Mohon tunggu...
Jagat Alit
Jagat Alit Mohon Tunggu... Konten Kreator

Mantan Super Hero. Sekarang, Bakul Mi Instant. Semoga Berkah Amin

Selanjutnya

Tutup

Novel

Suami Pertama

9 Oktober 2019   05:50 Diperbarui: 9 Oktober 2019   06:14 0 5 3 Mohon Tunggu...
Suami Pertama
ilustrasi

Part.1

Si Ranum dengan Suami Pertama

Menurut eyang, Ratih, ibunya Nia, memang sudah cantik dan mempesona sejak kecil. Bagai buah mangga nan ranum berwarna kuning menggoda.

Wajahnya yang bulat, cocok dengan sepasang matanya yang besar hitam bening, hidung kecil mungil dan senyum tak lepas dari bibirnya merah muda tanpa gincu.

Kulitnya kuning bersih tidak seperti teman-teman sebayanya sekampung.

Wajahnya cantik elok, sehingga para Heiho tentara Jepang sangat senang menggodanya di kala ia kecil.
Untuk masih kecil, sehingga aman dari para penakluk kuning itu yang terkenal dengan jejak kelam yang ditinggalkannya saat menjajah negeri lain.

Itu, semua cerita Eyang. Nia, juga tidak bisa memungkiri bahwa ibunya secantik apa yang diceritakan eyang, karena sisa-sisa kecantikannya masih terlihat sampai sekarang.

Lamunan Nia melayang ke masa lalu mencoba mengambarkan sosok ibunya seperti cerita nenek.

Ya, ya tidak beda jauhlah dengan dirinya sekarang. Kata nenek juga, ia dan ibunya hampir sama perawakan dan wajah, hanya beda di warna kulit saja. Nia warna kulitnya cenderung kuning langsat, namun begitu, pesonanya banyak menjerat dan memikat kumbang-kumbang muda mendekat ingin berkenalan atau sekedar menyesap aroma wangi dirinya laiknya sebuah bunga.

Itu selintas gambaran Ratih ibunya Nia.

*

Nia kecil adalah bayi yang lucu, seputih susu nan menggemaskan.
Setelah ditunggu setengah tahun pernikahan ibunya dengan seorang insinyur dari tanah seberang, Rifan namanya. Lelaki tampan dengan wajahnya khas, bersih, gagah dan sangat cocok bersanding dengan ibunya.

Insinyur yang mengerjakan proyek jalan lintas Jawa ini adalah bapaknya atau suami ibunya yang pertama.

*

Masa yang indah dari keluarga kecil ini.

Tinggal di rumah yang cukup besar dalam ukuran orang kampung. Terlihat sangat mencolok dibandingkan dengan tetangganya.

Kemanisan direngkuh bersama dengan hiasan hari-hari penuh tawa dan tangis Nia kecil ini.

Sangat menggemaskan.

Hampir semua orang yang melihat tidak akan melepaskan kesempatan untuk mencubit, menggendongnya, menggoda atau sekadar mengajaknya tertawa.

Meski bapaknya tidak selalu pulang setiap hari, karena proyek yang dikerjakannya jauh di luar kota, tidak sedikit pun menghalangi kemanisan masa kecil Nia.

Hingga suatu ketika badai itu datang, tepat dirinya sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Yang sekolahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 2 kilometeran. Di mana pergi pulang sekolah ditempuh dengan naik becak.

Kedatangan keluarga bapaknya dari tanah seberang yang menjadi sumber badai ini.

*

Ternyata, orang tua bapak Rifan sebenarnya kurang menyetujui pernikahan anaknya dengan gadis kampung macam Ratih ibunya ini.

Meski mempunyai mantu yang cantik dan baik hati, tetap saja hati mereka tidaklah puas.

Karena menurut ibunya, bapaknya sebenarnya sudah dijodohkan dengan sepupu jauhnya di tanah seberang sana.

Sehingga keluarga ayahnya merasa dipermalukan karena ayah lebih memilih ibu dan menikahinya.

Memang dari awal kedatangan keluarga ayah bermaksud memisahkan hubungan pernikahan ayah dan ibunya.

Namun, ketika kakek dan neneknya melihat dirinya, rencana itu pun berubah. Tidak hanya ingin menghancurkan keluarga anaknya bahkan ingin juga menguasai cucunya.

Mulailah rencana halus dilancarkan.

Beberapa kali jika di akhiri Minggu saat sekolah libur, Nia harus berpindah tangan kepada keluarga ayahnya yang kebetulan mempunyai saudara yang tinggalnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal ibunya. Hanya beda kota saja. Berjarak 30 kilometer saja, hanya membutuhkan sejam lah perjalanan.

Sesekali dua kali. Minggu sore, Nia pun diantarkan pulang karena Seninnya ia harus sekolah.

Tidak sedikitpernah pun terbersit perasaan curiga sedikit pun ibunya kepada orang tua Rifan suaminya.

Sama-sama cucu, wajar bila sangat menyayangi Nia.

Apa selanjutnya yang terjadi?
Seperti apakah badai itu?

Bersambung....




Pagi Basah

JAGAT ALIT

KONTEN MENARIK LAINNYA
x