Mohon tunggu...
Jane Millenia
Jane Millenia Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Hospitaliti dan Pariwisata Angkatan 2017

Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI untuk Prodi S1 Hospitaliti dan Pariwisata 2017, terdaftar dalam program Double Degree STP Trisakti - Guilin Tourism University, China.

Selanjutnya

Tutup

Media

Kembali Menjadi Oke Sebelum Menggugat

7 September 2020   18:11 Diperbarui: 7 September 2020   18:07 22 3 1 Mohon Tunggu...

Ketika mendengar bahwa dua stasiun televisi lokal RCTI dan iNews menggugat UU Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi untuk membuat layanan menonton berbasis internet seperti Netflix, YouTube, dan sebagainya tunduk pada regulasi tersebut, penulis mempertanyakan apa alasan di balik tindakan itu. Setelah mencari tahu, konon katanya lantaran takut platform-platform itu menyiarkan tayangan yang melenceng nilainya dari UUD 1945 dan Pancasila.

Loh, memangnya acara-acara yang disiarkan oleh dua stasiun televisi tersebut sudah mencerminkan ideologi nasional?

Kurang lebih seperti itu pertanyaan yang dilempar oleh para netizen ketika membaca berita gugatan itu. Satu suara dengan banyak orang, penulis juga bertanya hal demikian bahkan kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali duduk di depan televisi untuk menikmati program acara yang tengah ditampilkan. Dan ternyata, terakhir kali penulis benar-benar menikmati program yang disiarkan oleh stasiun-stasiun televisi lokal Indonesia adalah enam tahun silam. 

Saya dahulu sering sekali menemani mendiang nenek saya untuk menonton televisi dari sore hingga malam dan menganggap beberapa acara yang ditayangkan merupakan hiburan harian.

Setelah menyusuri memory lane, yang paling saya ingat dari RCTI adalah jargon terkenalnya yang mengusung opini bahwa stasiun penyiaran tersebut "OK".  Dulu saya berpikir begitu karena saya menyenangi beberapa acaranya dan memang saat itu mereka oke. Akan tetapi, semakin lama tayangan yang ditawarkan mulai rancu dan melenceng dari tujuan utamanya. Misalkan video yang saya sertakan di bawah ini.

Seingat saya, Dahsyat adalah acara musik yang sering menampilkan chart tangga lagu yang sedang terkenal di Indonesia. Mereka juga sering mengundang musisi-musisi lokal bahkan mancanegara seperti boy group Korea Selatan yang dikenal sebagai ASTRO untuk mampir menjadi tamu.


Bayangkan bagaimana perasaan para penonton saat itu yang sedang menonton acara musik tetapi tiba-tiba disajikan sesi lomba masak? Aneh, pikir saya. Tidak hanya lomba masak, bahkan sempat ada lomba makan kerupuk yang pesertanya merupakan penonton dan abdi negara yang mana kerupuknya diikat dengan tali yang disangkutkan ke kaki salah satu host. 

Meski dalam rangka 17-an, di mana poin yang mencerminkan bahwa tayangan mereka sudah pasti mendidik karena telah tunduk pada UU Penyiaran? Belum lagi, stasiun televisi swasta tersebut juga seringkali mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia karena dianggap melenceng dari regulasi yang ada.

Harusnya, mereka mengevaluasi kualitas sendiri terlebih dahulu, kembali menjadi oke sebelum melayangkan gugatan.

Banyak program acaranya yang menurut saya pribadi tak semenarik dulu, juga tidak mendidik bagi kawula muda. Tidak bermaksud merendahkan salah satu pihak, Namun saat ini saya juga lebih memilih untuk menikmati tayangan di aplikasi OTT karena lebih beragam dan saya bisa memilih atau menyaring konten mana yang menarik dan mendidik. 

Bilamana MK memproses gugatan tersebut, saya harap stasiun-stasiun televisi lokal pun dapat memperbaiki kualitas program acara yang ditawarkan agar tetap tidak kalah saing dengan OTT yang sedang menjamur.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x