Mohon tunggu...
jana sujana
jana sujana Mohon Tunggu... seorang suami, seorang ayah, pekerja keras.

Bekerja di sebuah perusahaaan transportasi umum di Qatar, saya ingin berbagi pengalaman dan pemikiran saya yang saya harapkan bisa bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Doha Metro

4 April 2021   22:27 Diperbarui: 4 April 2021   22:38 87 4 0 Mohon Tunggu...

Sebagai orang yang lahir di desa dan berasal dari keluarga golongan menengah kebawah melihat fasilitas  mewah dan canggih di Qatar saya merasa takjub, sebagai contoh saat pertama saya naik DOHA METRO sebuah moda transportasi public baru di Qatar yang diluncurkan pada 2019 lalu, saya berfikir "bagaimana orang bisa membangun fasilitas semewah ini ?" he he he saya lupa kalo Qatar itu Negara kaya.

Kereta ini memiliki track sepanjang 76km dan memiliki 37 stasiun  di bagi menjadi tiga jalur yaitu REDLINE yang melayani rute Al-wakrah -- Lusail, GREENLINE yang melayani rute Al-Mansoura -- Al-Rifa dan GOLDLINE yang melayani rute Ras Buabboud - Aziziah,  dengan kecepatan mencapai  100km/jam dan jarak antar kereta hanya lima menit kereta ini mampu membawa 8000 penumpang/jam tiap jalur.

Pantaslah jika peluncuran kereta ini di gadang-gadang sebagai persiapan menjelang piala dunia sepak bola yang akan berlangsung pada akhir 2022 nanti di Qatar  yang di perkirakan akan di kunjungi oleh lebih dari satu juta orang dari berbagai belahan dunia.  

Dengan harga tiket yang relative murah hanya 3 QAR atau sekitar Rp.12000 untuk sekali travel  penumpang akan dimanjakan dengan METROLINK yaitu FEEDER BUS yang akan menjemput  penumpang dalam radius 2 sampai 5 km menuju ke stasiun tanpa di pungut biaya tambahan alias gratis.

Kembali lagi ke cerita saya pertama kali naik DOHA METRO, saya berangkat dari stasiun Al-wakrah dengan tujuan DECC (Doha Exhibition & Convention Center) di pusat kota Doha yang berjarak   26km bisa di tempuh hanya dalam waktu 25 menit, dengan ini DOHA METRO menjadi kereta tanpa pengemudi tercepat di timur tengah, dan bagi saya yang dulu saat saya di masih di desa biasa jalan kaki ke pasar yang berjarak kurang dari dua kilometer saja dari rumah dan saya tempuh dalam waktu yang relative sama yaitu 25 menit-an, naik DOHA METRO itu seperti naik angin he he he "canda saya dalam hati".

Saat sampai di DECC saya agak sedikit  bingung karna saking megah nya stasiun saya agak kesulitan menemukan jalan keluar yang harus menggunakan elevator, beruntunglah salah seorang petugas datang menghampiri  " good morning sir, how can I help you ?" sapa nya seraya menawarkan bantuan, "oh, good morning, I'm a little bit confused of looking for the way out, could you please tell me where should I go ? jawab saya terbata2 dengan bahasa inggris yang pas-pasan, kemudian si petugas menunjukan saya jalan keluar. 

Jadi, jika ada penumpang yang mengalami kendala di stasiun seperti tidak tahu cara membeli atau top-up tiket atau seperti kasus yang saya alami, para petugas siap memebantu.

QATAR RAIL sebagai operator terus meningkatkan pelayanan termasuk memperbanyak rute FEEDER BUS agar dapat menjangkau semua  tempat-tempat tinggal para calon penumpang yang berada pada radius yang telah di tentukan. 

Saya bersyukur karna walaupun saya orang desa yang dulu cuma sarapan singkong, ternyata saya bisa punya pengalaman seperti orang-orang yang lahir di kota.

Saat ini seluruh jalur dan stasiun DOHA METRO telah resmi di operasikan, ini akan semakin mempermudah mobilitas penduduk Qatar dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum yang tentunya akan mengurangi kepadatan di jalan raya, mengurangi polusi udara dan menghemat konsumsi bahan bakar. 

Sekian dan terima kasih.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x