Mohon tunggu...
Izzatul Firdaus
Izzatul Firdaus Mohon Tunggu... Masih belajar

Fine☺️

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Tunagrahita dan Disgrafia Serupa namun Tak Sama

20 April 2021   19:38 Diperbarui: 20 April 2021   19:40 99 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tunagrahita dan Disgrafia Serupa namun Tak Sama
Kliniklalita.com

" Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian" --Pramoedya Ananta-

Selain membaca ternyata menulis juga penting diajarkan pada anak usia dini, menurut Webster dalam Atkinson (2009:49) menyebutkan bahwa menulis bagi anak usia dini yang berada dalam kisaran usia 5-6 tahun diartikan sebagai kegiatan membuat pola atau menuliskan kata-kata, huruf-huruf, atau pun simbol-simbol dalam suatu permukaan dengan memotong, mengukur ataupun menandai menggunakan pena. Tanpa disadari menulis mempunyai banyak sekali manfaat bagi anak seperti meningkatkan intelegensi, sebagai media terapi atau katartis dan berlatih memecahkan masalah dan mengambil kesimpulan. 

Disamping bisa memecahkan masalah dalam belajar menulis beberapa anak justru mengalami beberapa masalah dalam perkembangan menulisnya.  Menulis merupakan proses belajar yang kompleks karena dalam menulis menggabungkan beberapa kemampuan yaitu kemampuan motorik halus, persepsi visual motorik, visual memori, memori auditori, perhatian, konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman yang dipengaruhi oleh kemampuan intelegensi anak. 

Anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata atau yang biasa disebut dengan Tunagrahita akan mengalami kesulitan dalam belajar menulis, baik menulis dengan tangan maupun menulis dalam permulaan, rendahnya kemampuan intelegensi dan adanya kelemahan dalam beradaptasi perilaku anak dengan kelainan tunagrahita menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam proses belajarnya. Ada 5 kesulitan menulis yang terjadi pada tunagrahita sehingga menyebabkan gangguan menulis:

  • Kesulitan dalam memusatkan perhatian, daya ingat yang rendah, daya yang berbeda dalam mengingat huruf, kurang bisa mengingat kata dan angka yang sudah tertulis dan yang belum tertulis sehingga menyebabkan anak tunagrahita sering menulis dengan huruf, kata dan angka yang tidak lengkap dan tidak berurutan seperti menulis dari kata yang ada di tengah kemudian kata yang terakhir baru lah kata pertama yang ditulis. Sering sekali kita menjumpai anak menulis secara acak-acakan namun jarang sekali yang mengetahui tentang penyebab anak menulis dengan acak-acakan, tulisan anak yang acak-acakan disebabkan karena anak kurang bisa memahami manfaat spasi, sulit memahami bentuk huruf bahkan huruf-huruf yang bentuknya hampir sama.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi, perhatian maupun konsentrasi anak tunagrahita tentunya berbeda dengan anak pada umumnya, anak tunagrahita ringan mempunyai konsentrasi yang sangat kurang dalam menghadapi suatu masalah hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor yaitu faktor psikologi dan faktor fisik.
  • Gangguan yang terjadi pada motorik halus. Anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan motoriknya akan menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam menulis, gerakan-gerakan motorik yang terjadi pada pada anak tunagrahita terjadi diluar kesadarannya. Hal ini disebabkan karena pengaruh faktor psikologis, gerakan otot-otot anggota tubuh yang tidak berada dalam kendali syaraf kesadaran akibatnya muncul gerakan-gerakan motorik yang tidak bisa dikendalikan sehingga membuat anak tidak mampu untuk menulis karena anak tidak mampu menggenggam dan menjepit pensil menggunakan telunjuk dan jempol dengan baik. Anak bisa kembali menulis jika gerakan-gerakan tersebut mulai lambat bahkan hilang
  • Gangguan dalam persepsi visual, gangguan yang dialami anak tunagrahita ini menyebabkan anak sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir sama misalnya u dan n b dan d.
  • Gangguan persepsi auditoris. Gangguan ini memungkinkan anak mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata yang disebutkan oleh pendidik.
  • Ketidakmampuan anak dalam melaksanakan cross modal yang menyangkut ketidakmampuan mentransfer dan mengkoordinasikan visual menuju motorik, hal ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan koordinasi antara mata dan tangan sehingga tulisan menjadi tidak jelas, bahkan anak yang kidal sering menulis dengan kata yang terbalik-balik.

Selain tunagrahita, disgrafia juga merupakan gangguan yang dialami anak ketika belajar menulis, disgrafia adalah kesulitan yang dialami anak dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya kedalam bentuk tulisan, beberapa penyebab disgrafia menurut para ahli yaitu:

  • Gangguan motorik anak
  • Gangguan perilaku yang dialami anak
  • Gangguan persepsi pada anak
  • Gangguan memori
  • Gangguan tangan pada anak
  • Gangguan anak dalam memahami intruksi

Gejala-gejala disgrafia yang jarang diketahui oleh pendidik:

  • Kesulitan menulis cetak maupun tulisan sambung
  • Tidak konsisten dalam menulis
  • Sangat lambat dalam menulis
  • Cara menggenggam alat tulisnya yang tidak wajar
  • Terjadi kesulitan dalam berpikir sambil menulis

Pada dasarnya tunagrahita dan disgrafia merupakan gangguan yang dialami anak saat belajar menulis  yang harus diatasi, beberapa cara yang bisa digunakan pendidik dalam mengatasi gangguan dalam menulis adalah:

  • Gunakan kertas dengan garis-garis untuk melatih sensorik anak agar bisa menulis sesuai dengan garis
  • Beri contoh menulis huruf dan angka di udara dengan gerakan lengan yang besar untuk melatih daya ingat anak
  • Ajari anak cara memegang pensil atau pena yang tepat, postur tubuh dan posisi kertas saat menulis.
  • Sediakan beberapa pensil yang berbeda agar anak bisa memilih pensil mana yang nyaman untuk dipakainya dalam menulis
  • Beri anak pujian dan energi positif atas usahanya dalam menulis.

Semoga bermanfaat

VIDEO PILIHAN