Mohon tunggu...
Susilo B. Utomo
Susilo B. Utomo Mohon Tunggu... Akuntan - Penulis Lepas

Penulis Lepas

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Dagang Olah Raga

24 Juli 2021   08:39 Diperbarui: 24 Juli 2021   08:46 148 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Dagang Olah Raga
Pembukaan Olipiade Tokyo 2020, cnbcindonesia.com

Mau dibilang apapun, sejatinya gelaran Olimpiade Tokyo 2020 adalah olimpiade dagang olah raga. Olimpiade bisnis, bukan hanya sekedar pertandingan olah raga.

Bagaimana tidak, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia masih juga diselenggarakan kegiatan pertandingan olah raga yang nota bene berpotensi akan terjadi kontak fisik, kerumunan,  pertambahan mobilitas dn sebagainya.

Di sisi lain, kita tahu pula bahwa  salah satu upaya untuk memutuskan pandemi virus ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat yang meliputi 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan dan menghindari makan bersama. Lalu bagaimana protokol kesehatan ini bisa diterapkan oleh sedemikian banyak orang yang meliputi atlet, penonton, panitia dan para pihak yang terlibat?

Ajang pertandingan olah raga dunia ini yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, memang sempat ditunda, namun akhirnya tetap juga dilaksanakan di tahun ini. Meskipun tetap dilaksanakan di tahun ini, sebagaimana dilansir detik.com yang merujuk pada media Spanyol Marca, Tokyo sebagai tuan rumah harus menelan pil pahit dengan hilangnya pemasukan sebesar 700 juta Euro atau setara dengan 11,9 Triliun.

Dengan adanya pandemi ini, banyak sponsor yang mengundurkan diri sehingga pemasukan dari sponsor menjadi berkurang. Meskipun panitia telah berupaya dengan tetap menggunakan nama olimpiadenya dengan angka tahun 2020 walaupun pelaksanaannya di tahun 2021 agar tidak mengubah branding, namun nampaknya tidak membantu banyak.

Olimpiade Tokyo 2020 memang sangat nampak garing saat pembukaan kemarin pada hari Jumat 23 Juli 2021. Bagaiman tidak, pembukaan Olimpiade yang dilaksanakan di stadion megah dengan kapasitas 68.000 orang, hanya dihadiri oleh sekitar seribu orang. Meskipun acara digelar dengan sangat hebat dan canggih, tetap saja kurang terasa kemeriahannya.

Nampak sekali bahwa Olimpiade ini sangat dipaksakan pelaksanaannya. Gelombang penolakan dari penduduk Jepang yang khawatir dengan ancaman munculnya penularan virus Corona berbagai varian, tidak menyurutkan pemerintah untuk tetap melaksanakannya. Karena kerugian finansial akan semakin banyak jika semakin lama ditunda.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN