Malwadewa. Jin Sakar meminta ampun pada Sanghyang Wenang lantaran keteledorannya menjatuhkan cincin itu ke samudra. Sanghyang Wenang pun menyadari bahwa memang tak sepantasnya ia mencuri benda yang bukan miliknya...


Jauh di sebuah negeri pesisir nan asri, sebuah kampung nelayan yang ramai. Nabi Sulaeman terbaring di sebuah ranjang sederhana, dalam sebuah gubuk. Rumah keluarga nelayan yang juga sederhana. Nabi Sulaeman keluar membuka pintu, nampak di kejauhan keriuhan yang tak biasa. Nabi Sulaeman berlari menghampiri kerumunan itu.


"Ada apa ya pak? Kok rame-rame gini?" Tanya Nabi Sulaeman.


"Anu Tuan, ada cincin nyangkut di mulut ikan." Jawab seorang nelayan.


”Cincin?" Gumam Nabi Sulaeman. Merangsek masuk ke dalam kerumunan. Ternyata benar, itu adalah Cincin Maklukat Ghaib miliknya yang hilang dicuri Ponggawa kepercayaannya Jin Sakar. Cincin yang menyangkut di gigi seekor ikan kakap besar itu susah untuk dicabut. Bahkan beberapa pemuda yang bergiliran mencoba mencabutnya, tampak putus asa. Menggeleng-geleng kepayahan, tak sanggup mencabut cincin itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
10 November 2017