Mohon tunggu...
James Kavanagh
James Kavanagh Mohon Tunggu... Lainnya - Tanpa Jabatan

Bule Inggris yang tertarik sama semua hal Indonesia, terutama bahasanya, sejarahnya, makanannya dll..

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Bahasa Indonesia Gagal sebagai Bahasa Pemersatu

19 Januari 2019   22:46 Diperbarui: 19 Januari 2019   23:08 782
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Judul di artikel ini terjamin menyita perhatian pembaca, tapi ada alasan penting dibalik judul ini. Bahasa Indonesia terpilih sebagai bahasa nasional untuk menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. 

Di dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928, Bahasa Indonesia terpilih menjadi bahasa persatuan, tapi saya ingin tanya, apa tujuan ini sudah terwujud? Bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa utama dalam sekolah nasional di seluruh Indonesia, dari Jakarta sampai desa-desa terpencil di ujung-ujungnya. 

Walaupun ini sudah terwujud, Bahasa Indonesia masih gagal menyatukan semua kalangan penduduk Indonesia. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa yang bisa ditulis, diucapkan, dibacakan dan didengarkan, tapi ada kalangan penduduk Indonesia yang tidak bisa memahami bahasa lisan atau ada kesulitan memahami bahasa lisan, yaitu orang tunarungu dan tunawicara. Oleh karena itu mereka butuh bahasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka, yaitu bahasa isyarat.

Untuk sesungguhnya mewujudkan tujuan Sumpah Pemuda dan untuk membangun komunikasi yang lebih inklusif dan bisa menyatukan semua orang Indonesia, itu penting untuk bahasa isyarat dikasih peran yang sama pentingnya dengan Bahasa Indonesia di sekolah dan di budaya Indonesia. 

Untuk membangun kesadaran dan minat anak belajar bahasa isyarat, anak misalnya bisa diajarkan cara mengisyaratkan lagu Indonesia Raya. Itu langkah kecil tapi bermakna, dan cara mudah untuk membantu mereka lebih menghargai persatuan semua bangsa Indonesia tanpa pandang bulu.

Memang sudah ada usaha untuk mencoba mengisyaratkan Bahasa Indonesia biar Bahasa Indonesia tidak terbatas sebagai bahasa lisan saja. Bahasa isyarat ini terkenal sebagai Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) tapi bahasa ini mungkin bisa dikatakan sedikit kaku, karena bahasa isyarat ini mengikuti kaidah Bahasa Indonesia sampai mengisyaratkan imbuhan yang digunakan dalam Bahasa Indonesia. 

Ini maksud jika orang ingin mengatakan satu kata, mereka mungkin harus menggunakan dua atau tiga isyarat biar mereka bisa mengekspresikan kata dasarnya bersama imbuhannya. 

SIBI sudah menjadi bahasa isyarat resmi yang digunakan di Sekolah Luar Biasa B untuk murid tunarungu. Tapi juga ada sistem isyarat lain bernama Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). BISINDO adalah sistem isyarat yang terbuat oleh komunitas tunarungu, sedangkan SIBI adalah sistem yang terbuat tanpa saran atau masukan komunitas tunarungu.

Sayangnya, bahasa isyarat hanya diajarkan dalam Sekolah Luar Biasa dan tidak masuk silabus Bahasa Indonesia di sekolah nasional. Harusnya bahasa isyarat diajarkan bersama Bahasa Indonesia untuk membangun iklim inklusif dan membuat komunikasi di antara semua kalangan Indonesia terbuka. Itu juga bisa menjamin orang tunarungu dan tunawicara tidak ketinggalan dan diasingkan. 

Jika kebanyakan orang sudah bisa berbahasa isyarat, itu akan membantu orang tunarungu dan tunawicara masuk dunia kerja lebih mudah dan menjamin kesejahteraan semua rakyat Indonesia. Pelajaran bahasa isyarat juga didasarkan Pancasila. Sila kedua menjamin kemanusiaan yang adil dan adab. 

Pelajaran bahasa isyarat itu kegiatan kemanusiaan yang mengembangkan sikap tenggang rasa. Pelajaran bahasa isyarat membuat orang belajar tentang kehidupan dan ketidakadilan sosial yang dialami oleh orang tunarungu dan tunawicara. Sila ketiga menjamin persatuan Indonesia. Pelajaran bahasa isyarat berdasarkan menempati kepentingan keadilan dan iklim inklusif untuk orang distabilitas di atas kepentingan pribadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun