Mohon tunggu...
izzatul isma
izzatul isma Mohon Tunggu... Full Time Blogger - membaca adalah melawan,menulis adalah implementasi dari bacaan

dalam belajar cobalah seperti pohon dan angin serta seperti jejak kaki dan tanah,selalu menemukan makna disetiap pertemuan dan perjuangannya meskipun selalu sulit untuk abadi bersama

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Penetapan Sitaring sebagai Desa Wisata: Perjalanan Tidak Berhenti Hanya Sampai Itu

15 Agustus 2022   16:54 Diperbarui: 15 Agustus 2022   17:01 26 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Berbincang dengan salah satu anggota Pokdarwis mengenai hal-hal administratif Sitaring pada Senin (1/08)

Kegiatan pendampingan administrasi untuk para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sitaring di Desa Kemambang dilakukan sejak Senin (1/08). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka membantu Pokdarwis Sitaring dapat lebih memahami bagaimana proses pelaksanaan administrasi yang baik sebagai penunjang setelah adanya ketetapan mengenai wilayah Sitaring sebagai bagian dari Dewa Wisata oleh Pemerintah Kabupaten Semarang.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Semarang, Desa Kemambang masuk sebagai daerah Desa Wisata sejak awal tahun 2022 ini. Sitaring sebagai objek wisata yang menawarkan view alam yang indah, berbagai kebudayaan khas desa, dan kopi Mas Kumambang sebagai potensi alam desa tentu saja berpotensi menarik wisatawan untuk hadir, namun tentunya mengandalkan ketiga hal di atas belum cukup untuk membuat Sitaring sebagai kawasan wisata yang baik. 

Perlu adanya pengurus yang taat pada peraturan administrasi untuk menunjang hal tersebut.

Pendampingan yang dilakukan oleh anggota KKN Tim II Undip yang berada di Desa Kemambang tersebut meliputi: edukasi mengenai dasar surat-menyurat, pemmbuatan proposal yang baik, serta advokasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Semarang.

Kop surat resmi milik Pokdarwis Sitaring

Terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi baik oleh Tim KKN maupun oleh pemerintah desa itu sendiri selama keberjalanan pendampingan yang dilakukan, yaitu pada saat pelaksanaan advokasi proposal pihak Pokdarwis Sitaring masih belum dapat mengikuti secara maksimal sehingga pemberian informasi terkesan kurang merata, sarana dan prasarana dalam hal seperti komputer atau laptop belum memadai, 

serta minimnya pelatihan sebagai tindak lanjut sebagai bentuk pengawalan dari stakeholder desa. Harapannya, setelah adanya evaluasi yang ada dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa untuk menjadikan Pokdarwis lebih memahami mengenai administrasi kepengurusan Sitaring itu sendiri.

Penulis: Izzatul Isma (Ilmu Pemerintah 2019)

Lokasi: Desa Kemambang, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang

DPL: Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan