Mohon tunggu...
Jannuary Biru
Jannuary Biru Mohon Tunggu...

Penulis novel Wayang Saga

Selanjutnya

Tutup

Novel

(Cerita Wayang Series) Wayang Saga Series Episode 7

9 November 2017   17:21 Diperbarui: 9 November 2017   17:27 0 0 0 Mohon Tunggu...
(Cerita Wayang Series) Wayang Saga Series Episode 7
Ilustrasi Ananta Wisesa

Baca Kisah Sebelumnya

Sanghyang Wenang  dikaruniai empat orang putra dan seorang putri mereka  bernama Sanghyang Tunggal, Senggana, Nioya, Dewi Suyati, Dan si bungsu Sanghyang Heramaya. Sanghyang  Tunggal dijodohkan dengan Dewi Darmani putri pertama Sanghyang Damarjaka, dari Kayangan Keling, di Negri Selong... Simak terus kisahnya yang mulai seru...

Episode 7: ANANTA WISESA MENCARI SUAKA

Setelah beberapa tahun menikahi Dewi Darmani, Sanghyang Tunggal pun dinobatkan menjadi raja di Kayangan Keling menggantikan mertuanya Sanghyang Damarjaka. Sanghyang Tunggal mempunyai tiga orang putra berwujud Akyan Dari Dewi Darmani, mereka dinamakan: Sanghyang Rancasan (Sanghyang Rudra atau Dewa Esa), Sanghyang Dewanjali, dan Dewi Darmastuti yang kemudian dinikahi pamannya sendiri, Sanghyang Nioya.


Sementara itu, Prabu Hari mertua Sanghyang Wenang, yang tengah berkunjung ke Kayangan Malwadewa, untuk melihat keadaan cucu-cucunya. Didampingi Patih setianya, Sangadik. Terkejut melihat seekor Naga yang terbang melayang dan Iangsung masuk ke Aula Kedaton menghadap Raja Kayangan Malwadewa, Sanghyang Wenang.


"Ampun Sangyang Prabu. Bolehkah hamba menjadi pengikut Sanghyang Prabu. Bolehkah hamba mempelajari Agama Dewa."


"Katakan dulu, siapa nama dan dari mana asal Andika (kamu)?" Sahut Sanghyang Wenang tenang.


"Na.. Nama Hamba Ananta Wisesa. Hamba Raja Jin dari Kerajaan Saptapertala. Hamba ingin berguru pada Yang Mulya Prabu Sanghyang Wenang." Belum sempat Sanghyang Wenang menjawab. Tiba-tiba sejumlah pasukan jin datang berteriak-teriak mencari-cari Ananta Wisesa. Mendengar itu, Ananta Wisesa ketakutan dan meminta perlindungan pada Sanghyang Wenang.


"Keluar kau Ananta Wisesa! Ayo keluar jangan bersembunyi!" Seru sang pemimpin. Setelah mendapat izin, Prabu Hari bersama Sangadik, sang Patih. Keluar untuk menemui bala tentara jin tersebut.


"Eh, eh, eh.. Ada apa ini? Bukannya menjunjung adab sopan santun, bertamu di rumah orang. Eh.. Malah berteriak-teriak. Walah dalah.." Sahut Prabu Hari tenang.


"Hei orang tua! Jangan berpura-pura! Mana Ananta Wisesa!? Cepat tunjukkan kepada kami!" seru sang pemimpin bersikeras.


"Sabar. Sabar jangan terburu nafsu. Setidaknya perkenalkan dulu nama dan apa maksud tujuan Andika datang ke Kayangan Pulau Malwadewa ini?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
9 November 2017