Mohon tunggu...
James Martua Purba
James Martua Purba Mohon Tunggu... Petani - Digital Cooperative and Financial Enthusiast

Berbagi pengalaman, pengetahuan dan kebaikan untuk kebersamaan. Percaya dengan gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan semua akan baik-baik saja. *Love GOD, Indonesia and Family* purbajamesnw@gmail.com, WA : 081321018197

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Ssst Pak RT, Ayo Ubah Arisan Menjadi Koperasi Digital

5 Oktober 2022   11:01 Diperbarui: 7 Oktober 2022   17:15 1018 13 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi koperasi Digital (freepik.com/pikisuperstar via KOMPAS.COM)

Tak perlu khawatir  akan terjadi resesi di 2023, sudah terbukti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  apalagi diwadahi oleh koperasi (digital) akan mampu mengatasi dampak resesi global tsb, dengan modal gotong royong dan kekeluargan.

ARISAN  RT jaman now ketika pandemi C-19 dikocok lewat aplikasi berputar seperti papan rolet di film- film Hollywood. Pemenang arisan diumumkan lewat WA Grup dan yang beruntung uangnya ditransfer lewat Bank atau E-Money. Ini namanya RT Digital

Arisan RT umumnya beranggotakan  sesuai jumlah Rumah Tangga di RT tsb, umumnya tidak lebih dari 100 orang/keluarga. Kecuali ada yang pasang 2 nomor arisan. 

Sialnya, arisan RT dilakoni oleh ibu-ibu untuk tujuan silaturahmi, disamping ada juga yang belajar menabung tanpa bunga. Sialnya bapak-bapak jarang ikut arisan RT, kecuali mungkin yang anggotanya pensiunan yang jarang bepergian, heheh...

DARI NON FORMAL KE FORMAL

Jaman sudah berubah, arisan adalah sektor non formal berdasarkan kekeluargaan untuk silaturahmi. Termasuk juga bisa menjadi salah satu sumber untuk usaha kecil (UMKM). 

Modal utama silaturahmi bukanlah uang, tetapi semangat kekeluargaan, saling percaya karena kenal wajah, kenal hobi dan kebiasaan sehari-hari. Bermodalkan dana arisan  (gotong royong)   yang jaman now disebut crowd funding itu menjadikan sesama warga tetap  saling bersilaturahmi offline maupun online.

Bagaimana menaikkan kelas Arisan yang non formal menjadi formal hingga menjadi sebuah kekuatan ekonomi crowd funding yang saling berbagi dan menguntungkan semua warga?  

Tentu bentuk perlu sebuah badan usaha yang berbadan hukum (formal) dengan tidak meninggalkan semangat kekeluargaan dan gotong royong. Itulah koperasi, yang diperkenalkan Bung Hatta, salah satu Proklamator kita. Cara mendirikan Koperasi silahkan googling.

Nah, Koperasi jaman now telah berubah mengikuti perkembangan dan semakin transparan layaknya aplikasi perbankan.  Tak tanggung-tanggung makin banyak koperasi menjadi super app di mana anggotanya bisa melakukan berbagai usaha berbasis digital. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan