Mohon tunggu...
Jagat Alit
Jagat Alit Mohon Tunggu... Konten Kreator

Mantan Super Hero. Sekarang, Bakul Mi Instant. Semoga Berkah Amin

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kisah Pedang Buana (18)

15 September 2019   12:51 Diperbarui: 15 September 2019   13:05 0 6 6 Mohon Tunggu...
Kisah Pedang Buana (18)
Ilustrasi diolah dari Pinterest.com

Part.18

MEMINTAS JALAN


Ini kisah 13 tahun yang lalu


Sebuah kereta yang cukup besar beroda empat ditarik oleh empat ekor kuda pilihan yang berwarna coklat bercorak putih pada kepala dan surainya yang melambai-lambai ketika melintas jalanan yang berbatu.

Derap kaki mereka menimbulkan suara khas kaki-kaki kuda bertapal besi menghantami bebatuan sepanjang jalan. Debu tampak mengepul di belakang kereta karena, kereta melesat cepat mengejar waktu yang semakin turun ke dalam gelap.

Matahari senja yang mengawang di langit dengan warna jingga indah malah membuat si kusir kereta tampak gugup dan cemas.

Kusir kereta yang kurus tinggi berpakain ringkas. Rambutnya panjang digelung diikat tali hitam yang tersembunyi di bawah topi lebar yang dipakai.

Matanya agak sipit terlihat nyata sekali menyiratkan kecemasan di hatinya. Hidungnya yang tinggi panjang selaras dengan kumisnya yang panjang melengkung bergerak ketika ia menggertakan gigi, bersamaan tangan kanannya memegang cemeti terayun ke depan.

" Ctarr... Cetarrrtt... Hiyaaa... Hiyaaa... Herrr... Herr!"

Suara cemeti meledak di udara disusul teriakan Ki Sarno sang kusir yang membuat empat kuda penarik kereta melonjak, membedal menambah laju kereta.

*

Alas Jati Darah sudah terlihat jelas di depannya hanya tinggal beberapa puluh depa lagi.

Alas inilah yang membuatnya kereta dipacu seperti kesetanan.

Ki Sarno sangat paham bahwa Alas Jati Darah ini adalah tempat yang wingit dan berbahaya. Jika sampai jatuh malam memasukinya, alamat datangnya bahaya bagi keselamatan penumpang kereta dan dirinya semakin terbuka lebar.

Sambil terus menerus meledakkan cemetinya, Ki Sarno berteriak lantang agar terdengar ke dalam bilik kereta.

" Maaf... Tuan. Mohon sedikit berpegangan, karena perjalanan kali ini terpaksa harus bergegas,"

Tidak ada sahutan dari dalam kereta besar itu.

" Mungkin, mereka sedang tertidur " batinnya melihat tidak ada sahutan dari dalam kereta.

Ki Sarno sangat maklum bahwa mereka semua sebelumnya telah melalui perjalanan yang sangat jauh.

Melintasi hampir seperenam luas negeri Nusa Swandika setelah menengok kerabat hartawan Julak Anam yang sakit di sebelah barat laut negeri Nusa Swandika ini.

Karena kelelahan mungkin, semua penumpang kereta tertidur.

*

Ki Sarno memilih jalan tembus ini dengan harapan bisa menghemat waktu tempuh. Ini adalah pilihan jalan pintas terdekat dari pada harus memutari lempengan pegunungan membuat jalan memutar dan perjalanan tertempuh lebih lama, hampir dua hari setengah jaraknya waktu berbeda.

Lewat jalan memotong Alas Jati Darah ini lebih cepat, asal dengan syarat jangan sampai terjebak kegelapan malam jika melintas di sana.

*

Baru saja puluhan tombak kereta memasuki jalan pintas ke dalam Alas Jati Darah, ada pemandangan di depan matanya yang membuatnya terkejut. Otomatis ia menarik les tali kuda dengan cepat, men oba mengendalikan kuda penarik dan kereta yang berhenti mendadak.

Nasib naas dan kemalangan manusia tidak ada yang tahu sebelumnya.

Kuda dan kereta yang dihentikan secara mendadak membuat kuda-kuda menjadi tidak terkendali dan kereta beroda empat itu berayun hilang kendali melakukan putaran yang cukup kuat sehingga...

" Braakkk... Eeiihhhh...!"

Belakang kereta yang terayun ke kiri menghantam sebuah pohon Jati besar yang tumbuh tidak jauh dari pinggir jalan. Akibatnya sisi belakang kereta sebelah kiri menjadi ringsek dan roda belakang sebelah kiri pun terlihat hancur terbelah.

Mengapa Ki Sarno melakukan tindakan gegabah seperti itu, sehingga kereta yang dikendarainya harus bernasib seperti itu?

Belum lagi, kuda-kuda yang terkejut dan menjadi bringas tak terkendali.

Bukan kecelakaan itu yang membuat kening kurus Ki Sarno keluar keringat sebesar jagung. Akan tetapi pemandangan yang terpampang di depannya yang membuat pecah nyalinya.

Apakah yang terjadi dengan Ki Sarno dan Hartawan Julak Anam sekeluarga di dalam kereta?

Bersambung...



Selamat Siang

------------

JAGAT ALIT

KONTEN MENARIK LAINNYA
x