Mohon tunggu...
Robert Setiadji
Robert Setiadji Mohon Tunggu... Penulis - Hanya tinggal berdua dengan istri yang sakit sekarat karena Kanker St 4 dan Stroke Frontal. Penulis Youtube Novel Pertama di Dunia "The unHAPPY LifE" Email : setiadjirobert@gmail.com

Hanya tinggal berdua dengan istri yang sakit sekarat Karena Kanker St 4 dan Stroke Frontal. Penulis Youtube Novel Pertama di Dunia "The unHAPPY LifE" Email : setiadjirobert@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Diary

Pesan Pribadi dari Teroris Paling Berbahaya di Indonesia (Kisah Nyata Saat Ini)

5 Desember 2021   06:06 Diperbarui: 5 Desember 2021   06:09 58 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Cerita ini menjadi bagian dari Youtube Novel Pertama di Dunia "The unHAPPY LifE" (True Story)

Lanjutan dari tulisan saya sebelumnya "Menjadi Mualaf atau Pindah ke Keyakinan lain yang bersedia bantu dari jatuh terpuruk dan sakit keras sekarat"
Dimana tulisan tersebut diatas saya bagikan  share ratusan kali bahkan mungkin ribuan kali di media sosial facebook namun tidak banyak yang menanggapi dengan serius.

Yang paling mengherankan tidak ada satupun Gembala Hamba Tuhan yang berusaha mencegah seperti " Perumpamaan Anak Domba yang Hilang yang mana Yesus lebih mengutamakan mencari 1 anak domba yang hilang dari 100 anak domba yang di Gembalakan."

Bahkan di dunia Nyata istri ku malah di usir dan dicampakkan dengan kasar dari Komunitas Persekutuan Doa Kristen yang diikutinya dimana dalam PDT tersebut terdapat anggota berprofesi Gembala-gembala Hamba Tuhan.
Gara-gara saya ajukan permohonan bantuan galang dana untuk atasi jatuh terpuruk dan sakit keras sekarat.
Suatu respon tanggapan yang tidak disangka-sangka, tindakan pengusiran dan pencampakan yang kasar tidak sejalan dengan Ajaran Yesus Kristus dan sangat menyakitkan telah menzolimi orang sakit keras sekarat  hingga makin membuat sakit Kanker Stadiun 4 dan Stroke istri saya jadi makin parah karena Down, Stress hingga Depresi.
Apabila sakit istri saya makin parah hingga sampai hilang nyawa tentu saya akan menuntut balas kepada Wanita Pengurus PDT  yang sok arogan mengusir istri saya dari Komunitas Persekutuan Doa Kristen tersebut.
Itu bila Tuhan mengijinkan dan berkehendak serta membuka jalan.

Hal tersebut diatas makin memantapkan saya menjadi Mualaf atau pindah ke keyakinan lain, namun juga belum ada satupun calon Imam atau Pemuka Agama yang merespon peduli bersedia menampung saya dengan kondisi yang terpuruk dan sakit keras sekarat ini.

Pesan Pribadi dari Teroris Paling Berbahaya di Indonesia.

Pada suatu hari ada notifikasi messenger facebook yang muncul di akun Gmail saya yang membuat saya kaget dan gemetar.
Seperti diketahui bahwa Lawan Korespondensi di Media Sosial seperti Gmail dan facebook dan lainnya itu adalah Nyata dan tidak dapat direkayasa.

Pesan pribadi itu dari seorang Pimpinan Teroris yang paling berbahaya di Indonesia.
Saya belum berani buka inbox dari pesan tersebut, yang pasti ini adalah respon  tanggapan tulisan saya sebelumnya yang saya kirim ke beberapa Pemuka Agama dan Komunitas Agama via media sosial facebook.

Pikiran saya jadi melayang dan membayangkan bila tidak ada satupun Gembala Hamba Tuhan yang bersedia menyelamatkan saya beserta istri dari kondisi terpuruk dan sakit keras sekarat tentu saya akan membuka inbox messenger tersebut dan pasti akan menerima tawarannya, karena tidak ada pilihan lain.
Karena banyak sekali kebutuhan-kebutuhan dan kewajiban-kewajiban yang tidak bisa dipenuhi sebab saya sudah jatuh terpuruk miskin tak memiliki tabungan harta benda yang berharga.

Setelah semua kebutuhan-kebutuhan dan kewajiban-kewajiban saya dipenuhi.
Kemudian Saya akan bergabung dan menghilang dan tinggalkan pesan kepada istri saya :

" Sudah Aku lunasi semua kewajiban-kewajiban di Dunia dan Aku tanggung jawabkan di Akhirat dengan ini Tubuhku dan ini Darah ku untuk Menebus "

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan