Mohon tunggu...
Jagat Alit
Jagat Alit Mohon Tunggu... Konten Kreator

Mantan Super Hero. Sekarang, Bakul Mi Instant. Semoga Berkah Amin

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kisah Pedang Buana (17)

15 September 2019   08:19 Diperbarui: 15 September 2019   10:26 0 4 4 Mohon Tunggu...
Kisah Pedang Buana (17)
Ilustrasi diolah dari Pinterest.com/ily zhang

Part. 17

TUGAS PERTAMA

Angin berhembus bebas
Sebebas sinar matahari
Memancar cemerlang
Secemerlang Nusa Swandika jaya
Sejaya tenang dan damai.

Damai?
Kedamaian yang akan berubah karena awan hitam dari balik mentari
Muncul perlahan mengabutkan langit

Pagi masih sejuk dengan angin yang berhembus semilir.
Ibu kota Nusa Swandika masih tampak biasa. Tidak ada perubahan kesibukan mencolok.

Penduduk masih sesekali lalu lalang melintas di depan gerbang istana yang dijaga oleh pasukan pengawal yang tegap dan gagah.

Komplek istana yang luas ribuan depa tampak terlindung di balik dinding pemisah yaitu tembok batu setinggi tiga tombak yang kokoh kuat. Istana yang megah dengan warna merah dan kuning emas.

Tidak hanya di depan gerbang istana, di sepanjang tembok istana yang dibuat sengaja menyerupai benteng dengan lebar penampang 2 tombak setengah, agar para penjaga nyaman berada di atas.

Memantau dengan cermat keadaan di dalam istana atau pun keadaan di luar istana dari bangun kecil sebagai pos jaga.

Yang lain, ada yang mondar-mandir sesuai waktu giliran jaga.

Aman dan kuat oleh penjagaan yang ketat, para penjaga yang mempunyai rata-rata kepandaian cukup tinggi. Ditambah beberapa kepala regu yang merupakan senopati pilihan.

*

Angin terus mengalun lembut membawa sejuk hingga ke tengah bagian komplek istana. Ada tempat atau ruangan khusus, di mana sang baginda biasanya memberikan titah khusus kepada bawahannya.

Ruang itu tersamar dengan sebagai ruangan kitab atau perpustakaan.

Ruang yang hanya selebar 10 tombak persegi itu penuh rak-rak yang menempel dinding, rak-rak yang berbaris rapi, penuh berisi kitab-kitab aneka jenis.

Di sebuah rak di sudut tersembunyi, jika salah satu kitab yang tersusun rapi di tarik maka akan memicu terbukanya ruang otomatis yang tersembunyi di balik rak kitab.

Kitab khusus itu adalah sebuah panel kunci pembuka ruang rahasia yang sekarang di dalamnya berisi dua orang yang saling duduk berhadapan.

Satunya gagah berwibawa berwajah tampan, berkumis dan berjanggut rapi. Mata tajam setajam mata naga. Namun kali ini ada riak bergelombang di mata itu karena ada satu masalah yang membawanya ke dalam ruangan itu.

Rambut hitamnya yang ikal panjang tersembunyi di bawah mahkota kebesarannya yang berhias permata.

Ya, sosok yang gagah dibungkus pakaian kebesaran raja yang berwarna biru muda bermotif naga emas yang sedang bergelung itu adalah Bagindaraja Nusa Swandika, Prabu Kertanusabuana yang masyhur.
Raja yang gagah dan bijaksana.

Sosok yang lain terpisah jarak oleh sebuah meja kayu setinggi dua jengkal dari lantai, duduk menunduk seorang pemuda. 

Pemuda bukan orang sembarang yang bisa duduk berdua dengan sang raja, tentunya.

*

Pemuda itu adalah Chandra Bhumi senopati muda yang sakti yang menjadi tangan kanan andalan baru dari Raja Kertanusabuana.

Wajahnya tampan rambutnya ikal hitam diikat dengan ikat kepala warna merah yang membuat wajahnya semakin cemerlang. Alis matanya yang tebal seperti sepasang golok terbang menaungi sepasang matanya yang tajam bening. Mancung hidungnya serasi benar dengan bibir dan dagunya yang persegi kokoh.

Pakaiannya yang ringkas berwarna serba putih. Chandra Bhumi menunggu perintah Prabu Kertanusabuana.

*

" Chandra Bhumi... ini perintah rahasia yang harus kamu emban," suara berwibawa raja menyusup ke dalam pendengaran Chandra.

" Ini berkaitan dengan pusaka mestika yang hilang dari gudang pusaka istana. Bukan sembarangan pusaka ini. Meski kehilangan ini sudah tersebar dan menggegerkan, namun tidak ada yang tahu bentuk dari pusaka sakti Pedang Naga Buana ini. Dan rahasia ini hanya kubuka kepadamu," lanjut sang prabu.

Dengan seksama dan teliti Chandra Bhumi mendengarkan rahasia yang dibeberkan kepadanya.

" Chandra... selidiki pusaka itu, dan kalau bisa kamu harus rebut kembali pusaka itu," perintah yang tidak bisa ditawar dan segera ditunaikan.

*

" Mohon restu dan pamit Baginda!"

Dan, mulai hari ini Chandra Bhumi mengemban tugas berat yang penuh rahasia membawa kembali Pedang Buana dan rahasia di dalamnya yang hilang.

Mampukah Chandra Bhumi memenuhi tugasnya?

Bersambung..
..

KONTEN MENARIK LAINNYA
x