Mohon tunggu...
Jamaluddin Jamal
Jamaluddin Jamal Mohon Tunggu...

Belajar dari bawah, sebarkan dari atas

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Bareskrim Periksa Ahok, Relakah FPI Batalkan Demo Akbar?

26 Oktober 2016   15:10 Diperbarui: 26 Oktober 2016   15:24 0 21 19 Mohon Tunggu...
Bareskrim Periksa Ahok, Relakah FPI Batalkan Demo Akbar?
ANTARA/Reno Esnir

Semangat sudah dibentuk, demonstrasi telah direncanakan. Namun tiba-tiba ada perubahan angin yang dibawa oleh Ahok. Beliau mendatangi sendiri kantor Bareskrim Polri di Jakarta Pusat agar dirinya diperiksa.

"Dia (Ahok) datang atas inisiatif sendiri. Dia minta waktu untuk diperiksa," kata Brigjen Agus saat dikonfirmasi.

Padahal, sejak tanggal 14 Oktober pergerakan sudah dimulai. Jakarta ramai dengan hiruk-pikuk suasana demonstrasi yang diadakan oleh FPI. Unjuk rasa ini diadakan atas dasar keinginan untuk memastikan Ahok diperiksa oleh Bareskrim terkait masalah surat Al-Maidah 51. Beramai-ramai gerombolan FPI bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Balai Kota. Mereka menyanyikan ‘ayo, ayo, ayo bunuh Ahok.’ Nyanyian yang tak indah didengar dan tak pantas diucap, apalagi oleh sekelompok orang yang mengaku membela agama.

 Tapi ternyata itu baru hentakan pertama, berbagai hentakan berikutnya pun sudah dilakukan. Surabaya, Solo, Malang, Bandung dan Padang adalah beberapa kota yang sudah turun untuk meminta negara supaya memeriksa Ahok. Namun, serentetan aksi tersebut tidak menimbulkan efek berarti di masyarakat. Yang ada, mereka malah membuka celah bagi berbagai oknum untuk menunggangi aksi-aksi yang sarat akan isu SARA ini demi kepentingan politik.

Tidak mau dianggap hanya menggertak, dikoarkan sebuah demo akbar yang masih menuntut hal sama. Muncul Isu Aksi Besar-besaran 4 November, Akademisi Sambangi Mabes Polri. (berita pada tanggal 19 Oktober di Tribunnews)

Nampaknya, seluruh pasukan dan amunisi sudah disiapkan untuk closing ceremonytanggal 4 november 2016. Aksi 4 November atau ada yang sebut “Bela Islam II” diupayakan untuk menuntut Ahok agar segera diperiksa Bareskrim terkait ucapannya tentang Al-Maidah ayat 51.

“Tak ada alasan bagi Bareskrim untuk tidak menangkap Ahok. Jika lamban, insya Allah tanggal 4 November kita akan buat aksi serupa seperti di Balai Kota lalu dengan jumlah massa lebih besar," ujar Syahroji di kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta.

Tapi Bareskrim telah menjalankan tugasnya. Ahok pun menyerahkan dirinya. Negara mendengar tuntutan ormas ini. Artinya, tuntutan FPI yang dibacakan oleh Syahroji telah terpenuhi. Proses hukum telah berjalan dan Ahok tengah diperiksa. Rencana 4 November tak lagi relevan. Ahok melepaskan egonya dan mengakui kesalahannya dengan datang ke Bareskrim. Bagaimana dengan FPI? Relakah FPI batalkan demo akbarnya?

KONTEN MENARIK LAINNYA
x