Mohon tunggu...
HERRY SETIAWAN
HERRY SETIAWAN Mohon Tunggu... Konsultan - Creative Coach

membantu menemukan cara-cara kreatif untuk keluar dari kebuntuan masalah

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Xi Jinping, Gaya Politik Khas Pebisnis Pecinan

20 Maret 2021   04:00 Diperbarui: 20 Maret 2021   16:24 688
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping selintas dipandang akan menciptakan "kekaisaran" baru dinegeri tirai bambu. Setelah ia merubah masa kepemimpinan dari yang hanya 2 periode menjadi tak terbatas.

Melihat usianya dan tampilan fisiknya yang masih terlihat bugar, sepertinya 15 tahun ke depan kita masih akan melihat sepak terjang Mr. Xi sebagai pemimpin Tiongkok.

Tampaknya Mr. Xi , sudah merencanakan semua sepak terjangnya sebagai pemimpin Tiongkok jauh-jauh hari sebelumnya. Mungkin sudah dimulai ketika ia masih dalam lingkup pemerintahan daerah.

Kita lihat ke depan, secara demografi apa yang akan terjadi dengan penduduk Tiongkok dalam kurun 15-20 tahun yang akan datang.

Penduduk usia lanjut mulai mendominasi dalam struktur usia penduduknya. Ini akibat kebijaksanaan 1 anak yang digagas berpuluh tahun sebelumnya, kendati tahun 2013 sudah dilonggarkan boleh punya 2 anak.

Sebagaimana kita tahu, usia lanjut berarti produktifitasnyapun ikut turun.

Sampai disini, saya mulai membayangkan Xi Jinping sebagai seorang "ayah" yang baik.

Ia tahu bahwa hari itu akan datang jauh hari sebelumnya, oleh karenanya sebagai seorang  "ayah" dia mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, agar mereka yang sudah berusia lanjut ini tetap bisa memperoleh tempat tinggal yang layak, makanan yang cukup dan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan jauh dari polusi.

Untuk bisa memperoleh kondisi seperti itu, ia harus memiliki banyak aset-aset yang produktif.

Oleh karenanya, beberapa tahun yang silam kita lihat banyak sekali Tiongkok menggelontorkan investasi ke negara-negara Afrika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun