Mohon tunggu...
Izzuddin Hisyam
Izzuddin Hisyam Mohon Tunggu... Freelancer - Masih ditempa dalam perjalanan hidup bernama mahasiswa

Pembelajar yang sedang berproses menjadi profesional engineer dan writerpreneur. | Penikmat buku pegembangan diri, motivasi, dan bisnis.

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Gara-Gara Jaringan Tri, Jarak Kini Bukan Halangan Lagi!

6 Juli 2020   11:05 Diperbarui: 6 Juli 2020   11:15 408
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebutuhan untuk selalu terhubung kini sudah tak terbantahkan lagi. Dengan semakin majunya teknologi informasi dan sistem komunikasi yang didukung perkembangan gawai. Tak lengkap rasanya bila kita abai tanpa memanfaatkan semua fasilitas ini. 

Bicara kebutuhan internet setiap orang pasti akan berusaha mencari provider yang mampu mendukung kinerjanya. Jika saat ini kamu masih mencari-cari, atau baru ganti? baiknya kamu lanjutkan membaca ini! Karena tri sekarang telah berevolusi.

Sumber: twitter tri
Sumber: twitter tri

Sudah empat tahun aku menjadi pelanggan tri dengan nomer yang tidak pernah ganti. Katanya, ciri orang setia nomernya ngga pernah ganti :) iya, setia dengan jaringan tri yang bisa diandalkan. Dengan pelayanan yang semakin baik dan jaringan yang luas dan kuat. 

Tri menjadi pilihan sempurna untuk menunjang segala kebutuhan internet dan komunikasiku. Terlebih dalam masa pandemi seperti ini, dimana kebutuhan akan akses internet meningkat sebagai lahan produktivitas meski dalam ruang gerak yang terbatas.

Pandemi memang membatasi setiap kita. Tapi, jarak bukan lagi halangan berarti untuk saling berbagi, berkomunikasi, hingga melakukan transaksi. Aku bisa #KalahkanJarak dan tetap produktif meski dirumah. Bagaimana caranya? Simak pengalaman lengkapku disini.

Menjalankan Kuliah Daring

Sebagai seorang mahasiswa yang melaksanan kuliah daring. Aku menjumpai banyak tantangan baru untuk #KalahkanJarak dalam menjalankan pembelajaran. Dimulai dari mencoba teleconference bersama dosen sebagai metode kuliah baru.

Awal mencoba kami dan dosen masih bingung-bingung. Bagaimana cara berdiskusi atau membagikan presentasi. Ini jelas berpengaruh pada tingkat kepahaman kami. karena alur pembelajaran tidak kondusif.

Ditambah karena semua buku kuliah aku tinggal di asrama, diri ini dipusingkan dari mana mencari sumber referensi belajar. Beruntung dosen memberi link akses materi belajar dari website, video, dan scan diktat dosen. Jadi punya referensi pengganti.

Tapi karena semua serba digital. Aku membutuhkan kuota dan jaringan untuk mengunduh atau menontonnya dengan kualitas HD agar setiap tulisan dan grafik terbaca dengan jelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun